Korban gigitan ular gibug atau viper, Suradi (69) warga RT 08 RW 01 Desa Siasem, Kecamatan Wanasari, Brebes, berangsur membaik. Suradi yang menjalani perawatan di RSUD Brebes juga sudah diperbolehkan pulang.
Bagian kaki Suradi yang semula melepuh akibat racun ular pun sudah kempis. Sebelumnya, Suradi dilarikan ke IGD RSUD Brebes usai diserang ular berbisa. Suradi masuk IGD pada Senin (20/4) sore dan dibolehkan pulang pada Kamis (23/4) kemarin.
Ditemui di rumahnya, Jumat (24/4), Suradi tampak belum bisa banyak beraktivitas. Bagian kakinya masih dibalut kain perban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suradi menceritakan, sejak awal masuk IGD, dirinya langsung ditangani petugas medis. Pada hari yang sama, Suradi menjalani operasi untuk mengeluarkan darah dari kaki.
"Hari pertama langsung operasi. Darahnya dikeluarkan supaya tidak menjalar ke mana-mana," ungkap Suradi.
Beberapa hari pascaoperasi, dia menjalani rawat inap di bangsal. Pada Kamis kemarin, pihak rumah sakit mengizinkan pasien ini pulang.
"Pulang kemarin (Kamis) karena membaik," sambungnya.
Selama menjalani pengobatan, Suradi tidak menemui kendala. Setahu dia, semua obat disediakan oleh rumah sakit. Meski tidak menggunakan BPJS Kesehatan, Suradi tidak dibebani biaya apapun.
"Tidak bayar. Semua ditanggung rumah sakit," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang pencari rumput di Brebes menjadi korban gigitan ular berbisa. Korban sempat hanya mendapat rawat jalan karena status BPJS yang nonaktif.
Unggahan ini viral di akun Instagram Exalos Indonesia. Dalam foto yang ditampilkan, tampak kondisi kaki korban dalam keadaan menggelembung dan melepuh.
"Kronologi seorang warga sedang mencari rumput, tergigit ular (waktu itu tidak tahu ular tersebut), kmdn di bawa ke RS, karena BPJS tidak aktif maka hanya di lakukan rawat jalan (dalam hal ini belum terlihat gejala yang mengarah pada gigitan ular berbisa)," demikian unggahan Exalos Indonesia seperti dilihat detikJateng, Senin (20/4).
Masih dalam unggahan, ular yang menggigit korban juga disebut berjenis rhodostoma, biasa dikenal sebagai ular tanah atau ular gibug, atau viper tanah.
Saat itu, pihak keluarga hendak membawa korban ke pengobatan tradisional. Namun, pihak Exalos membujuk supaya korban segera dibawa ke rumah sakit untuk ditangani.
Dimintai konfirmasi, petugas Damkar Satpol PP Brebes, Faizal Rivaldi, berujar korban diketahui bernama Suradi (69), warga Desa Siasem, Kecamatan Wanasari, Brebes.
"Itu ular jenis gibug, atau viper. Cukup berbahaya. Kami dari damkar masih mencari ular itu di sekitaran lokasi kejadian," kata Faizal, Senin (20/4) sore.
Sementara Suradi sendiri saat ditemui mengungkap, dirinya dipatok ular tersebut pada Kamis (16/4) sore. Saat kejadian, dia tengah mencari rumput untuk pakan kambing di sekitaran jembatan rel kereta api Kampung Kauman Brebes. Tiba-tiba kakinya diserang binatang melata.
Akibat kejadian tersebut, kaki Suradi mengalami pembengkakan hingga melepuh seperti luka bakar.
(apl/dil)
