Tanggul Sungai Ciapit Jebol, 4 Desa di Tanjung Brebes Kebanjiran

Tanggul Sungai Ciapit Jebol, 4 Desa di Tanjung Brebes Kebanjiran

Imam Suripto - detikJateng
Jumat, 06 Feb 2026 11:30 WIB
Banjir di Kecamatan Tanjung, Brebes, Jumat (6/2/2026).
Banjir di Kecamatan Tanjung, Brebes, Jumat (6/2/2026). Foto: Imam Suripto/detikJateng
Brebes -

Tanggul Sungai Ciapit di Kecamafan Tanjung, Brebes, jebol. Akibatnya, pemukiman di empat desa di Kecamatan Tanjung terendam banjir.

Jebolnya tanggul itu terjadi pada dini hari tadi. Ada dua titik tanggul di Desa Mundu yang jebol akibat luapan sungai.

Sekretaris Camat Tanjung, Nanang Nur Rozak, mengatakan saat ini kondisi keempat desa di wilayah Kecamatan Tanjung masih tergenang banjir. Yaitu Desa Mundu, Luwungbata, Karangreja, dan Sidakaton. Imbasnya, ratusan rumah dan ratusan hektare lahan pertanian terendam air.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk data sementara yang kita terima total ada empat desa yang terdampak banjir pagi ini," ujar Nanang, Jumat (6/2/2026).

Banjir di Kecamatan Tanjung, Brebes, Jumat (6/2/2026).Banjir di Kecamatan Tanjung, Brebes, Jumat (6/2/2026). Foto: Imam Suripto/detikJateng

ADVERTISEMENT

Kecamatan Tanjung telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut. Untuk penanganan darurat, tanggul jebol di Desa Mundu ditambal dengan tumpukan karung berisi tanah.

"Kalau tidak segera ditangani dikhawatirkan akan melebar ke desa tetangga. Karenanya, kita akan usahakan dalam penanganan darurat dengan menggunakan karung untuk membuat tanggul sementara," kata Nanang.

Menurut anggota anggota BPD Luwungbata, banjir masuk ke permukiman tadi sekitar pukul 03.00 WIB.

"Banjir mulai masuk pemukiman pukul 03.00 WIB akibat limpasan dari Sungai Ciapit. Namun tak berselang lama tanggul sungai jebol," kata Andi (35) warga Dukuh Karangjaya Desa Luwungbata.

"Banjir ini lebih besar dari tahun sebelumnya," ucap Andi.

Salah seorang warga Desa Luwungbata, Andri, menyebut banjir, banjir juga juga menenggelamkan sawah dan jalanan. Aktivitas warga pun terganggu. Warga berharap segera dilakukan penanganan karena dikhawatirkan terjadi banjir susulan.

"Sawah di sini terendam. Rumah dan jalan tertutup air sungai," kata Andri.




(dil/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads