Pengelola Sebut Ortu Balita Hipotermia di Gunung Ungaran Sempat Cekcok

Pengelola Sebut Ortu Balita Hipotermia di Gunung Ungaran Sempat Cekcok

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Senin, 13 Apr 2026 19:06 WIB
Balita 1,5 Tahun Alami Hipotermia Usai Diajak Orang Tua Mendaki Gunung Ungaran
Ilustrasi balita. Foto: Getty Images/Deepak Sethi
Semarang -

Pengelola Basecamp Perantunan Gunung Ungaran menyebut kedua orang tua balita perempuan 1,5 tahun L yang mengalami gejala hipotermia saat mendaki Gunung Ungaran sempat cekcok. Namun ketiganya tetap naik bersama.

Hal tersebut dikatakan oleh Pengelola Basecamp Perantunan Gunung Ungaran, Dwi Purnomo (44). Saat hendak melakukan registrasi, ia menyebut pasangan itu terlibat perselisihan.

"Dari awal pertama bapak dan ibunya registrasi itu sudah kayak ada masalah keluarga gitu, ada perselisihan. Tetapi mereka tetap naik bertiga sama anaknya itu," kata Dwi melalui sambungan telepon pada detikJateng, Senin (13/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keluarga kecil itu diketahui tiba di basecamp sekitar pukul 07.00 WIB. Kepada petugas, pasutri tersebut bilang tidak akan naik sampai ke puncak agar diperbolehkan mendaki.

"Sebenarnya kan tidak diperbolehkan. Tapi mereka kan izinnya itu kan cuma mau jalan sampai pos 3 atau pos 4 karena masih pagi, nanti kalau anu kan mau turun lagi. Pagi itu (cuacanya) juga benar-benar cerah," ujar Dwi.

ADVERTISEMENT

Setibanya di pos 4, mereka kembali terlibat perselisihan. Sang ibu meminta turun karena cuaca sudah mulai mendung, sementara si ayah bersikukuh untuk melanjutkan pendakian hingga ke puncak.

"Karena cuaca tidak mendukung, si ibunya itu kan pengin turun, tapi si bapaknya kata info ibunya, bapaknya tetap ngotot pengin naik dan si anak tersebut mau dibawa ibunya ndak boleh sama bapaknya, tetap mau diajak naik," jelas Dwi.

Dwi menyebut akhirnya sang ibu memilih turun dan meninggalkan suami beserta anaknya. Setibanya di basecamp, ia sempat melapor pada petugas.

"Kemudian si ibunya itu turun, ngasih informasi ke kita 'pak, minta tolong suami saya dan anaknya itu kalau bisa disuruh turun' gitu," terang Dwi.

Setelah melaporkan ke petugas, sang ibu kemudian menyampaikan ingin turun ke parkiran. Dwi mengira dia hendak berganti pakaian karena basah.

"Turun itu posisi lagi hujan, ibunya ini sudah basah. Terus kirain kita itu mau nunggu di parkiran karena kan ada ojek nih, (ibunya bilang) 'saya mau ngojek pak ke parkiran', pikiran saya wah berarti mau ganti baju dulu atau gimana di parkiran kan bawa mobil," kata Dwi.

Namun prediksi Dwi meleset. Rupanya si ibu itu pulang meninggalkan anak dan suaminya yang sedang dievakuasi petugas. Hal ini terungkap saat evakuasi sudah selesai.

"Nggak tahu, tahu-tahunya ini si ibunya ini pulang ke rumah. Ditelepon sudah sampai Candi Golf kalau enggak salah itu," ujar Dwi.

Ibu dari balita itu kemudian kembali ke Basecamp Perantunan setelah diberi kabar anak dan suaminya sudah turun. Dwi membeberkan mereka kembali terlibat cekcok saat bertemu di parkiran.

"Lah pas (ibunya) balik lagi ke sini, saya nganter (anak dan suaminya) ketemu di parkiran itu waduh wis ndak ini lah malah tambah kayak ini," jelas Dwi.

"Karena kan urusan keluarga ya, jadi juga ndak enak kan itu, terus saya bilang 'Pak, Bu, ini mbok ya itu urusan nanti, ini urusan anaknya dulu, biar anaknya ini karena ndak pakai baju ganti tolong dicarikan dulu karena di sini dingin," tambahnya.

Saat bertemu dengan ibunya, balita yang semula menangis itu juga langsung terdiam. Menurut Dwi, balita itu menangis karena ingin bertemu ibunya, bukan karena hipotermia.

"Jadi sebenarnya nggak seseram kayak di media sosial ya, anak itu nangis bukan karena sakit atau hipotermia, nggak. Memang pengin ketemu ibunya," ungkap Dwi.


Diberitakan sebelumnya, kabar tentang balita berusia 1,5 tahun mengalami hipotermia ketika diajak orang tuanya mendaki ke Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, jadi viral di media sosial. Balita itu langsung mendapat penanganan tim SAR.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Bergas Catursasi Penanggungan, mengungkapkan saat ini balita itu sudah pulang dalam kondisi selamat.

"Posisi balita sudah turun dari Basecamp Perantunan, sudah dibawa pulang orang tuanya dalam kondisi selamat. Balita perempuan usia 1,5 tahun," kata Bergas saat dimintai konfirmasi detikJateng, Senin (13/4).

Bergas menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (11/4). Balita berusia 1,5 tahun berinisial L itu bersama ayah dan ibunya mendaki Gunung Ungaran hingga tiba di Puncak Bondolan pada siang hari.

"Peristiwa ini terjadi ketika satu keluarga ayah, ibu, dan anak melakukan pendakian dan tiba di puncak sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, cuaca yang tiba-tiba memburuk disertai hujan deras menyebabkan suhu tubuh balita tersebut menurun drastis hingga mengalami gejala hipotermia," ujar Bergas.

Saat peristiwa itu terjadi, Bergas mengungkapkan, balita itu terus menangis dan menunjukkan tanda-tanda kedinginan ekstrem. Tim SAR yang mengetahui peristiwa itu langsung bergegas mendatangi lokasi dan melakukan pertolongan pertama.

"Tim SAR dari Basarnas yang sedang melaksanakan siaga khusus langsung bergerak cepat menuju lokasi di kawasan puncak Bondolan. Petugas segera melakukan penanganan awal untuk menstabilkan suhu tubuh korban, termasuk menghangatkan tubuh dan memberikan pertolongan pertama pada kondisi hipotermia," jelas Bergas.

Usai kondisi balita itu dinilai stabil, menurut Bergas, petugas kemudian mengevakuasi satu keluarga tersebut ke Basecamp Perantunan. Di sana, balita itu kemudian ditangani lebih lanjut.

"Setelah kondisi korban mulai stabil, tim SAR gabungan mengevakuasi balita bersama orang tuanya menuju Basecamp Perantunan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," beber Bergas.

Halaman 2 dari 2
(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads