- Keutamaan Malam Nisfu Syaban
- Amalan Malam Nisfu Syaban untuk Wanita Haid 1. Membaca Doa Khusus Nisfu Syaban 2. Memperbanyak Istighfar 3. Membaca Wirid dengan Asmaul Husna 4. Membaca Sholawat 5. Mengulang Hafalan Al-Quran 6. Membaca Tanpa Menyentuh Al-Quran 7. Mendengarkan Bacaan Al-Quran 8. Bersedekah
Malam Nisfu Syaban menjadi salah satu momen yang dinanti oleh umat Islam saat bulan Syaban. Pasalnya, malam pertengahan bulan Syaban ini diyakini memiliki keutamaan yang luar biasa dari Allah SWT.
Oleh karena itu, banyak umat Islam yang memanfaatkan momen ini untuk melaksanakan berbagai ibadah serta memperbanyak doa sebagai upaya memohon kepada Allah SWT supaya dosanya dihapuskan.
Mengutip laman Majelis Ulama Indonesia, pada masa haid, seorang wanita tidak memiliki kewajiban sholat dan dilarang untuk menyentuh mushaf Al-Quran. Lantas, bagaimana seorang wanita haid tetap beribadah saat malam Nisfu Syaban? Berikut adalah amalan malam Nisfu Syaban untuk wanita haid beserta keutamaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keutamaan Malam Nisfu Syaban
Keutamaan malam Nisfu Syaban adalah malam yang penuh anugerah karena Allah SWT memberikan pengampunan kepada seluruh umatnya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Sesungguhnya Allah SWT memperhatikan hamba-hamba-Nya pada malam Nisfu Sya'ban, maka Dia mengampuni dosa-dosa semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani)
Selain itu, dikutip dari buku 'Ngaji Kuping' oleh Casudi, diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah bahwa Malaikat Jibril menemui Rasulullah dan menyampaikan bahwa pada malam Nisfu Syaban, pintu langit dan 300 pintu rahmat dibuka.
Kedua hadits tersebut menunjukkan bahwa malam Nisfu Syaban merupakan waktu yang yang tepat untuk mengadahkan kedua tangan dan memohon ampun kepada Allah SWT karena pintu rahmat sedang dibuka.
Amalan Malam Nisfu Syaban untuk Wanita Haid
Dikutip dari buku 'Kalender Ibadah Sepanjang Tahun' oleh Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, buku 'Tentang Bagaimana Surga Merindukanmu' oleh Ustazah Umi A. Khalil., buku 'Wirid-Wirid Wanita Haid' oleh Ridhoul Wahudu dan Gianti, laman NU Online, dan laman MUI, berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan oleh wanita haid saat malam Nisfu Syaban untuk mendekatkan diri pada Allah SWT serta memperbanyak pahala, di antaranya:
1. Membaca Doa Khusus Nisfu Syaban
Berikut merupakan doa khusus untuk dipanjatkan ketika malam Nisfu Syaban yang dapat dibaca oleh wanita haid:
اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ وَمَوَالِيْ النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ. وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ، فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ، اللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، اَلْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ، وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ، وَعَلَى أَوْلِيَائِيْ فِيْكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَأَعِمَّ بِذَلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
Latinnya: Allâhumma shalli 'alâ Muhammadin wa âlihi, Mashâbihil hikmati wa mawâlin ni'mati, wa ma'âdinil 'ishmati, wa'shimni bihim min kulli sû-in, wa lâ ta'khudznî 'alâ ghirratin wa lâ 'ala ghaflatin, wa lâ taj'al 'awâqiba amri hasratan wa nadâmatan, wardla 'annî, fainna maghfirataka lidh dhâlimin, wa anâ minadh dhâlimîna, allâhumma ighfir lî mâ lâ yadlurruka, wa a'thinî mâ lâ yanfa'uka, fainnaka al-wâsi'atu rahmatuhu, al-badî'atu hikmatuhu, fa a'thini as-sa'ata wad da'ata, wal-amna wash-shihhata wasy-syukra wal-mu'âfata wat-taqwa, wa afrighi ash-shabra wash-shidqa 'alayya, wa 'alâ auliyâi fîka, wa a'thinî al-yusra, walâ taj'al ma'ahu al-'usra, wa a'imma bi dzâlika ahlî wa waladî wa ikhwanî fîka, wa man waladanî minal muslimîna wal muslimâti wal mu'minîna wal mu'minâti.
Artinya: "Ya Allah limpahkan rahmat ta'dhim-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, lampu-lampu hikmah, tuan-tuan nikmat, sumber-sumber penjagaan. Jagalah aku dari segala keburukan lantaran mereka, janganlah engkau hukum aku atas kelengahan dan kelalaian, janganlah engkau jadikan akhir urusanku suatu kerugian dan penyesalan, ridhailah aku, sesungguhnya ampunanMu untuk orang-orang zhalim dan aku termasuk dari mereka, ya Allah ampunilah bagiku dosa yang tidak merugikanMu, berilah aku anugerah yang tidak memberi manfaat kepadaMu, sesungguhnya rahmat-Mu luas, hikmah-Mu indah, berilah aku kelapangan, ketenangan, keamanan, kesehatan, syukur, perlindungan (dari segala penyakit) dan ketakwaan. Tuangkanlah kesabaran dan kejujuran kepadaku, kepada kekasih-kekasihku karena-Mu, berilah aku kemudahan dan janganlah jadikan bersamanya kesulitan, liputilah dengan karunia-karunia tersebut kepada keluargaku, anaku, saudar-saudaraku karena-Mu dan para orang tua yang melahirkanku dari kaum muslimin muslimat, serta kaum mukiminin dan mukminat."
2. Memperbanyak Istighfar
Saat malam nisfu syaban, wanita haid tidak dilarang untuk beristighfar. Karena itu, saat malam nisfu syaban, dianjurkan untuk memperbanyak istighfar. Dalam haditsnya, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa:
من لزم الاستغفار جعل الله له من كل ضيق مخرجا ومن كل هم فرجا ورزقه من حيث لا يحتسب
Artinya: "Barangsiapa yang istikamah membaca istighfar, maka Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesulitan, Allah akan memberinya kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan Allah akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka." (HR Imam Abu Dawud).
3. Membaca Wirid dengan Asmaul Husna
Membaca wirid dapat mendekatkan diri pada Allah SWT dan bila dilakukan memiliki pahala yang besar. Sementara Asmaul Husna merupakan pujian kepada Allah yang menjanjikan surga. Oleh karena itu, wirid dengan asmaul husna dapat menjadi amalan malam Nisfu Syaban bagi wanita yang sedang haid untuk meraih pahala dari Allah SWT.
4. Membaca Sholawat
Sesungguhnya, Allah menurunkan ayat yang menganjurkan umat untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu dalam Surat Al-Ahzab ayat 56:
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS Al-Ahzab: 56).
Surat Al-Ahzab tersebut menunjukkan bahwa, Allah dan para malaikat bersholawat untuk Nabi Muhammad. Karena itu, membaca sholawat dapat menjadi amalan bagi wanita haid untuk tetap melakukan ibadah saat malam Nisfu Syaban.
5. Mengulang Hafalan Al-Quran
Menyentuh dan memegang mushaf Al-Quran memang diharamkan. Meski begitu, seorang wanita haid tetap mampu melaksanakan berbagai ibadah yang berkaitan dengan Al-Quran dengan syarat tanpa menyentuhnya. Oleh karena itu, seorang wanita haid tetap tetap dapat meraih pahala dalam malam Nisfu Syaban dengan murajah hafalan atau mengulang hafalan Al-Quran.
6. Membaca Tanpa Menyentuh Al-Quran
Sebenarnya, wanita haid juga tetap dapat membaca Al-Qur'an untuk meraih pahala pada malam Nisfu Syaban tanpa melanggar syariat Islam, dengan syarat tidak menyentuh atau membawa mushaf Al-Quran secara langsung. Namun, wanita haid dapat membaca Al-Qur'an melalui aplikasi digital atau Al-Qur'an online di ponsel maupun tablet sebagai alternatif atau penggantinya. Selain itu, ia juga dapat membaca Al-Quran terjemah sebagai gantinya.
7. Mendengarkan Bacaan Al-Quran
Mendengarkan lantunan ayat Al-Quran juga dapat dilakukan oleh muslimah yang sedang haid untuk tetap mengejar pahala pada malam nisfu syaban. Meski tidak membacanya secara langsung dan hanya mendengarkannya, muslimah juga tetap mendapatkan pahala yang besar.
8. Bersedekah
Sebagaimana diriwayatkan Imam Shadiq ketika ditanya tentang amalan terbaik di bulan Syaban:
"Bershadaqah dan membaca istighfar. Barang siapa bershadaqah di bulan Syaban, maka Allah SWT. akan memelihara shadaqah tersebut sebagaimana salah seorang dari kalian memelihara anak untanya, sehingga pada hari kiamat, shadaqah tersebut sampai di tangan pemiliknya sebesar Gunung Uhud."
Hadits di atas menunjukkan bahwa sedekah adalah amalan yang terbaik saat bulan Syaban. Amalan ini, juga dapat diterapkan ketika malam Nisfu Syaban bagi wanita yang sedang haid.
Demikianlah beberapa amalan malam Nisfu Syaban yang dapat dilakukan oleh wanita haid untuk meraih pahala. Semoga membantu, detikers!
Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.
(par/ams)