Operasi pencarian korban banjir lahar hujan di Sungai Senowo yang berhulu di Gunung Merapi, Magelang, membuahkan hasil. Personel Tim Gabungan berhasil menemukan dua korban tewas. Dua korban lainnya masih dicari.
"Kita untuk pelaksanaan operasi SAR hari ini, di hari kedua membagi tim menjadi 3 SRU. SRU 1 melekat dengan K9 punya Polresta Magelang," kata Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur, Arif Yulianto kepada wartawan di lokasi pencarian Sungai Senowo, Rabu (4/3/2026).
"Untuk SRU 2 melakukan penyisiran dari tempat kejadian terseretnya kejadian sampai dam (pertama). Kemudian untuk SRU 3 dari dam satu sampai dam kedua sampai berujung di Bendo," kata Arif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk hasil pencarian, kata Arif, pada hari ini sudah menemukan dua korban. Sejauh ini, tiga orang tewas akibat banjir lahar hujan ini.
"Untuk hasil pencarian pada hari ini, alhamdulillah kita sudah menemukan 2 korban dari informasi ada 4 korban yang dalam pencarian," imbuh Arif.
"Untuk sementara ini, kita sudah menemukan dua korban (meninggal dunia)," lanjut Arif.
Kedua korban yang ditemukan meninggal yakni Fuad Hasan warga Ngargosoko Srumbung, dan Heru warga Krinjing Dukun.
Operasi pencarian ini melibatkan Basarnas, SAR Gabungan, TNI, Polri dan potensi yang tergabung dalam komunitas relawan. Selain korban jiwa, juga ada truk pasir yang terbawa arus banjir lahar hujan.
"Kalau untuk sementara yang ter-record ada 3 kendaraan truk yang terseret arus sungai. Terus kemudian ada 12 truk yang terjebak dan ada 2 alat berat itu jenis merek obelko (terpendam)," jelasnya.
Sungai Senowo Magelang usai banjir lahar hujan pada Selasa (4/3/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng |
Diberitakan sebelumnya, banjir lahar hujan terjadi di Sungai Senowo yang berhulu di Gunung Merapi, Magelang. Akibatnya, satu orang tewas dan empat orang dilaporkan menghilang.
Adapun banjir lahar hujan dilaporkan pada Selasa (3/3), sekitar pukul 15.30 WIB. Hal ini karena intensitas hujan yang lebat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang pun mengadakan rapat koordinasi di kantor BPBD. Rapat koordinasi dipimpin Bupati Magelang Grengseng Pamuji yang berakhir, Rabu (4/3) dini hari.
"(Banjir lahar hujan) Ini karena intensitas hujan yang luar biasa tinggi. Akhirnya, banjir lahar dan kebetulan kejadian di hulu Sungai Senowo," kata Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat ditemui di Kantor BPBD, Rabu (4/3).
"Sampai hari ini sudah terindentifikasi satu korban meninggal. Dan ada empat yang terindikasi belum ditemukan," sambung Grengseng.
Selain itu, katanya, adanya korban luka-luka enam orang.
"Korban luka-luka 6 yang dirawat di RSUD Muntilan ada dua. Yang lain sudah bisa pulang," imbuh Grengseng.
"Kita fokus tanggap darurat dulu. Besok (pagi) kita teruskan penyisiran terkait dengan 4 korban yang terindikasi belum diketemukan. Besok (hari ini) kita mulai jam 08.00. Di lokasi semuanya, BPBD, Basarnas, TNI/Polri, relawan," tambahnya.
(afn/ams)

