Kawasan Solo Baru, Kecamatan Grogol masih terendam banjir. Sejumlah warga di sejumlah desa seperti Madegondo, dan Kwarasan masih mengungsi di sepanjang Jalan Ir. Soekarno.
Hingga siang ini masih ada sejumlah pengungsi yang bertahan di emperan jalan itu. Mereka bertahan di taman median jalan menunggu banjir surut. Pengungsi yang masih bertahan di jalan Ir. Soekarno membawa sejumlah barang berharga mereka saat mengungsi, termasuk hewan peliharaan.
Salah seorang pengungsi, Endang (53), juga membawa 16 ekor Kucing peliharaannya. Kucing itu diletakkan dalam dua kandang, dan dibawa di taman median tengah Jalan Ir. Soekarno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mengungsi dari pukul 02.00 WIB. Sebelum banjir saya sudah ada firasat, sehingga kucing saya masukan kandang," kata Endang di lokasi, Rabu (15/4/2026).
Saat air mulai menggenangi rumah kontrakannya di Madegondo, Endang dievakuasi oleh relawan. Dia juga meminta kucingnya untuk dibawa, dan dua kandang kucing itu juga diangkat oleh relawan.
"Ini ada 16 kucing, jenisnya beragam ada yang kucing ras seperti Persia, dan ras campuran. Ini sudah saya pelihara sejak 7 tahun lalu," ucapnya.
Nampak kucing-kucing tersebut cukup tenang berada di kandang, meski di letakkan di pinggir jalan. Endang juga membawa pakan kucing, agar kucingnya tidak mati kelaparan.
"Kucing ini kan juga makhluk hidup, dan yang menemani saya di kontrakan," terangnya.
Dia berharap, banjir segera surut agar dia bisa kembali ke rumah kontrakannya. Hingga saat ini, air masih menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Grogol.
Mancing Ikan Tunggu Banjir Surut
Sembari menunggu banjir surut, warga turut melakukan berbagai macam aktivitas, seperti melakukan pengamanan di kampung, beristirahat, hingga ada juga yang mancing.
Seorang pemuda bernama Reza, warga Desa Kwarasan memilih memancing di kali dekat rumahnya. Kali yang disebut warga dengan nama Kali Ngasinan itu tengah deras-derasnya, bahkan airnya luber ke pemukiman.
"Depan rumah saya di Ngasinan (Kwarasan), airnya selutut, kalau di rumah gak sampai mata kaki," kata Reza, kepada detikJateng.
Tak ingin jenuh menunggu air surut, Reza menyiapkan senapan angin yang sudah dimodifikasi dengan jarum serta senar untuk memancing. Ia berdiri di atas jembatan Kali Ngasinan sambil menunggu ikan naik ke permukaan.
Aktivitas Reza itu menjadi perhatian pengungsi lainnya. Mereka merasa mendapatkan hiburan meski hanya melihat Reza memancing.
'Slap' bunyi senapan angin yang ditembak Reza. Seeokar ikan gabus dengan ukuran cukup besar berhasil ditembak. Warga pun yang melihat langsung antusias senang.
"Cuma mengisi waktu luang sambil menunggu banjir reda. Ini sudah (mancing) 30 menitan, sudah dapat gabus dua ekor, Nilanya satu ekor," ucapnya.
Ada ikan lele yang berukuran cukup besar yang menjadi target utamanya. Namun sayang, sebelum ikan lele itu didapatkan, senarnya sudah putus, sehingga jarumnya hilang.
Reza pun harus puas dengan hanya mendapatkan empat ekor berukuran cukup besar. "Nanti ikannya di goreng sendiri," ucapnya.
Saat disinggung kenapa tidak dilanjutkan dengan teknik memancing dengan pancing, dia menjelaskan debit air yang besar seperti saat ini ikan tidak mau makan.
(afn/afn)