Tarawih 1 Ramadan 1447 H Tanggal Berapa? Cek Prediksi Jadwal, Niat, dan Caranya

Tarawih 1 Ramadan 1447 H Tanggal Berapa? Cek Prediksi Jadwal, Niat, dan Caranya

Anindya Milagsita - detikJateng
Senin, 09 Feb 2026 16:09 WIB
Ilustrasi sholat berjamaah
Ilustrasi sholat tarawih. Foto: Fuad Hasim/BeritaKlik
Solo -

Bulan Ramadan identik dengan pengerjaan ibadah sholat Tarawih. Hal ini lantas memicu adanya pertanyaan di benak kaum muslim yang hendak mengamalkannya, termasuk pertanyaan soal, 'Tarawih 1 Ramadan 1447 H tanggal berapa, ya?'

Apa itu sholat Tarawih? Singkatnya, sholat Tarawih adalah sholat sunnah yang dikerjakan secara khusus pada malam-malam bulan Ramadan. Pengerjaan sholat ini tidak bisa dilakukan di luar bulan Ramadan.

Seperti halnya dijelaskan dalam buku 'Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya' oleh R Syamsul B dan M Nielda, hukum mengerjakan sholat Tarawih adalah sunnah muakkad di malam bulan Ramadan setelah sholat Isya. Selain bulan Ramadan, tidak ada sholat Tarawih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu hadits yang menjadi sandaran dalam mengerjakan sholat Tarawih diriwayatkan dari Urwah r.a. dari istri Nabi Muhammad SAW, yaitu Aisyah r.a. Disampaikan:

أَنَّ رَسُوْلَ الله صَلَّى فِي الْمَسْجِدِ ذَاتَ لَيْلَة. فَصَلَّى بِصَلَاتِهِ نَاسُ ثُمَّ صَلَّى مِنَ الْقَابِلَةِ. فَكَثَرَ النَّاسِ. ثُمَّ اجْتَمَعُوا مِنْ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ أَوْ الرَّابِعَةِ. فَلَمْ يَخْرُجُ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللهِ ﷺ فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ قَدْ رَأَيْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ. فَلَمْ يمنعَنِي مِنْ الْخُرُوجِ إِلَيْكُمْ إِلَّا أَنِّي خَشِيتُ أَنْ تَفْرُضَ عَلَيْكُمْ". قَالَ : وَذَلِكَ فِي رمضان روه مسلم

ADVERTISEMENT

"Bahwasanya Rasulullah SAW sholat di masjid pada suatu malam, maka orang-orang pun sholat (mengikuti) sholat beliau. Kemudian beliau sholat pada malam berikutnya, maka orang-orang bertambah banyak. Kemudian mereka berkumpul pada malam ketiga atau keempat. Maka Rasulullah SAW tidak keluar. Ketika (selesai) sholat subuh beliau bersabda, 'Aku telah melihat apa yang kalian perbuat, maka tidak ada yang mencegah aku untuk keluar kepada kalian, kecuali karena aku khawatir hal tersebut diwajibkan atas kalian'. Ia (urwah) berkata: 'peristiwa tersebut terjadi pada bulan Ramadan'." (HR. Muslim)

Mengingat sholat Tarawih sangat dianjurkan bagi umat Islam, maka hendaknya setiap muslim mempersiapkan dirinya dari sekarang. Termasuk memahami jadwal dan panduan mengerjakannya.

Poin Utamanya:

  • Sholat Tarawih 1 Ramadhan 1447 H dikerjakan pada malam hari sebelum tanggal 1 Ramadhan, karena pergantian hari Hijriah dimulai sejak matahari terbenam atau Maghrib.
  • Perkiraan jadwal Tarawih berbeda menurut metode penetapan, versi Tarawih Muhammadiyah dimulai Selasa malam tanggal 17 Februari 2026, sedangkan versi pemerintah dan NU diperkirakan Rabu malam tanggal 18 Februari 2026 dengan menunggu hasil sidang isbat Kemenag.
  • Sholat Tarawih memiliki niat khusus dan jumlah rakaat yang beragam (8 atau 20 rakaat ditambah witir), serta keutamaan besar di antaranya menggugurkan dosa bagi yang mengerjakannya dengan iman dan mengharap pahala dari Allah SWT.

Kapan Tarawih 1 Ramadan 1447 H Dimulai?

Sholat Tarawih adalah sebuah ibadah yang dikerjakan di malam-malam bulan Ramadan. Begitu juga dengan Tarawih pertama di bulan Ramadan tahun ini yang bisa diamalkan tepat pada malam tanggal 1 Ramadan 1447 Hijriah.

Perlu diketahui penanggalan Hijriah berganti harinya di waktu matahari terbenam atau Maghrib tiba. Kemudian berbeda dengan Muhammadiyah yang sudah mengumumkan awal bulan Ramadhan tahun ini, pemerintah dan NU masih menunggu hasil sidang isbat. Sebagai gambaran, berikut uraian perkiraan dan penetapannya.

1. Perkiraan Tarawih 1 Ramadan 1447 H Versi Pemerintah

Apabila mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 M/1447-1448 H yang dirilis Kementerian Agama RI, diperkirakan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026.

Dengan begitu, sholat Tarawih pertama akan dikerjakan kaum muslim di hari sebelumnya, yaitu 30 Syaban 1447 H atau Rabu, 18 Februari 2026 setelah sholat Isya. Mengingat pergantian hari terjadi di saat matahari terbenam atau Maghrib.

Namun demikian, pemerintah melalui Kementerian Agama RI baru akan menggelar sidang isbat pada tanggal 29 Syaban 1447 H yang bertepatan dengan hari Selasa, 17 Februari 2026. Oleh karenanya, kaum muslim yang berpedoman pada penentuan awal puasa Ramadan versi pemerintah perlu menantikan hasil sidang isbat terlebih dahulu.

2. Jadwal Tarawih 1 Ramadan 1447 H Versi Muhammadiyah

Berbeda halnya dengan Muhammadiyah yang telah menetapkan tanggal 1 Ramadan 1447 Hijriah secara resmi. Melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

Di dalam maklumat tersebut disampaikan tanggal 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Hal ini sekaligus menunjukkan, kaum muslim yang berpedoman pada penetapan Muhammadiyah dapat mengerjakan sholat Tarawih di hari sebelumnya, yaitu 29 Syaban 1447 H atau Selasa, 17 Februari 2026 setelah sholat Isya.

3. Perkiraan Tarawih 1 Ramadhan 1447 H Versi NU

Sama halnya dengan pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU) juga belum mengumumkan secara resmi penetapan awal bulan Ramadhan 1447 H. Mengacu dari Almanak Tahun 2026: 12 Rajab 1447 H-22 Rajab 1448 H yang diterbitkan Lembaga Falakiyah NU, diperkirakan 1 Ramadan 1447 H juga jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Artinya, apabila nantinya diumumkan 1 Ramadan tahun ini berlangsung pada tanggal tersebut, kaum muslim yang berpedoman pada penetapan resmi NU bisa menunaikan sholat Tarawih di hari sebelumnya, yaitu 30 Syaban 1447 H atau Rabu, 18 Februari 2026 setelah sholat Isya.

Niat Sholat Tarawih Ramadan

Sebelum mengamalkan sholat Tarawih di bulan Ramadan, terlebih dahulu awali dengan membaca niatnya terlebih dahulu. Bacaan niat sholat Tarawih berbeda dengan sholat fardhu maupun sunnah lainnya. Berikut bacaan niat sholat Tarawih untuk imam maupun makmum yang dinukil dari buku 'Panduan Terlengkap Ibadah Muslim "Sehari-Hari"' tulisan KH Muhammad Habibillah.

Niat Sholat Tarawih untuk Imam

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى.

Ushallii sunnatat taraawiihi rak'ataini imaaman lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat shalat sunnah Tarawih imam karena Allah Ta'ala."

Niat Sholat Tarawih untuk Makmum

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى.

Ushallii sunnatat taraawiihi rak'ataini makmuuman lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat shalat sunnah Tarawih makmum karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Sholat Tarawih Ramadan

Lantas, bagaimana cara sholat Tarawih Ramadan? Pengerjaan sholat Tarawih di bulan Ramadan memiliki pandangan tersendiri di kalangan kaum muslim. Terutama soal jumlah rakaat yang dikerjakan.

H Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah dalam bukunya bertajuk 'Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VII' menyebut ada kalangan muslim yang menyakini pengerjaan Tarawih dalam jumlah 8 rakaat ditambah 3 rakaat Witir. Namun, ada juga yang mengamalkannya sebanyak 20 rakaat dan 3 rakaat Witir.

Bukan hanya itu saja, pengerjaannya juga ada yang dilakukan dengan cara setiap dua rakaat satu kali salam atau empat rakaat satu kali salam. Tidak ada salah atau benar dalam mengerjakannya, sehingga kaum muslim dapat menunaikan ibadah ini dengan semata-mata diniatkan sebagai wujud keimanan kepada Allah SWT.

Gerakan dan bacaan doa yang dipanjatkan selama sholat Tarawih sama seperti sholat fardhu maupun sunnah biasanya. Hal yang membedakan adalah bacaan niat dan juga jumlah rakaat yang dikerjakan.

Kemudian setelah menyelesaikan sholat Tarawih, dianjurkan bagi setiap muslim mengamalkan bacaan doa. Menukil dari buku 'Tuntunan Shalat Lengkap dan Benar' karya Dra Neni Nuraeni, MAg, berikut bacaan doa setelah sholat Tarawih:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا وَالِدَيْنَا وَعَنْ جَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ والمُسْلِمَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Allâhumma innâ nas-aluka ridhâka wal jannata wa na'ûdzu bika min sakhathika wan nåri, Allâhumma innaka 'afuwwun karîmun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anna wa walidaina wa 'an jami'il muslimina wal muslimâti birahmatika ya arhamar rahimina.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keridhoan-Mu dan surga, kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Mulia, Engkau suka ampunan, maka ampunilah kami, dan ampunilah ibu bapak kami, serta semua kaum muslimin dan muslimat dengan kasih sayang-Mu, wahai Tuhan yang Maha Penyayang."

Keutamaan Sholat Tarawih

Sholat Tarawih termasuk ibadah yang memberikan begitu banyak keutamaan bagi kaum muslim yang mengerjakannya. Satu di antaranya adalah diampuni dosa-dosa yang telah lalu. Sebagaimana dijelaskan dalam 'Buku Pintar Shalat' oleh M Khalilurrahman Al Mahfani, diriwayatkan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pernah bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
(رواه الجماعة عن أبي هريرة)

Man qaama ramadhaana iimaanan wah tisaaban ghufira lahu maa taqaddama min dzanbihi.

Artinya: "Siapa yang melaksanakan qiyamu ramadhan (shalat Tarawih) karena iman dan hanya mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Jamaah dari Abu Hurairah)

Sementara itu, di dalam riwayat lainnya turut dituturkan sholat Tarawih termasuk kebaikan yang akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Masih mengutip dari buku yang sama, yaitu 'Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya', diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.:

خَرَجَ رَسُولُ الله ﷺ فَإِذَا أُنَاسٌ فِي رَمَضَانَ يُصَلُّوْنَ فِي نَاحِيَةِ الْمَسْجِدِ فَقَالَ: مَا هَوْلَاء ؟ فَقِيلَ: هَؤُلَاءِ نَاسٌ لَيْسَ مَعَهُمْ قُرْآنَ، وَأُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ يُصَلِّي وَهُمْ يُصَلُّوْنَ بِصَلَاتِهِ، فَقَالَ النَّبِيِّ : أَصَابُوا، وَنِعْمَ مَا صَنَعُوا . روه أبو داود.

"Rasulullah saw. keluar pada bulan Ramadan dan orang-orang shalat di sudut masjid. Beliau bertanya: 'apa ini?' maka dikatakan: 'ini adalah orang-orang yang tidak bersamanya al-Qur'an (tidak pandai membaca qur'an). Dan Ubay bin Ka'ab shalat dan mereka mengikuti shalatnya (shalat Ubay). Nabi SAW bersabda: 'Mereka mendapatkan (pahala) dan sungguh baik apa yang mereka perbuat'." (HR. Abu Dawud)

Demikianlah tadi perkiraan sholat Tarawih 1 Ramadan 1447 H beserta niat, tata cara, dan keutamaannya yang patut dipahami oleh setiap muslim. Semoga informasi ini membantu.

FAQ Tentang Tarawih 1 Ramadan 1447 H

1. Tarawih 1 Ramadhan 1447 H mulai kapan dikerjakan?

Sholat Tarawih pertama Ramadhan 1447 H dikerjakan pada malam hari sebelum 1 Ramadhan. Jika 1 Ramadhan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, maka Tarawih pertama dilaksanakan Rabu malam, 18 Februari 2026 setelah sholat Isya. Namun, tanggal pastinya menyesuaikan hasil sidang isbat pemerintah atau penetapan masing-masing ormas Islam.

2. Berapa jumlah rakaat sholat Tarawih dan bagaimana tata caranya?

Sholat Tarawih dapat dikerjakan sebanyak 8 rakaat atau 20 rakaat, lalu ditutup dengan sholat Witir 3 rakaat. Tata caranya sama seperti sholat sunnah pada umumnya, dimulai dari niat, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah dan surat pendek, rukuk, sujud, hingga salam. Umumnya Tarawih mengerjakan dua rakaat satu salam, meskipun ada juga yang empat rakaat satu salam.

3. Bagaimana niat shalat Tarawih untuk imam dan makmum?

Bacaan niat sholat Tarawih untuk imam berbunyi, "Ushallii sunnatat taraawiihi rak'ataini imaaman lillaahi ta'aalaa." Sementara itu, sholat Tarawih yang diniatkan untuk makmum berbunyi, "Ushallii sunnatat taraawiihi rak'ataini makmuuman lillaahi ta'aalaa."




(par/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads