Umat Hindu Magelang Gelar Tawur Kesanga di Pura Kompleks Akmil

Umat Hindu Magelang Gelar Tawur Kesanga di Pura Kompleks Akmil

Eko Susanto - detikJateng
Rabu, 18 Mar 2026 13:44 WIB
Upacara tawur kesanga atau mecaru di Pura Buana kompleks Akmil Magelang rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi, Rabu (18/3/2026).
Upacara tawur kesanga atau mecaru di Pura Buana kompleks Akmil Magelang rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi, Rabu (18/3/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Menjelang Hari Raya Nyepi, umat Hindu Magelang menggelar tawur kesanga atau mecaru di Pura Wira Buana kompleks Akmil Magelang. Mengakhiri tawur kesanga ini dilakukan pembakaran ogoh-ogoh.

Bidang Pendidikan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Magelang, I Nyoman Sudarma mengatakan, hari ini dilakukan tawur kesanga dalam rangkaian peringatan Hari Raya Nyepi.

"Tawur kesanga. Tawur itu kita memberikan penghormatan kepada bhuta kala untuk kembali ke asalnya masing-masing supaya esok hari ketika umat Hindu melaksanakan Hari Raya Nyepi tidak mengganggu," kata Nyoman kepada wartawan di Pura Buana, Rabu (18/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarin (Sabtu) kita sudah melaksanakan pawai ogoh-ogoh. Kemudian, untuk hari ini kita pralina atau kita bakar ogoh-ogohnya," sambung Nyoman.

ADVERTISEMENT

Sebelum memasuki Hari Raya Nyepi, kata Nyoman, supaya bhuta kala tidak mengganggu kekhidmatan umat Hindu melaksanakan tapa brata penyepian besok.

"Tapa brata penyepian mulai besok, Kamis (19/3) jam 06.00 sampai Jumat (20/3) jam 06.00 WIB," imbuhnya.

Perihal Hari Raya Nyepi terutama pada Kamis (19/3) malam yang sebagian umat Islam melaksanakan takbiran, kata Nyoman, umat Hindu di Magelang tidak terganggu.

"Kalau kami di sini tidak terganggu, sama saja. Karena kita melaksanakan brata penyepian itu bisa di pura, bisa di rumah masing-masing," ujarnya.

"Masalah itu ada takbiran atau tidak itu. Itu kan kembali ke kita masing-masing. Sebenarnya brata itu kan untuk kita sendiri. Kalau kita bisa menghargai, menghormati sesama itu kan lebih baik," tegasnya.

Senada, penasihat PHDI Kabupaten Magelang, I Gede Suwarti mengatakan pihaknya tidak masalah dan tidak terganggu jika rangkaian hari raya Nyepi bebarengan dengan Idulfitri.

"Bagaimana hubungan kita dengan saudara kita yang kebetulan juga besok (Lebaran), tentunya kami tidak terganggu. Semua adalah saudara kita, jadi tidak merasa terganggu atau mengganggu tidak. Karena ini memang hal suatu yang inilah Indonesia yang sebenarnya," lanjutnya.




(par/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads