Viral di media sosial seekor tikus keluar dari dalam boks berisi tempat makan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 8 Semarang viral di media sosial. Dari mana asalnya tikus itu masih diselidiki.
Video itu viral usai diunggah salah satu akun Instagram, @dinaskegelapan_kotasemarang. Dalam video tampak beberapa siswi di kelas sempat heboh saat mendapati tikus keluar dari dalam boks ompreng MBG yang digunakan untuk distribusi makanan.
"Suasana kelas langsung heboh ketika siswa mendapati ada tikus di dalam boks. Ditemukan adanya tikus keluar dari boks MBG yang dikirim ke kelas, pengakuan dari pemberi video, tepatnya di SMKN 8," tulis akun @dinaskegelapan_kotasemarang, dilihat detikJateng, Rabu (1/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang bikin geleng-geleng, keberadaannya bukan di sembarang tempat, tapi muncul dari dalam boks ompreng--wadah yang seharusnya digunakan untuk menyimpan makanan," lanjutnya.
Saat dimintai konfirmasi, staf kesiswaan SMKN 8 Semarang, Dian Nirmala Santi membenarkan adanya hal tersebut. Ia menjelaskan, kejadian bermula dari laporan siswa kelas XI SMKN 8 Semarang, Selasa (31/3/2026 kemarin.
"Awalnya murid melaporkan ada tikus keluar dari boks MBG lewat video di grup. Tikusnya juga sudah ditangkap," kata Dian melalui pesan singkat.
Ia menyebut, pihak sekolah pun meminta agar satu boks berisi 35 ompreng itu dikembalikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, sebelum ditarik, diketahui sebagian makanan dalam boks tersebut sudah sempat dikonsumsi siswa.
"Murid turun dengan membawa boks tersebut dan tikus yang sudah tertangkap. Namun ternyata sudah ada beberapa yang dimakan," jelasnya.
Menindaklanjuti kejadian itu, komplain sudah langsung disampaikan ke SPPG penyedia. Ia menyebut SPPG telah meminta maaf dan mengganti boks makanan dengan yang baru.
"Pihak SPPG meminta maaf dan mengganti dengan boks baru dengan makanan yang tersedia di SPPG," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Tim Percepatan MBG Jateng, Hanung Triyono juga membenarkan adanya insiden itu. Ia menekankan, komplain yang diterima bukan terkait tikus di dalam ompreng, melainkan di dalam boks pengiriman.
"Komplain yang masuk ke asisten lapangan kami bukan penemuan tikus di ompreng, melainkan di dalam boks," kata Hanung melalui pesan singkat kepada detikJateng.
Berdasarkan laporan yang diterimanya dari SPPG terkait, paket MBG satu boks berisi 35 ompreng langsung ditarik dan diganti dengan yang baru.
"Pihak sekolah sudah menerima dan mengucapkan terima kasih," ujarnya.
Ia juga menyebut proses distribusi makanan oleh SPPG Mugassari, penyedia MBG di SMKN 8 Semarang, dilakukan di ruang steril dengan prosedur ketat, termasuk penggunaan alat pelindung diri serta penyimpanan ompreng dalam kondisi tertutup.
"Semua ruangan tertutup maupun tidak sudah dilengkapi dengan jebakan tikus dan pengusir serangga, dikarenakan sudah bekerjasama dengan pets control," tegasnya.
Ia menyebut kecil kemungkinan tikus masuk ke dalam ompreng saat proses produksi. Dugaan sementara, tikus masuk ke dalam boks saat proses penurunan (loading) di sekolah.
"Penemuan tikus hidup kecil kemungkinan atau dapat dikatakan mustahil apabila di dalam ompreng. Dikarenakan ompreng langsung ditutup dan ditali langsung setelah diporsi," ujarnya.
"Kemungkinan tikus masuk di dalam box terdapat pada loading di sekolah, dikarenakan tempat loading berada di luar ruangan dan jeda antara loading dan pendistribusian ke murid kurang lebih sekitar 1 jam," lanjutnya.
Sebagai tindak lanjut, pihak SPPG mengaku telah melakukan koordinasi dengan mitra, sekolah, serta mengecek rekaman CCTV untuk memastikan penyebab kejadian.
"Ini sepertinya terkait pengiriman ompreng," kata Hanung.
(par/ahr)
