Banjir di Kota Kecamatan Cawas, Klaten tidak hanya merendam permukiman tapi juga fasilitas-fasilitas umum termasuk pasar. Pasar Cawas yang biasanya ramai saat pasaran Kliwon kini nampak sepi. Pedagang kecewa karena tak bisa meraup untuk di momen jelang Lebaran.
"Tutup semua, airnya masuk kios semua. Mau jualan bagaimana, apalagi mau Lebaran," ungkap Sriatun, pedagang pasar hewan Cawas kepada detikJateng, Rabu (4/3/2026) siang.
Dikatakan Sriatun, dirinya mendapat kabar kios kebanjiran sekitar pukul 02.00 WIB. Paginya dicek ke lokasi semua sudah terendam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu dibuka air sudah di dalam semua. Padahal ini pasaran Kliwon, mestinya ramai-ramainya pasar karena hari pasaran seminggu sekali," jelas Sriatun.
Pedagang sayur pasar Cawas, Narti mengatakan pasar tutup total. Air merendam jalan di depan dan samping pasar.
"Ini tutup total, saya tidak jualan. Padahal ini pasaran harusnya ramai banget," katanya.
"Saya dapat kabar pasar banjir jam 02.00 WIB. Saya paginya datang betul, jalan saja tidak bisa dilewati," imbuh Narti.
Jasa titipan sepeda, Fakih mengatakan aktivitas pasar yang aktivitasnya terganggu berdampak padanya. Biasanya jam 02.00 WIB sudah ramai pedagang, yang datang justru air.
"Jam 02.00 WIB biasanya sudah ramai pedagang sayur beraktivitas, ini malah banjir. Ya ada sih satu dua pedagang di dalam tapi tidak ada yang beli," katanya
Pertokoan, lapak dan kios pedagang di Kota Cawas tutup terendam banjir, Rabu (4/3/2026). Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng |
Kalak BPBD Kabupaten Klaten, Syahruna menjelaskan dari data yang ada banjir menyebabkan sekitar 1.000 rumah sempat terendam. Selain itu sarana umum juga terdampak.
"Untuk sarpras sekolah ada 12 unit, pasar ada 2, untuk masjid 19, poliklinik 1 unit, SPBU 1, Polsek dan Korwil Pendidikan ada 1," jelas Syahruna saat diminta konfirmasi detikJateng.
Sebelumnya diberitakan, banjir luapan sungai Dengkeng dan tanggul jebol yang terjadi di Kecamatan Cawas, Klaten memutus akses Jalan Raya Klaten-Gunungkidul. Jalur provinsi tersebut tidak bisa dilalui kendaraan karena terendam air.
"Air mulai datang sekitar pukul 01.30 WIB. Masuk kampung, jalan dan toko," ungkap warga kota Cawas, Suryo, kepada detikJateng di lokasi, Rabu (4/3/2026) pagi.
Dijelaskan Suryo, air sungai datang setelah ada tanggul jebol di Dusun Jetakan. Hujan saat kejadian tidak terlalu deras tapi sorenya deras.
"Sorenya hujan deras. Dampaknya toko tutup dan tidak beraktivitas," katanya.
(afn/ahr)

