Propam Polda Jateng Dalami Dugaan Pengeroyokan Kades Banjarnegara Hoho

Propam Polda Jateng Dalami Dugaan Pengeroyokan Kades Banjarnegara Hoho

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Senin, 16 Mar 2026 20:35 WIB
Pengawalan Kades Hoho usai audiensi di Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Rabu (11/3/2026).
Pengawalan Kades Hoho usai audiensi di Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Rabu (11/3/2026). Foto: dok. Polres Banjarnegara
Semarang -

Bid Propam Polda Jawa Tengah (Jateng) mendalami kasus dugaan pengeroyokan terhadap Kepala Desa (Kades) Purwasaba Banjarnegara, Hoho Alkaf. Polisi menyatakan tengah memastikan apakah benar terjadi pengeroyokan.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto. Ia mengatakan, Polres Banjarnegara masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi sebenarnya dari peristiwa yang terjadi Rabu (11/3) lalu itu.

"Polres Banjarnegara sedang menyelidiki kasus tersebut. Berita yang beredar di media sosial itu kan belum tentu terverifikasi dengan baik," kata Artanto saat dihubungi detikJateng, Senin (16/3/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berita yang disampaikan di media sosial kan tentang dikeroyok dan sebagainya, itu jadi perlu didalami apakah benar terjadi pengeroyokan atau bagaimana kronologinya," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Artanto, jajaran Polres Banjarnegara masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan fakta yang terjadi di lapangan. Propam Polda Jateng pun mendalami kasus tersebut, usai informasi itu viral di media sosial.

"Propam juga sedang melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut. Informasinya di media sosial kan baru sepihak, faktanya belum tahu masih dilakukan penyelidikan," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Banjarnegara, AKBP Mariska Fendi Susanto membenarkan Kapolsek Mandiraja dilaporkan ke Propam Polda Jateng akibat kasus yang melibatkan Kades Hoho beberapa waktu lau. Pihaknya pun menyerahkan kasus itu kepada Propam Polda Jateng.

"Kami juga menerima informasi itu (Kapolsek dilaporkan ke Propam) dan akan menyerahkan ke Propam Polda Jateng untuk mendalami. Intinya Kapolsek bertindak di lapangan sesuai situasi dan atas permintaan panitia," ujarnya.

Ia pun menjelaskan, peristiwa bermula dari audiensi terkait penjaringan perangkat desa di Desa Purwasaba. Polisi saat itu telah melakukan pengamanan, dipimpin Kapolsek Mandiraja.

"Audiensi tidak membuahkan hasil yang memuaskan, sehingga terjadi ketegangan, situasi memanas. Atas permintaan panitia, semuanya dibubarkan, dikeluarkan dari aula balai desa," terangnya.

Ia menegaskan, pihak kepolisian melakukan pengamanan terhadap Kades Hoho sejak keluar dari balai desa, hingga tiba di rumahnya. Ia menyebut hanya ada teriakan, tetapi tak ada tindakan kekerasan.

"Tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saya konfirmasi ke Kapolsek yang mengawal ketat, saat menuju mobil memang kacamatanya dan papan namanya jatuh, tapi sudah diambilkan. Nggak ada pengeroyokan, semua kondusif," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang memperlihatkan Kepala Desa (Kades) Purwasaba, Hoho Alkaf, dikerumuni massa viral di media sosial. Kades Hoho mengaku dirinya dikeroyok hingga kacamatanya patah.

Saat dimintai konfirmasi, Kades Hoho mengaku menjadi korban pemukulan oleh anggota LSM usai menghadiri audiensi terkait penjaringan perangkat, Rabu (11/3) lalu. Ia menyebut, peristiwa itu terjadi setelah audiensi kedua yang membahas polemik hasil seleksi perangkat desa.

"Intinya kita baru ada penjaringan dan penyaringan perangkat desa. Tiga formasi kadus. Terus ada anggota LSM mendaftar, mengikuti tahapan dari awal sampai ujian. Terus tidak lolos, nilainya jelek," kata Hoho saat dihubungi, Senin (16/3/2026).

Audiensi pun sudah dilakukan dua kali dan para pihak menyatakan tak ada pelanggaran. Usai dinyatakan selesai, Hoho mengaku keluar dari ruangan. Namun, saat keluar dari pintu gedung, ia merasa tiba-tiba diserang oleh sejumlah orang.

"Saya begitu keluar pintu langsung dihujani pukulan dari belakang, samping, sampai topi saya lepas tapi nggak sampai jatuh. Sampai depan mobil, saya dari depan ditodong langsung dipukul, kacamata saya patah. Baru ada barikade," ujarnya.

"Jadi dari Polres secara pengamanan juga kurang siap. Kalau dari Polres dibarikade dari depan pintu, pasti saya aman, nggak akan saya bajunya rusak, atributnya copot, kacamata pecah," lanjutnya.

Ia menyebut setelah berhasil masuk ke mobil, dirinya langsung meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah. Terkait kejadian tersebut, Hoho mengaku telah melaporkan Kapolsek Mandiraja, AKP Akbarul Hamzah, ke Propam Polda Jateng.

"Saya melaporkan dugaan pelanggaran kode etik profesi polisi, karena berat sebelah, lebih melihat ke LSM padahal seharusnya netral, tidak antisipasi kericuhan," jelasnya.

"Terus mengeluarkan kata-kata yang tidak sepantasnya dari polisi apalagi Kapolsek. Dia mengeluarkan kata arogan (seperti) suruh disikat, dihajar," tambahnya.

Halaman 2 dari 2
(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads