Malam Laialtul Qadar menjadi salah satu malam paling istimewa di bulan Ramadan. Banyak umat Islam berlomba-lomba meningkatkan ibadah pada malam tersebut dengan amalan, seperti sholat malam, membaca Al-Quran, dan berdoa.
Salah satu amalan ibadah yang sering muncul ketika menghidupkan malam mulia ini adalah sholat Lailatul Qadar. Amalan ini disebutkan merupakan sholat sunnah yang dikerjakan setelah Isya hingga sebelum Subuh.
Namun, di tengah anjuran ibadah tersebut, muncul pertanyaan di kalangan umat Islam, apakah ada sholat khusus bernama Lailatul Qadar yang disunnahkan Rasulullah SAW? Untuk menjawab perkara tersebut, berikut penjelasan lengkapnya yang disertai hukum dan tata caranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benarkah Sholat Lailatul Qadar Disunnahkan Rasulullah?
Dalam berbagai penjelasan ulama, tidak ditemukan dalil yang secara khusus menyebutkan adanya sholat Lailatul Qadar yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dirujuk dari laman Baitulmaal Muamalat, tidak ada istilah khusus dari Rasulullah SAW untuk menyebut sholat pada malam Lailatul Qadar.
Yang benar dalam riwayatnya, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan sholat malam.
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Barangsiapa melaksanakan shalat malam (Qiyamul Lail) pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR Bukhari no 1901 dan Muslim no 760)
Berdasarkan hadits tersebut, yang dimaksudkan sholat pada malam Lailatul Qadar adalah sholat sunnah malam, bukan sholat Lailatul Qadar secara spesifik. Dengan demikian, yang disunnahkan adalah sholat sunnah malam, seperti sholat Tarawih, sholat Tahajud, sholat sunnah Mutlaq, atau sholat Witir.
Lantas, dari manakah anjuran sholat Lailatul Qadar tersebut? Dirujuk dari laman NU Online, anjuran sholat Lailatul Qadar ini disebutkan dalam kitab Durratun Nasihin fil Wa'zhi wal Irsyad.
Dalam kitab tersebut, disebutkan bahwa pada malam Lailatul Qadar, umat Islam dapat mengerjakan dua rakaat sholat dengan membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali setelah membaca surat Al-Fatihah. Lalu, setelah salam, dilanjut dengan membaca istighfar sebanyak 70 kali.
Disebutkan juga bahwa seseorang yang mengerjakan sholat Lailatul Qadar akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Ampunan tersebut tidak hanya berlaku bagi dirinya sendiri, tetapi bagi kedua orang tuanya. Wallahu a'lam bish-shawab.
Hukum Sholat Lailatul Qadar
Dikutip dari buku Rahasia Kedahysatan Shalat Sunah Setahun Penuh karya M Kamaludin, dijelaskan bahwa sholat Lailatul Qadar merupakan ibadah yang dilaksanakan pada malam Lailatul Qadar. Hukum melaksanakan sholat lailatul Qadar menurut penjelasan tersebut adalah sunnah. Waktu pelaksanaannya adalah setelah sholat Tarawih, terutama pada malam-malam terakhir bulan Ramadan.
Pendapat berbeda disampaikan oleh Muhammad Sholikhin dalam bukunya, Di Balik 7 Hari Besar Islam. Dalam buku tersebut, disebutkan bahwa sholat Lailatul Qadar termasuk ibadah yang bersifat ghairu masyru'ah.
Istilah ghairu masyru' sendiri dijelaskan dalam buku Fiqih Kontroversi Jilid 2: Beribadah antara Sunnah dan Bid'ah karya HM Anshary sebagai sesuatu yang tidak disyariatkan. Dengan demikian, ibadah yang tergolong ghairu masyru' berarti ibadah yang tidak memiliki dasar syariat untuk dilaksanakan.
Cara Sholat Lailatul Qadar
Meski tidak ada sholat khusus Lailatul Qadar yang disunnahkan oleh Rasulullah, sebagian ulama menyebut adanya amalan sholat sunnah yang dapat dikerjakan pada malam tersebut. Dalam kitab nasihat Durratun Nasihin, disebutkan sholat dua rakaat dengan membaca surat Al-Ikhlas beberapa kali setelah surat Al-Fatihah sebagai salah satu amalan untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar.
Lebih lanjut, disebutkan pula dalam buku Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet oleh Puspa Swara dan Ibnu Watiniyah, sholat Lailatul Qadar dikerjakan dengan 4 rakaat tanpa tahiyat awal pada rakaat kedua. Lantas, bagaimanakah cara mengerjakan sholat Lailatul Qadar? Berikut niat dan langkah-langkahnya.
Niat Sholat Lailatul Qadar 2 Rakaat
أُصَلَّى سُنَّةً فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أكْبَرْ.
Latin: Ushalli sunnatan fi lailatil qadri rak'ataini mustaqbilal qiblati lillâhi taʼală. Allâhu Akbar.
Artinya: "Saya niat sholat sunah Lailatul Qadar dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala. Allahu Akbar"
Niat Sholat Lailatul Qadar 4 Rakaat
أُصَلِّي سُنَّةً فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرْ
Latin: Ushalli sunnatan fi lailatil qadri arba'a raka'âtin mustaqbilal qiblati lillahi taʼâlâ. Allahu Akbar.
Artinya: "Saya niat sholat sunah Lailatul Qadar empat rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta'ala, Allahu Akbar."
Urutan Sholat Lailatul Qadar
Setelah memahami niat sholat Lailatul Qadar, berikut urutan mengerjakan sholat Lailatul Qadar.
- Membaca niat.
- Takbiratul ihram.
- Membaca surat Al-Fatihah pada rakaat pertama.
- Membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali, atau surat At-Takatsur satu kali dan Al-Ikhlas 3 kali untuk 4 rakaat.
- Melakukan rukuk.
- Iktidal
- Sujud
- Berdiri untuk mengerjakan rakaat kedua.
- Membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali, atau surat At-Takatsur satu kali dan Al-Ikhlas 3 kali untuk 4 rakaat.
- Jika melaksanakan 4 rakaat, sholat dilanjutkan tanpa duduk tahiyat awal dan mengulangi gerakan 2-7.
- Duduk tahiyat akhir.
- Salam
Setelah melakukan salam, dianjurkan untuk membaca istighfar berikut sebanyak 70 kali.
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullāha wa atūbu ilayhi.
Artinya: "Aku memohon ampunan Allah dan aku bertaubat kepada-Nya."
Itulah penjelasan mengenai apakah benar sholat Lailatul Qadar disunnahkan Rasulullah SAW, lengkap dengan hukum dan caranya. Semoga bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Desi Rahmawati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik
(num/aku)
