Kasus bunuh diri di kalangan militer dan kepolisian Israel mengalami peningkatan. Dilansir detikNews, sebuah laporan media Israel menyebutkan, pada April 2026, setidaknya ada 8 tentara dan petugas polisi Israel yang tewas karena bunuh diri.
Dilansir Press TV, Senin (27/4/2026), menurut laporan Haaretz, sepanjang bulan April ini, 6 tentara dan 2 personel polisi yang masih aktif bertugas, telah bunuh diri, bersama dengan 3 anggota cadangan yang telah berpartisipasi dalam serangan di Gaza.
Catatan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan. Tren ini melanjutkan eskalasi yang lebih luas sejak 7 Oktober 2023, ketika Israel memulai serangan di Gaza, dengan 7 kasus bunuh diri di kalangan personel aktif pada akhir tahun 2023, 21 kasus pada tahun 2024, dan 22 kasus pada tahun 2025; angka tertinggi dalam 15 tahun terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan, kasus tambahan termasuk setidaknya 15 mantan tentara yang meninggal karena bunuh diri setelah diberhentikan pada akhir tahun 2025, dengan setidaknya 4 kasus lagi sejak saat itu, termasuk 3 kasus bulan lalu.
Menurut laporan tersebut, peningkatan kasus bunuh diri itu berkaitan dengan meningkatnya tekanan psikologis akibat serangan berkepanjangan di Gaza, berkurangnya sistem pendukung, dan kegagalan sistemik.
Sumber daya kesehatan mental dilaporkan menurun, dengan program dekompresi psikologis untuk prajurit cadangan dibatalkan atau hanya sebagian diaktifkan kembali, dan beberapa tentara diberhentikan tanpa menemui profesional kesehatan mental.
Sumber itu juga menunjukkan berkurangnya kehadiran petugas kesehatan mental di lapangan, tekanan dari komandan untuk melanjutkan dinas, dan kasus-kasus tentara yang tidak sehat secara psikologis dikerahkan tanpa evaluasi yang tepat.
Menurut sumber-sumber di dalam militer Israel, jumlah tentara yang menderita gangguan stres pascatrauma (PTSD) parah telah meningkat sebesar 40% sejak tahun 2023.
Adapun menurut laporan yang diterbitkan oleh Times of Israel, pada 2024 dan 2025, setidaknya 75% dari semua kasus bunuh diri di kalangan warga Israel adalah tentara yang kembali dari genosida Gaza.
Disebutkan bahwa sejak dimulainya genosida Gaza, rezim Israel telah membunuh setidaknya 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 172.000 orang, sebagian besar korbannya ialah perempuan dan anak-anak.
(dil/apl)
