Empat tanggul di Kabupaten Demak jebol pada Senin (16/2/2026). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak menetapkan status tanggap darurat bencana hari ini untuk percepatan penanganan.
Hal tersebut dikatakan oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak, Suprapto. Menurutnya, penetapan status tanggap darurat dilakukan setelah pihaknya melakukan rapat koordinasi tadi malam.
"Tanggap darurat bencana berdasarkan dari hasil rapat koordinasi antar OPD tadi malam itu sudah kita tetapkan, kita putuskan per hari ini tanggal 17 Februari ini kita naikkan status kita biasanya siaga bencana, per hari ini kita naikkan jadi tanggap darurat bencana," kata Suprapto di lokasi tanggul jebol Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Selasa (17/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suprapto mengungkapkan surat keputusan (SK) tanggap darurat bencana saat ini masih dalam proses. Ia berharap proses itu rampung hari ini dan dapat segera ditandatangani oleh bupati.
"Pagi ini posisi masih proses untuk SK-nya, pagi tadi baru kita naikkan ke (bidang) hukum, mudah-mudahan nanti dikaji hukum lebih cepat sehingga hari ini insyaallah bisa tertanda tangan oleh Ibu Bupati," ujar Suprapto.
Suprapto menyebut penetapan status tanggap darurat ini berkaitan dengan akses anggaran untuk percepatan penanganan bencana.
"Untuk pertimbangan yang namanya status tanggap darurat bencana karena penanganan yang harus lebih tanggap, lebih darurat yang intinya dalam menggunakan anggaran-anggaran itu kan bisa, jadi anggaran yang harusnya tidak ada, bisa diadakan," jelas Suprapto.
"Contohnya kalau ini sewa alat berat, kan ini sebenarnya ndak ada. Kalau dengan adanya tanggap darurat sehingga bisa mengajukan dana untuk operasional back hoe. Jadi tentang anggaran-anggaran yang tidak ada, bisa dimunculkan pada saat tanggap darurat," sambungnya.
Di Kabupaten Demak sendiri, Suprapto mengungkapkan ada empat tanggul yang jebol di dua sungai. Saat ini seluruhnya sudah surut dan akan ditangani segera.
"Tanggul jebol saat ini ada empat, yang di Tuntang ada dua, Desa Pilangsari dan Dombo. Untuk yang di Kali Cabean ada dua juga di wilayah Tlogoweru, itu juga jebol dua titik," tutur Suprapto.
"Alhamdulillah dari dua sungai tersebut termasuk ketinggian airnya lebih cepat hilang, sehingga untuk pagi ini air yang dari jebolan sudah tidak mengalir semua," pungkasnya.
(aku/aku)
