Promosi Menu Tuai Kontroversi, Feels Coffe Semarang Beri Klarifikasi

Promosi Menu Tuai Kontroversi, Feels Coffe Semarang Beri Klarifikasi

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Selasa, 10 Mar 2026 23:26 WIB
Kedai Feels Coffe di pujasera KAI Daop 4 Semarang, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.
Kedai Feels Coffe di pujasera KAI Daop 4 Semarang, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJogja.
Semarang -

Unggahan salah satu menu Feels Coffee di media sosial mendadak viral lantaran dinilai tidak pantas dan berujung permintaan maaf. Menu tersebut dianggap berPihak kafe pun buka suara.

Unggahan Feels Coffe dibagikan sejumlah akun media sosial di Instagram pada Selasa (10/3/2026). Kini unggahan asli di Instagram @feelscoffe.srg telah dihapus.

"nowdots Sebuah kedai kopi di Semarang, Feels Coffee yang berlokasi dekat Stasiun Semarang Tawang, menuai kontroversi di media sosial setelah promosi dan penamaan menu mereka dinilai
tidak pantas. Polemik bermula dari unggahan perkenalan barista muslimah berhijab yang menggunakan singkatan "ngent*t" dari
"ngenal total", istilah yang dalam bahasa gaul kerap dikaitkan dengan aktivitas seksual," tulis akun Instagram @nowdots seperti dilihat detikJateng, hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menuai kritik tajam dari publik, pihak Feels Coffee akhirnya menyampaikan permintaan maaf dan menghapus unggahan kontroversial tersebut. Mereka menjelaskan bahwa penggunaan
nama wanita pada menu kopi sebenarnya terinspirasi dari sosok-sosok yang memberi makna dalam perjalanan hidup tim mereka, bukan untuk merendahkan perempuan. Meski demikian,
pihak kafe tetap memutuskan mengganti nama menu tersebut serta mengundang perempuan yang memiliki nama yang sama untuk menikmati kopi susu gratis sebagai bentuk permintaan maaf, meski sebagian warganet masih menilai klarifikasi tersebut
kurang tulus," lanjutnya

ADVERTISEMENT

Sementara itu, di akun Instagram Feels Coffe diunggah permintaan maaf atas unggahan mereka sebelumnya. Terdapat dua unggahan permintaan maaf di akun tersebut.

Salah satunya menyebutkan bahwa mereka meminta maaf atas unggahan tersebut. Unggahan tersebut diunggah pada Rabu (4/3).

"Hai Feelas. Kami meminta maaf
Terkait postingan pengenalan barista kami sebelumnya dengan judul "Ngenal Total" yang disingkat menjadi sebuah kata yang tidak pantas telah menimbulkan ketidaknyamanan
dan berbagai reaksi. Kami dengan tulus meminta maaf atas pemilihan diksi tersebut. Postingan tersebut telah kami hapus dan ini menjadi pembelajaran penting bagi tim kami untuk lebih
berhati-hati dalam membuat konten kedepannya.
Terima kasih atas semua masukan dan kritik yang
membangun," tulis akun tersebut.

Dikunjungi detikJateng hari ini, Feels Coffe berada di lantai dua pujasera di Kecamatan Semarang Utara itu. Hanya saja para barista yang ada di kafe itu mengaku tak berwenang memberikan konfirmasi. Mereka kemudian menelepon seseorang yang disebutnya sebagai pihak manajemen dan mempersilakan wartawan untuk mengonfirmasi.

Pihak manajemen Feels Coffe yang enggan menyebut namanya menerangkan, konten tersebut dibuat agar lebih dekat kepada para pelanggan.

"Jadi itu ada, kita kan pada awalnya kan bikin tujuan utamanya bikin konten itu kan karena pengennya kita dari feels itu dekat ke customer juga," jelas pihak manajemen melalui sambungan telepon tersebut.

Namun, mereka menjelaskan bahan yang bakal diunggah saat itu tidak melalui konfirmasi dari pihak Feels Coffe.

"Cuman emang pada saat itu segmen itu ternyata lolos, lolos tanpa ada konfirmasi ke kita dengan penggunaan tata bahasa yang seperti itu," jelasnya.

Dia mengatakan, konten tersebut dibuat pada pekan lalu. Akhirnya, konten tersebut pun dihapus dari akun Instagram Feels Coffe.

"(Kapan konten dibuat) Kurang lebih minggu yang lalu. Terus itu muncul di akun lain. Segera kita take down. Ternyata yang di akun lain nggak men-take down postingannya mereka, terus ramai," jelasnya.

Dia menjelaskan, penggunaan sejumlah nama di menu tersebut tidak bermaksud untuk mengobjektifikasi perempuan. Nama-nama tersebut digunakan untuk mengingat nama orang yang dekat dengan mereka.

"sebenarnya kita emang nggak ada tujuan untuk objektifikasi ataupun merendahkan perempuan. Karena itu emang nama-nama menu yang berada di sekitar kita, mereka punya cerita di hidup kita, terus mereka juga punya kesukaannya mereka," ujarnya.

"Kita sebenarnya mengingat orang-orang yang ada di sekitar kita aja. Kita nggak ada maksud untuk untuk mengobjektifikasi, apalagi kok melecehkan, apalagi kok merendahkan segala macam," lanjutnya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan alasan dibalik unggahan permintaan maaf tersebut. Dia bilang, permintaan maaf diunggah sebagai bentuk keterbukaan diri.

"Karena kita enggak menutup diri dari semua komentar, dari semua kritik dan saran yang masuk ke kita, dari semua obrolan yang masuk ke kita. Kita cerna baik-baik, kita perhatikan baik-baik masing-masing dari itu. Kita kita susun rumusan masalah permasalahannya kita, di titik mana aja nih kita salah," bebernya.

"Oke, yang bagian kita salah kita memang harus minta maaf. Kita melakukan itu karena memang itu terjadi itu tidak sesuai dengan norma sosial yang ada. Jadi yang kita lakukan, kita minta maaf," imbuhnya.




(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads