Guru dan Siswa Sekolah di Sukoharjo Kompak Bersih-bersih Usai Banjir Surut

Guru dan Siswa Sekolah di Sukoharjo Kompak Bersih-bersih Usai Banjir Surut

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Kamis, 16 Apr 2026 12:04 WIB
Siswa dibantu TNI-Polri saat membersihkan ruang kelas SMPN 2 Grogol, Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo, Kamis (16/4/2026).
Kerja bakti di sekolah terdampak banjir Sukoharjo. Foto: Dok. Humas Kodim 0726/Sukoharjo
Sukoharjo -

Guru dan siswa di sejumlah sekolah yang terdampak banjir di Kabupaten Sukoharjo hari ini kompak melakukan kerja bakti. Mereka membersihkan sekolah usai banjir surut.

Dari pantauan detikJateng di SMPN 2 Grogol, Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo, kegiatan bersih-bersih dibantu pihak TNI, Polri, dan petugas Damkar Sukoharjo. Bahkan Kodim 0726/Sukoharjo mengerahkan satu unit water tank dan satu truk suplai.

Salah satu siswa SMPN 2 Grogol, Revaldo, mengatakan saat banjir kemarin Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diliburkan. Bahkan rumahnya yang tak jauh dari sekolah juga terdampak banjir setinggi 30 sentimeter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarin akses ke sekolah juga susah tertutup banjir. Hari ini kegiatannya bersih-bersih kelas dan lapangan sekolah, sama teman-teman semua, dibantu TNI, Polri, dan Damkar," kata Revaldo, kepada detikJateng, Kamis (16/4/2026).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Grogol, Supardi, menuturkan ketinggian air di sekolahnya mencapai lutut orang dewasa atau sekitar 50 sentimeter. Banjir kemarin menjadi salah satu banjir yang terbesar, sehingga air masuk ke semua ruangan kelas.

Banjir baru mulai surut pada Rabu (15/4/2026) sekira pukul 16.00 WIB.

"Bersih-bersih dimulai jam 07.00 hingga 10.00 WIB ini," kata Supardi.

Setelah kegiatan bersih-bersih selesai, siswa kemudian dipulangkan. Dia mengatakan, KBM akan berjalan normal lagi besok.

"Untuk KBM Insyaallah besok sudah berjalan normal. Hari ini hanya bersih-bersih saja," katanya.

Selain itu, pihak guru juga melakukan inventarisir aset sekolah yang terdampak banjir. Dokumen yang rusak akan segera di laporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sukoharjo.

"Untuk aset alat-alat elektronik masih aman, ada beberapa dokumen saja (yang rusak terkena banjir)," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sejumlah sekolah di Kabupaten Sukoharjo terpaksa harus diliburkan akibat terendam banjir. Banjir masuk sampai ke ruang kelas dan mengganggu kegiatan KBM.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo menyatakan, kebijakan meliburkan siswa diambil demi keselamatan.

"Kita instruksikan kepada bapak ibu guru meliburkan anak-anak sekolah. Dan kedua melakukan pengamanan aset di lingkungan sekolah," kata Havid, kepada awak media, Rabu (15/4).

Banjir terjadi akibat hujan yang mengguyur Kabupaten Sukoharjo dan sekitarnya sejak Selasa (14/4) sore. Akibatnya 14 desa di 4 kecamatan terendam banjir.




(par/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads