Kronologi Remaja Rombongan Tongtek Tewas Ditusuk Pisau di Pati

Kronologi Remaja Rombongan Tongtek Tewas Ditusuk Pisau di Pati

Dian Utoro Aji - detikJateng
Senin, 16 Mar 2026 15:58 WIB
Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadian Widya Wiratama saat memperlihatkan barang bukti di Polresta Pati, Senin (16/3/2026).
Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadian Widya Wiratama saat memperlihatkan barang bukti di Polresta Pati, Senin (16/3/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng.
Pati -

Seorang remaja rombongan tongtek di Desa Talun Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, berinisial FD (18) tewas dengan luka tusuk usai dikeroyok sekelompok pemuda. Polisi mengungkap kronologi seorang rombongan tongtek itu tewas mengalami luka tusuk di dada hingga tembus ke hati.

Dalam kasus ini polisi telah menetapkan empat pelaku sebagai tersangka. Para tersangka ini berusia anak-anak.

"Korban dikeroyok oleh beberapa anak berhadapan dengan hukum yang salah satunya membawa senjata tajam jenis pisau yang mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama saat konferensi pers di Polresta Pati, Senin (16/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kamis, 12 Maret 2026

Pukul 01.30 WIB

Dika mengatakan kejadian ini bermula saat korban bersama rombongan tongtek sedang membangunkan warga untuk sahur. Saat di jalan, rombongan korban ini berpapasan dengan kelompok pemuda lain yang masih satu desa.

Akan tetapi saat itu belum terjadi keributan. "Jadi kasus ini berawal tongtek yang menggunakan sound sistem diputar keras di atas mobil pikap untuk membangunkan warga sahur," jelas Dika.

ADVERTISEMENT

Dika bilang ternyata korban ini kembali dan menuju ke arah kelompok pemuda lain tersebut. Dari situ terjadi keributan. Korban dikeroyok kelompok tersebut. Bahkan ada pelaku yang membawa senjata tajam hingga menusukkan ke tubuh korban.

"Kemudian dua rombongan ini bertemu di persimpangan jalan. Namun saat kejadian korban datang sendiri maju ke depan sehingga mengakibatkan kelompok daripada pelaku ini menghampiri secara bersama-sama dengan beberapa peran berbeda," jelas dia.

"Ada yang mendorong, ada yang memukul, dan juga ada menusuk sebuah pisau," Dika melanjutkan.

Pukul 02.40 WIB

Setelah dikeroyok, korban masih bisa berjalan menuju rombongannya. Saat itu korban sudah mengalami luka tusuk pada bagian dada. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Akan tetapi nyawanya tidak tertolong.

"Setelah pelaku meninggalkan korban yang saat itu berjalan ke arah utara sambil memegang dada akibat luka tusuk yang dideritanya. Korban sempat dilarikan ke RSUD Kayen untuk perawatan dan pada pukul 02.40 WIB korban dinyatakan meninggal dunia," jelasnya.

Dari kejadian ini polisi melakukan autopsi terhadap korban. Hasilnya ditemukan luka memar hingga tusuk pada bagian dada korban. Hal tersebut yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Hasilnya didapatkan luka akibat kekerasan benda tajam berupa luka iris pada bahu kanan, telapak tangan kiri, luka tusuk pada dada, dan juga didapatkan luka kekerasan akibat benda tumpul yang menyebabkan memar pada anggota gerak bagian atas korban," terang Dika.

"Didapatkan mati lemas dan pendarahan hebat. Kematian korban ini akibat luka tusuk menembus dada dan hati yang menyebabkan pendarahan hebat," Dika melanjutkan.

Dika mengaku masih mendalami perkara ini. Termasuk kemungkinan ada tantangan terlebih dahulu.

"Tidak ada rencana, karena memang korban maju sendiri kemudian dikeroyok oleh para pelaku. Kita dalami lagi terkait kasus ini," ungkap dia.




(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads