Permukiman Kebonagung Masih Tergenang Buntut Tanggul Sungai Tuntang Demak Jebol

Permukiman Kebonagung Masih Tergenang Buntut Tanggul Sungai Tuntang Demak Jebol

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Selasa, 17 Feb 2026 14:35 WIB
Jalan Raya Mintreng dan permukiman Desa Kebonagung, Kabupaten Demak terendam banjir, Selasa (17/2/2026).
Jalan Raya Mintreng dan permukiman Desa Kebonagung, Kabupaten Demak terendam banjir, Selasa (17/2/2026). (Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng)
Demak -

Debit air mengalir di jebolan tanggul Sungai Tuntang, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak sudah surut hari ini. Meski demikian, air masih menggenangi wilayah permukiman di Desa Kebonagung.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Desa Kebonagung, Turyadi. Menurutnya, ketinggian banjir di permukiman warga masih sekitar 60 sentimeter.

"Di permukiman tinggal sekitar 50-60 cm," kata Turyadi kepada awak media di lokasi tanggul jebol, Selasa (17/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan detikJateng, wilayah permukiman masih terendam banjir hingga setinggi paha orang dewasa. Jalan Raya Mintreng yang berada di perbatasan Demak-Grobogan tak jauh dari titik tanggul jebol, juga masih terendam banjir cukup dalam sehingga sebagian pemotor urung melintas.

Lebih lanjut Turyadi menjelaskan, lebih dari 2000 warganya terdampak banjir yang diakibatkan tanggul jebol itu.

ADVERTISEMENT

"Yang terdampak ada 697 KK, untuk jiwanya 2.322. Untuk dari tiga dukuh, dari RW 3, RW 4, dan RW 5," ucap Turyadi.

Turyadi mengaku sudah memantau di lokasi itu pada pagi hari sebelum peristiwa tanggul jebol. Sekitar pukul 10.00 WIB, ia melihat sudah ada pergerakan tanggul.

"Aliran air itu kan langsung menggerus tanah-tanah yang ada di bawahnya. Karena dapat info dari atas (aliran) tinggi akhirnya jam 07.00 WIB tak lihat oh masih aman belum belum ada pergerakan, jam 08.00 WIB tak lihat lagi juga aman, jam 10.00 WIB itu sudah mulai ada pergerakan," tutur Turyadi.

Masih di tempat yang sama, Kabid Kedaruratan dan Logistik, Suprapto mengatakan saat ini pihaknya tengah membuka seluruh pintu air yang berada di bawah aliran jebolan Sungai Tuntang agar banjir di permukiman dan persawahan segera surut.

"Pintu-pintu yang berada di bawah aliran sungai jebol ini semua diminta untuk dibuka sehingga mempercepat aliran sungai, aliran air biar cepat untuk selesai karena masih ada beberapa sawah yang belum terpanen," ujar Suprapto.

"Desa ini yang di bawah kan termasuk di Tlogosih, Prigi, terus ke dua desa di bawahnya. Nanti airnya tetap lari-lari ke sana," imbuhnya.




(aku/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads