- Jurusan Undip yang Sepi Peminat 1. S1 Agribisnis (Kampus Batang) 2. S1 Fisika 3. S1 Perikanan Tangkap 4. S1 Administrasi Publik (Kampus Rembang) 5. S1 Manajemen Sumberdaya Perairan 6. S1 Oseanografi 7. S1 Teknologi Hasil Perikanan 8. S1 Sejarah 9. S1 Sastra Indonesia 10. S1 Matematika 11. S1 Akuakultur 12. S1 Ilmu Kelautan 13. S1 Biologi 14. S1 Kimia 15. S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang
- FAQ 1. Jurusan apa yang jarang diminati di UNDIP? 2. Apa jurusan favorit di UNDIP? 3. Jurusan apa saja yang sepi peminat?
Memasuki musim seleksi perguruan tinggi, Universitas Diponegoro (Undip) tetap menjadi salah satu destinasi favorit calon mahasiswa dari seluruh penjuru negeri. Namun, ketatnya persaingan di program studi populer sering kali membuat banyak orang merasa pesimis untuk bisa lolos. Strategi memilih jurusan dengan tingkat keketatan rendah menjadi kunci penting bagi mereka yang ingin memperbesar peluang diterima di kampus ternama ini.
Banyak yang belum menyadari bahwa sejumlah program studi di Undip memiliki rasio persaingan yang cukup longgar, bahkan hingga 1 banding 4. Jurusan-jurusan ini tersebar mulai dari rumpun sains dan teknologi, ilmu kelautan, hingga bahasa dan kebudayaan. Menariknya, meski sepi peminat, bidang ilmu yang ditawarkan memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan industri masa kini serta prospek karier yang menjanjikan.
Di bawah ini detikJateng merangkum 15 jurusan sepi peminat di Universitas Diponegoro berdasarkan data daya tampung dan total pendaftar tahun 2025, baik melalui SNBP, SNBT, maupun Mandiri. Mari kita simak selengkapnya, detikers!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin utamanya:
- Sejumlah jurusan seperti S1 Agribisnis (Kampus Batang) dan S1 Fisika memiliki rasio persaingan rendah, yakni hanya 1 banding 4.
- Meskipun kurang populer, lulusan dari jurusan sepi peminat ini tetap dibutuhkan di sektor BUMN, instansi pemerintah, hingga perusahaan multinasional.
- Sektor maritim dan perikanan mendominasi daftar jurusan sepi peminat, memberikan kesempatan emas bagi peminat studi eksplorasi sumber daya laut.
Jurusan Undip yang Sepi Peminat
Di Undip terdapat 15 jurusan teratas yang sepi peminat sehingga peluang masuknya menjadi lebih besar. Tidak hanya di kampus utama, sejumlah jurusan yang sepi peminat justru tersebar di kampus luar Kota Semarang.
1. S1 Agribisnis (Kampus Batang)
Jurusan ini menduduki posisi pertama sebagai prodi paling sepi peminat di Undip. Pada tahun 2025, daya tampung yang disediakan mencapai 100 kursi dengan total pendaftar sebanyak 373 orang. Hal ini membuat rasio persaingannya sangat rendah, yakni hanya 1 banding 4, sehingga peluang untuk diterima sangatlah besar.
Mahasiswa di sini akan fokus mempelajari manajemen bisnis di sektor pertanian dan pangan. Meskipun berlokasi di Kampus Batang, kualitas pendidikan yang diberikan tetap setara dengan kampus utama. Mahasiswa akan diajarkan cara mengelola rantai pasok hingga analisis ekonomi pertanian yang modern.
Terkait prospek kerja, lulusannya dapat berkarier sebagai pelaku bisnis mandiri, konsultan, atau tenaga ahli agribisnis. Selain itu, peluang di instansi pemerintah, BUMN, hingga perusahaan swasta nasional sangat terbuka lebar. Banyak pula lulusan yang bekerja di lembaga swadaya masyarakat yang fokus pada ketahanan pangan.
2. S1 Fisika
Fisika seringkali dianggap sulit, sehingga pendaftarnya di tahun 2025 hanya mencapai 896 orang. Padahal, daya tampung yang tersedia cukup besar yakni 210 kursi. Dengan rasio 1 banding 4, jurusan ini menjadi salah satu primadona bagi mereka yang ingin masuk rumpun Saintek dengan persaingan minim.
Selama perkuliahan, mahasiswa akan mendalami fenomena alam melalui metode ilmiah dan teknologi terkini. Materi yang dipelajari mencakup fisika murni hingga aplikasi praktis dalam teknologi material. Mahasiswa juga akan dilatih untuk memiliki kemampuan analisis yang kuat serta kepemimpinan dalam mengelola tim teknis.
Peluang karier lulusan Fisika sangat beragam, mulai dari ilmuwan, peneliti, hingga fisikawan medik di rumah sakit. Sektor industri seperti pertambangan, energi, migas, dan elektronika juga sangat membutuhkan tenaga ahli fisika. Selain itu, mahasiswa bisa menjadi praktisi radiasi untuk mengelola energi pengion di sektor kesehatan.
3. S1 Perikanan Tangkap
Jurusan ini menawarkan tingkat keketatan yang sangat rendah dengan rasio hanya 1 banding 5. Untuk tahun 2025, Undip membuka kuota sebanyak 110 kursi dengan jumlah peminat total 510 orang. Angka ini memberikan angin segar bagi calon mahasiswa yang tertarik pada eksplorasi sumber daya laut.
Kurikulum prodi ini mencakup teknologi penangkapan ikan yang berkelanjutan serta manajemen bisnis perikanan. Mahasiswa juga akan dibekali ilmu mengenai komunikasi perikanan dan aspek legalitas sumber daya laut. Fokus utamanya adalah bagaimana memanfaatkan potensi laut tanpa merusak ekosistemnya.
Lulusannya memiliki masa depan cerah di dinas perikanan dan kelautan maupun lembaga penelitian. Selain itu, sektor swasta seperti perusahaan agribisnis dan teknologi kelautan terus mencari ahli di bidang ini. Alumni Perikanan Tangkap juga berpeluang menjadi wirausahawan sukses di industri perikanan tangkap yang terus berkembang.
4. S1 Administrasi Publik (Kampus Rembang)
Berada di Kampus Rembang, jurusan ini memiliki peminat yang lebih sedikit dibanding kampus pusat. Daya tampung yang disediakan adalah 150 kursi dengan jumlah pendaftar sebanyak 813 orang. Dengan rasio 1 banding 5, jurusan ini menjadi pilihan cerdas bagi peminat ilmu sosial.
Mahasiswa akan dipersiapkan untuk memahami tata kelola pelayanan publik dan administrasi pembangunan. Materi pembelajarannya mencakup analisis kebijakan serta manajemen organisasi di berbagai sektor. Tujuannya adalah melahirkan administrator yang mampu memecahkan masalah publik secara efisien.
Lulusan Administrasi Publik dapat bekerja sebagai manajer sektor publik, analis kebijakan, atau peneliti. Prospek karier ini mencakup instansi pemerintah, lembaga nirlaba (NGO), hingga BUMN. Bahkan, perusahaan swasta yang berorientasi pada kepentingan publik juga banyak membutuhkan keahlian dari jurusan ini.
5. S1 Manajemen Sumberdaya Perairan
Jurusan ini memiliki daya tampung 150 kursi dengan jumlah pendaftar 843 orang, sehingga rasionya hanya 1 banding 6. Persaingan yang tidak terlalu ketat ini berbanding terbalik dengan kekayaan sumber daya perairan Indonesia yang sangat luas. Ini adalah peluang emas bagi kita yang peduli pada lingkungan perairan.
Materi yang dipelajari sangat lengkap, mulai dari eksplorasi, konservasi, hingga analisis bioekonomi. Mahasiswa juga akan mempelajari karakteristik organisme serta aplikasi penginderaan jauh menggunakan sistem informasi geografis. Pemberdayaan masyarakat pesisir juga menjadi bagian penting dalam kurikulumnya.
Lulusannya diproyeksikan menjadi pengelola sumber daya perairan, peneliti, atau pemberdaya masyarakat. Instansi seperti KKP, LIPI, Balai Perikanan, hingga organisasi internasional seperti WWF sangat membutuhkan ahli di bidang ini. Selain itu, alumni bisa berkarier di dunia perbankan sebagai analis pembiayaan sektor kelautan.
6. S1 Oseanografi
Oseanografi di Undip menyediakan 175 kursi untuk tahun 2025 dengan total pendaftar 1.003 orang. Rasio persaingannya yang berada di angka 1 banding 6 menjadikannya prodi kelautan yang relatif mudah ditembus. Meski sepi peminat, ilmu ini sangat krusial bagi negara kepulauan seperti Indonesia.
Mahasiswa akan mempelajari dasar-dasar ilmu pengetahuan alam yang berkaitan dengan laut, seperti oseanografi fisika, kimia, dan biologi. Materi lainnya mencakup mitigasi bencana pesisir, pemodelan laut, serta meteorologi laut. Penggunaan teknologi eksplorasi sumber daya laut juga menjadi fokus utama dalam studi ini.
Prospek kerjanya mencakup peran sebagai ilmuwan oseanografi, peneliti, pendidik, maupun manajer. Lulusan juga dibekali jiwa entrepreneur untuk mengembangkan bisnis berbasis kelautan. Dengan keahlian dalam pemetaan laut dan sistem informasi geografis, peluang kerja di sektor energi lepas pantai juga terbuka.
7. S1 Teknologi Hasil Perikanan
Bagi detikers yang menyukai bidang pangan, jurusan ini memiliki rasio 1 banding 6 dengan daya tampung 120 kursi dan 716 pendaftar. Fokus utama jurusan ini adalah memberikan nilai tambah pada produk perikanan melalui teknologi pengolahan. Persaingan yang longgar ini patut dimanfaatkan oleh calon mahasiswa.
Kurikulumnya meliputi biokimia, mikrobiologi, hingga teknologi pengemasan hasil laut. Mahasiswa juga belajar mengenai diversifikasi produk, manajemen industri, serta penjaminan mutu sesuai standar internasional. Selain itu, pemanfaatan limbah hasil perikanan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi juga diajarkan.
Lulusan jurusan ini sangat dibutuhkan sebagai manajer kendali mutu atau manajer produksi di industri pengolahan ikan. Lulusannya juga bisa berkarier sebagai peneliti, penyuluh, dosen, atau wirausahawan produk perikanan. Keahlian dalam bioteknologi perikanan memberikan nilai tambah yang besar di pasar kerja.
8. S1 Sejarah
Jurusan Sejarah menyediakan 175 kursi dengan total pendaftar sebanyak 1.154 orang. Hal ini menghasilkan rasio persaingan 1 banding 7, yang tergolong santai untuk fakultas ilmu budaya. Sejarah bukan sekadar menghafal tahun, namun memahami pola peradaban untuk masa depan.
Mahasiswa akan mempelajari berbagai aspek sejarah, mulai dari metode penelitian hingga penulisan kreatif. Selain itu, terdapat materi khusus mengenai pengelolaan sejarah dan kebudayaan serta kemaritiman. Mahasiswa akan dilatih untuk memiliki kemampuan analisis kritis yang sangat tajam dalam melihat fenomena sosial.
Prospek kerja lulusannya sangat beragam, mulai dari penulis, peneliti, jurnalis, hingga pengajar. Lulusan sejarah juga banyak bekerja di museum, lembaga kebudayaan, atau media massa. Bahkan, industri pariwisata sejarah dan penerbitan buku menjadi ladang bisnis yang menjanjikan bagi para sejarawan.
9. S1 Sastra Indonesia
Dengan kuota mencapai 220 kursi dan pendaftar sebanyak 1.510 orang, Sastra Indonesia memiliki rasio 1 banding 7. Meskipun kuotanya banyak, pendaftarnya relatif stabil sehingga peluang kelulusan tetap tinggi. Jurusan ini sangat cocok bagi detikers yang memiliki minat mendalam pada dunia literasi.
Selama kuliah, mahasiswa akan mempelajari pengembangan bahasa, sastra, dan budaya Indonesia secara mendalam. Selain aspek linguistik, materi mengenai jurnalistik, penyuntingan, dan perfilman juga diberikan. Fokusnya adalah menghasilkan lulusan yang mahir dalam komunikasi bahasa secara profesional.
Lulusan Sastra Indonesia dapat berkarier sebagai editor, praktisi jurnalistik, penyiar, atau konsultan bahasa. Peluang juga terbuka lebar di lembaga pemerintahan sebagai penyuluh bahasa atau di perusahaan swasta sebagai tenaga ahli komunikasi. Selain itu, banyak lulusan yang sukses berwirausaha di bidang kreatif dan budaya.
10. S1 Matematika
Matematika Undip memiliki daya tampung 220 kursi dengan total peminat 1.334 orang, sehingga rasionya adalah 1 banding 7. Sebagai salah satu fondasi utama sains, jurusan ini justru tidak sepadat informatika. Namun, ilmu yang didapat di sini adalah kunci dari banyak teknologi modern.
Mahasiswa akan mempelajari teori matematika, teknik komputasi, hingga pemodelan data yang kompleks. Selain itu, penggunaan teknologi informasi dalam menyelesaikan masalah matematika juga menjadi fokus studi. Mahasiswa akan diajarkan cara melakukan optimasi proses yang sangat berguna di dunia industri.
Peluang kerjanya sangat luas, meliputi bidang asuransi (aktuaris), keuangan, dan teknologi informasi. Lulusan matematika juga banyak dicari oleh perusahaan manufaktur, media, serta lembaga penelitian untuk posisi analis. Keahlian dalam logika dan algoritma membuat lulusannya sangat fleksibel di berbagai sektor kerja.
11. S1 Akuakultur
Jurusan Akuakultur menawarkan kuota 125 kursi dengan pendaftar sebanyak 785 orang, yang berarti rasionya 1 banding 7. Meski persaingannya minim, akuakultur merupakan sektor pangan yang sangat strategis di masa depan. Fokus utamanya adalah budidaya biota air secara terkontrol dan berkelanjutan.
Mahasiswa akan belajar cara mengembangkan bisnis akuakultur, manajemen industri perikanan, hingga pelestarian lingkungan. Selain teknik budidaya, kurikulumnya juga mencakup optimalisasi produksi melalui teknologi terbaru. Fokusnya adalah menghasilkan protein hewani yang berkualitas bagi masyarakat luas.
Lulusannya berpeluang menjadi manajer di industri perikanan, peneliti, konsultan, maupun pendidik. Selain bekerja di sektor formal, sarjana akuakultur sangat didorong untuk menjadi wirausahawan mandiri. Dengan keahlian yang dimiliki, lulusannya bisa membantu meningkatkan ketahanan pangan nasional melalui sektor budidaya.
12. S1 Ilmu Kelautan
Ilmu Kelautan menyediakan daya tampung 190 kursi dengan total pendaftar 1.309 orang pada tahun 2025. Dengan rasio 1 banding 7, jurusan ini menjadi pilihan cerdas bagi penyuka eksplorasi bawah laut. Indonesia sebagai negara maritim tentu sangat membutuhkan banyak tenaga ahli di bidang ini.
Materi yang dipelajari mencakup metodologi ilmiah, konservasi lingkungan laut, hingga bioteknologi laut. Mahasiswa juga akan mendalami ekologi ekosistem, dinamika oseanografi, serta interaksi antara atmosfer dan laut. Tujuannya adalah melahirkan ahli yang mampu mengelola sumber daya laut secara bijak.
Lulusannya dipersiapkan menjadi manajer pengelolaan sumber daya perairan, peneliti, atau pendidik yang berdedikasi. Alumni Ilmu Kelautan juga bisa menjadi pemimpin komunitas, entrepreneur di bidang kelautan, atau pengembang teknologi konservasi. Peluang karier di kementerian dan lembaga penelitian kelautan internasional juga sangat terbuka.
13. S1 Biologi
Biologi memiliki daya tampung 210 kursi dengan jumlah peminat 1.497 orang, menghasilkan rasio persaingan 1 banding 8. Meskipun peminatnya mencapai seribuan, namun daya tampungnya yang luas membuat persaingan tetap longgar. Ini adalah rumah bagi detikers yang ingin meneliti seluk-beluk kehidupan secara ilmiah.
Kurikulumnya mencakup analisis biologi di laboratorium, pengelolaan lingkungan, hingga konservasi hayati. Mahasiswa dilatih untuk mengkaji fenomena makhluk hidup melalui metode riset yang disiplin. Selain itu, penerapan biologi dalam kewirausahaan juga mulai diperkenalkan untuk menjawab tantangan zaman.
Lulusan Biologi dapat bekerja sebagai analis laboratorium, praktisi lingkungan, atau peneliti di institusi riset. Terdapat juga peluang besar di lembaga pemerintah maupun swasta yang fokus pada konservasi alam. Bagi yang berjiwa bisnis, pengembangan usaha berbasis biologi seperti budidaya tanaman hias atau hidroponik bisa menjadi pilihan.
14. S1 Kimia
Jurusan Kimia menyediakan 210 kursi dengan total pendaftar sebanyak 1.549 orang, sehingga rasionya berada di angka 1 banding 8. Kimia adalah ilmu sentral yang berhubungan dengan hampir semua sektor industri. Persaingan yang tidak terlalu ketat ini memberikan kesempatan besar bagi peminat sains terapan.
Mahasiswa akan mempelajari prinsip-prinsip kimia dan terapannya, khususnya pada kajian bahan alam dan biomolekul. Materi mengenai pengembangan material baru, energi terbarukan, dan proses kimia industri juga menjadi bagian inti studi. Fokusnya adalah menciptakan solusi kimia yang ramah lingkungan dan efisien.
Profil lulusannya mencakup peran sebagai peneliti, pengembang produk, akademisi, hingga manajer kualitas. Lulusan kimia juga dibutuhkan sebagai konsultan industri, pengontrol proses di pabrik, atau wirausahawan di bidang bahan kimia. Dengan ilmu yang dimiliki, lulusannya bisa masuk ke industri farmasi, pangan, hingga kosmetik.
15. S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang
S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang menutup daftar dengan rasio 1:9, di mana tersedia 195 kursi untuk 1.681 pendaftar. Meskipun pendaftarnya ribuan, namun daya tampungnya yang besar membuat persaingan tetap longgar dibandingkan jurusan soshum populer lainnya. Jurusan ini adalah gerbang utama bagi detikers yang ingin berkarier di kancah internasional.
Mahasiswa akan mempelajari bahasa Jepang (lisan dan tulisan) serta menguasai konsep linguistik, sastra, dan budayanya. Selain kemampuan bahasa, mahasiswa juga dilatih untuk melakukan penelitian dan pemecahan masalah secara prosedural. Hubungan ekonomi Indonesia-Jepang yang kuat menjadikan keahlian ini sangat bernilai di pasar kerja.
Prospek kerjanya meliputi posisi interpreter, translator, staf di perusahaan Jepang, dosen, hingga peneliti. Selain itu, lulusan juga bisa bekerja sebagai editor, novelis, komikus, tour guide, hingga staf bank Jepang. Dengan banyaknya investasi Jepang di Indonesia, kebutuhan akan tenaga ahli bahasa dan budaya Jepang terus stabil setiap tahunnya.
Di antara 15 jurusan sepi peminat di Undip dengan peluang masuk paling besar di atas, manakah yang akan kamu pilih, detikers?
FAQ
1. Jurusan apa yang jarang diminati di UNDIP?
Berdasarkan data pendaftaran tahun 2025, jurusan yang paling jarang diminati atau memiliki keketatan terendah adalah S1 Agribisnis (Kampus Batang) dengan rasio 1:4. Selain itu, jurusan seperti S1 Fisika, S1 Perikanan Tangkap, dan S1 Administrasi Publik (Kampus Rembang) juga masuk dalam daftar program studi dengan persaingan yang relatif minim.
2. Apa jurusan favorit di UNDIP?
Jurusan dengan peminat tertinggi dan tingkat persaingan paling ketat di Undip saat ini adalah S1 Kedokteran Gigi dari Fakultas Kedokteran. Program studi ini memiliki rasio keketatan mencapai 1:118, di mana tersedia hanya 50 kursi untuk diperebutkan oleh 5.871 pendaftar.
3. Jurusan apa saja yang sepi peminat?
Beberapa jurusan di Undip yang tergolong sepi peminat dengan rasio persaingan antara 1:4 hingga 1:9 meliputi: S1 Agribisnis (Kampus Batang), S1 Fisika, S1 Perikanan Tangkap, S1 Administrasi Publik (Kampus Rembang), S1 Manajemen Sumberdaya Perairan, S1 Oseanografi, S1 Teknologi Hasil Perikanan, S1 Sejarah, S1 Sastra Indonesia, S1 Matematika, S1 Akuakultur, S1 Ilmu Kelautan, S1 Biologi, S1 Kimia, S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang.
(sto/apu)
