Potongan Tubuh Korban Banjir Lahar Hujan Senowo Magelang Ditemukan

Potongan Tubuh Korban Banjir Lahar Hujan Senowo Magelang Ditemukan

Eko Susanto - detikJateng
Rabu, 04 Mar 2026 18:47 WIB
Sungai Senowo Magelang usai banjir lahar hujan pada Selasa (4/3/2026).
Sungai Senowo Magelang usai banjir lahar hujan pada Selasa (4/3/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Potongan tubuh manusia ditemukan di Dam Bendo Mangunsoko, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Fotonya beredar di media sosial. Polisi menyatakan potongan kaki itu identik dengan korban banjir lahar hujan di alur Sungai Senowo yang berhulu Gunung Merapi.

Foto tersebut salah satunya diunggah akun Instagram @borobudur_news sekitar 6 jam yang lalu. Berikut keterangannya," Update Banjir Lahar Merapi. P*tongan kak1 Ditemukan di Dam Bendo Mangunsuko.

Tim pencarian kembali menemukan bagian tubuh berupa potongan kaki di Dam Bendo, Desa Mangunsuko, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Rabu 94/3/2026). Lokasi penemuan berada di alur Sungai Senowo.

Temuan tersebut langsung ditangani oleh tim SAR gabungan untuk proses evakuasi dan identifikasi lebih lanjut. Hingga saat, pihak berwenang masih melakukan pendataan guna memastikan keterkaitan dengan korban banjir lahar hujan yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Operasi pencarian korban masih terus dilanjutkan di sepanjang aliran sungai. Warga diimbau untuk tidak mendekati lokasi pencarian serta tetap waspada terhadap potensi peningkatan debit air," tulis dalam keterangan seperti dilihat detikJateng, Rabu (4/4/2026).

Diketahui, pencarian korban hilang tersapu banjir lahar hujan pada hari ini berhasil menemukan dua korban dalam keadaan meninggal dunia. Kedua korban yang ditemukan ialah Heru Setyawan (25) warga Krinjing dan Arif Fuad Hasan (26) warga Ngargosoko, Srumbung, Kabupaten Magelang.


"Semula identik dengan potongan kaki Heru. Hasil (pemeriksaan), identik kaki almarhum Heru," kata Kapolsek Dukun AKP Setia Darminta saat dihubungi wartawan, Rabu (4/4/2026).

Hal senada disampaikan Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur Arif Yulianto.

"(Teridentifikasi kakinya) Heru," kata Arif.

Arif menambahkan korban Fuad diketahui sebagai pengemudi truk. Sedangkan korban Heru merupakan kuli pasir.

"Fuad sopir truk. Heru kuli toker pasir," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arif mengatakan pencarian hari ini masih sebatas menemukan dua korban. Kemudian, pencarian sempat dihentikan karena cuaca.

ADVERTISEMENT

Status Tanggap Darurat

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto, mengatakan saat ini telah ditetapkan status tanggap darurat.

"Kejadian kemarin sore (Selasa), kita angkat di rapat siang ini bersama sektor-sektor yang lainnya OPD terkait semuanya sepakat untuk meningkatkan statusnya menjadi tanggap darurat," kata Bambang di Kantor Kecamatan Dukun.

"Artinya dengan tanggap darurat itu harapnya menjadi satu senjata ataupun pintu masuk yang besar atau yang luas itu bisa menjadikan akses pembiayaan, sumber daya, lain-lainnya itu lebih kuat. Sehingga penanganan secara darurat ini bisa tepat waktu, mutu, sasaran apalagi hari ini kita sudah mulai mendekati Idul Fitri," tegas Bambang.

Bambang mengatakan, dengan tanggap darurat ini, diharapkan Pemda Kabupaten Magelang bisa mendapatkan akses pembiayaan yang lebih, termasuk pada masa pemulihan.

"Terus pada saat pemulihan, juga harapannya Pemda Kabupaten Magelang dengan tanggap darurat ini bisa mendapatkan akses pembiayaan yang lebih," imbuhnya.


"Sehingga pemulihan atau rehabilitasi, rekonstruksi itu bisa menyeluruh, bisa cepat sehingga betul-betul sarana prasarana itu ataupun rumah ataupun segala sesuatu yang terkena dampak itu bisa pulih utuh, seperti itu. Itu harapan kami dengan meningkatkan statusnya dari siaga menjadi tanggap darurat. 7 hari, mulai hari ini. 7 hari nanti kita melihat situasi kondisi, 7 hari lagi diperpanjang seperti itu," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, banjir lahar hujan terjadi di Sungai Senowo yang berhulu di Gunung Merapi, Magelang. Akibatnya, satu orang tewas dan empat orang dilaporkan menghilang.

Banjir lahar hujan itu dilaporkan pada Selasa (3/3) sekitar pukul 15.30 WIB. Hal ini karena intensitas hujan yang lebat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang pun mengadakan rapat koordinasi di kantor BPBD. Rapat koordinasi dipimpin Bupati Magelang Grengseng Pamuji yang berakhir, Rabu (4/3) dini hari.

"(Banjir lahar hujan) Ini karena intensitas hujan yang luar biasa tinggi. Akhirnya, banjir lahar dan kebetulan kejadian di hulu Sungai Senowo," kata Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat ditemui di Kantor BPBD, Rabu (4/3).

"Sampai hari ini sudah terindentifikasi satu korban meninggal. Dan ada empat yang terindikasi belum ditemukan," sambung Grengseng.

Selain itu, kata dia, ada korban luka-luka enam orang.

"Korban luka-luka 6 yang dirawat di RSUD Muntilan ada dua. Yang lain sudah bisa pulang," imbuh Grengseng.

"Kita fokus tanggap darurat dulu. Besok (pagi) kita teruskan penyisiran terkait dengan 4 korban yang terindikasi belum diketemukan. Besok (hari ini) kita mulai jam 08.00. Di lokasi semuanya, BPBD, Basarnas, TNI/Polri, relawan," tambahnya.

Halaman 2 dari 2
(dil/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads