Tongkang Nyasar ke Permukiman di Demak Dievakuasi Usai Sepekan Terdampar

Tongkang Nyasar ke Permukiman di Demak Dievakuasi Usai Sepekan Terdampar

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Kamis, 12 Mar 2026 19:05 WIB
Proses evakuasi tongkang yang menghantam Dusun Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Kamis (12/3/2026)
Proses evakuasi tongkang yang menghantam Dusun Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Kamis (12/3/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Demak -

Kapal Tongkang yang menabrak permukiman di tengah laut, Dusun Tambaksari, Desa Bedono, Sayung, Demak dievakuasi sore ini. Sejumlah nelayan membantu evakuasi dengan menggunakan perahunya untuk menarik tongkang.

detikJateng tiba di lokasi pukul 15.30 WIB, bersamaan saat tongkang tersebut mulai menjauhi area perkampungan. Puluhan warga tampak menyaksikan penarikan tongkang tersebut.

"Alhamdulillah sore ini dapat ditarik. Penarikan dapat dikatakan lepas itu sekitar pukul 16.00 WIB," kata Kasat Polairud Polres Demak, Iptu Bambang Suhartoyo kepada detikJateng di lokasi, Kamis (12/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu unit tug boat dan sejumlah perahu warga terlihat menarik tongkang itu. Bambang menyebut tongkang tersebut bakal dibawa ke Dermaga Tanjung Mas Semarang.

ADVERTISEMENT

"Penarikan ini menggunakan satu tug boat, kemudian dibantu beberapa kapal tradisional warga tapi yang mesinnya agak besar itu sekitar delapan kalau tidak sembilan," ujar Bambang.

"(Dibantu perahu warga) untuk manuver dan sebagai keseimbangan yang ada di belakang itu harus harus terjaga imbang sehingga tidak ada korban daripada pemukiman warga yang berikutnya. Ini kalau tidak salah dibawa ke Dermaga Tanjung Mas Semarang," sambungnya.

Alasan perahu itu tak lekas dievakuasi, menurut Bambang, yaitu karena cuaca ekstrem.

"Sekarang ini waktu yang tepat (untuk evakuasi), karena kemarin masih ada cuaca ekstrim, angin kencang, ombak tinggi dan tidak berani kita kalau dengan spekulasi yang langsung tiba-tiba dan buru-buru," tutur Bambang.

Selain menunggu cuaca yang tepat, Bambang mengungkapkan kendala dalam evakuasi perahu ini yaitu terkait jalur yang dilalui.

"Kesulitan ya karena estimasi waktu (mulai dilakukan evakuasi) dari pukul 14.00 WIB sampai 16.00 WIB mempertimbangkan bahwa ini kan sekitar area makam sudah ada pemecah gelombang," ujar Bambang.

"Artinya ada cor-cor yang melindungi pemukiman dan makam. Itu harus dipetakan agar tidak sampai kandas. Jadi, harus tepat perkiraan dan tepat teknisnya," pungkas Bambang.

Diberitakan sebelumnya, kapal tongkang sepanjang 75 meter hanyut di perairan Pantai Utara (Pantura) dan menghantam Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada Jumat (6/3) malam.

Kasat Polairud Polres Demak, Iptu Bambang Suhartoyo mengatakan mulanya kapal tongkang itu berangkat dari wilayah Tegal dan hendak menuju ke Kalimantan. Tak ada muatan yang dibawa kapal tersebut.

Akibatnya, sejumlah fasilitas umum dan sebuah rumah warga dilaporkan rusak, termasuk Makam Apung Syeh Mudzakir. Bambang menjelaskan beberapa aset Makam Terapung Syekh Mudzakir dan jalur cor di permukiman itu rusak.

"Dari wilayah Tegal yang tujuan akan sampai di Kalimantan, tidak bermuatan," kata Bambang kepada detikJateng di Tambatan Penyeberangan Ojek Kapal Morosari, Kecamatan Sayung, Sabtu (7/3) siang.

Dalam perjalanannya, Bambang menyebut kapal itu hendak bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Namun, saat hendak mencari tempat aman, tali penghubung tongkang dengan thug boat terpurus.

"Sebenarnya akan bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang bersama thug boat yang semula diyakini di Tanjung Mas itu aman. Nah, tiba-tiba mau mencari tempat aman, talinya sling atau apa itu putus," ujar Bambang.

"Terus dikejar oleh kapal pengangkutnya itu tidak sampai dapat dikendalikan lagi. Akhirnya terus kandas di perairan Monosari, Sayung. Sekitar (pukul) 18.30 WIB itu sudah terombang-ambing dan akhirnya terdampar di situ," tambahnya.




(afn/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads