Tanggul Sungai Dengkeng Bayat Klaten Longsor, Jalur Antarkecamatan Ditutup

Lapur Lur

Tanggul Sungai Dengkeng Bayat Klaten Longsor, Jalur Antarkecamatan Ditutup

Achmad Husein Syauqi - detikJateng
Jumat, 17 Apr 2026 10:54 WIB
Kondisi tanggul Sungai Dengkeng di selatan jembatan Bayat, Klaten ambrol, Jumat (17/4/2026).
Kondisi tanggul Sungai Dengkeng di selatan jembatan Bayat, Klaten ambrol, Jumat (17/4/2026). (Foto: Achmad Husein Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Tanggul Sungai Dengkeng di perbatasan Kecamatan Bayat dan Wedi longsor. Jalan alternatif kedua wilayah dari Desa Paseban, Kecamatan Bayat dan Melikan, Kecamatan Wedi ditutup sementara.

Pantauan detikJateng di lokasi, tanggul tanah yang longsor sepanjang sekitar 40 meter dengan tinggi sekitar lima meter. Tujuh pohon kelapa untuk penahanan tanggul tumbang.

Jalan antara dua wilayah kecamatan ditutup warga dengan batang pohon dan kayu. Penyebabnya jalan rabat beton di atas tanggul tererosi banjir sehingga rawan ambles.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibat longsor jarak sungai dengan permukiman warga tinggal sekitar tiga meter. Posisi lokasi longsor berada di selatan jembatan besar Paseban, Kecamatan Bayat dengan alur sungai menikung.

"Longsor terakhir kemarin jam 07.00 WIB pagi. Pohon kelapa ikut ambruk, total tujuh pohon yang ambruk," kata warga sekitar, Sunarso (58), kepada detikJateng di lokasi, Jumat (17/4/2026) pagi.

ADVERTISEMENT

Menurut Sunarso, untuk sementara jalan ditutup karena rawan longsor tererosi banjir. Padahal jalan di lokasi merupakan jalur alternatif ke kecamatan Wedi.

"Ini jalur ke Pasar Mundu, Kecamatan Wedi. Jalan alternatif tapi ramai untuk warga dari dua wilayah kecamatan," lanjut Sunarso.

"Sebenarnya sudah sejak bulan puasa lalu tapi karena hujan deras beberapa hari terakhir longsor semakin parah karena banjir. Sudah ada batu untuk perbaikan tapi belum ada bronjongnya," imbuhnya.

Wawan Sanuri, relawan setempat, mengatakan longsor awalnya karena ada rumpun bambu terbawa banjir. Air terhalang menghantam tanggul.

"Ada rumpun bambu sehingga menghalangi banjir sehingga kena tanggul. Jika tidak segera ditangani khawatirnya sayap jembatan besar juga kena," ungkap Wawan kepada detikJateng.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klaten, Syahruna, menjelaskan sudah mendapatkan laporan kejadian tersebut. Koordinasi dengan instansi lain sudah dilakukan.

"Saya sudah koordinasikan dengan BBWSBS, DPUPR camat, kades, dan relawan. Penanganannya nunggu air surut, akan dipasang bronjong dan karung dan pelaksanaannya gotong royong," jelas Syahruna.

Terpisah, koordinator pengawas sungai wilayah Klaten BBSWBS, Alung Prasaja Utama menyatakan sudah mendapat laporan. Pihaknya sudah mengecek lokasi.

"Sudah langsung saat dua pohon kemarin dan sudah masuk laporan. Eksekusi menunggu air surut karena cukup dalam, " terang Alung.




(aku/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads