Sudah 14 Calon Haji Embarkasi Solo Dipulangkan, PPIH: Semoga Tak Bertambah

Sudah 14 Calon Haji Embarkasi Solo Dipulangkan, PPIH: Semoga Tak Bertambah

Jarmaji - detikJateng
Senin, 27 Apr 2026 15:44 WIB
Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, ditemui Senin (27/4/2026).
Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, ditemui Senin (27/4/2026). Foto: Jarmaji/detikJateng
Boyolali -

Jemaah calon haji Embarkasi Solo yang terpaksa dipulangkan ke daerah asalnya bertambah lagi, dengan total hari ini menjadi 14 orang. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyatakan, kelelahan berujung pada penurunan kondisi kesehatan diduga jadi faktor penyebab para jemaah dinyatakan tidak layak terbang.

"Jemaah dari (Embarkasi) Solo saat ini yang dipulangkan ada 14 (orang). Semoga ini tidak bertambah lagi," kata Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, kepada para wartawan Senin (27/4/2026).

Menurut Fitriyanto, ke-14 jemaah tersebut rata-rata sudah lanjut usia (lansia). Selain itu juga ada beberapa pendamping yang akhirnya juga memutuskan tak berangkat tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"14 (jemaah) itu rata-rata usianya lansia semua. Lansia rata-rata sama ada beberapa yang pendamping," jelas dia.

ADVERTISEMENT

Fitriyanto mengungkapkan, kelelahan menjadi faktor dominan yang memicu penurunan kondisi kesehatan jemaah. Selain penyakit penyerta seperti demensia. Sehingga pihaknya mengimbau kepada para jemaah yang belum masuk Embarkasi, untuk mengurangi aktivitas fisik sebelum keberangkatan.

Terkait hal ini, Fitriyanto menyatakan akan mengirimkan surat ke Kabupaten/Kota, ditujukan kepada para jemaah yang belum berangkat ke Asrama Haji Donohudan, diimbau untuk mengurangi aktivitasnya. Sehingga saat berangkat mereka tidak terlalu capek.

Ia menyebutkan kelelahan kerap dipicu oleh aktivitas sosial jemaah menjelang keberangkatan. Seperti kegiatan walimatul safar (pamitan haji) yang berlangsung beberapa hari berturut-turut.

"Untuk mengurangi aktivitas-aktivitas yang tidak perlu. Misalnya walimatul safar yang mungkin sampai 2-3 hari ini bisa dikurangi aktivitas-aktivitas yang tidak perlu. Sehingga jemaah betul-betul betul bisa istirahat sebelum mereka masuk Asrama Haji. Sehingga ketika masuk Asrama Haji mereka memang sudah siap untuk berangkat dan di Asrama Haji juga kita siapkan untuk istirahat," papar dia.

Selain itu, ia juga mengingatkan kepada jemaah agar obat-obatan rutin tidak seluruhnya disimpan di koper besar. Tetapi dibagi, ada yang di koper besar dan ada yang ditempatkan di koper tenteng atau koper kabin. Sehingga para jemaah akan mudah mengambil obat-obatan tersebut untuk dikonsumsi saat di Asrama Haji maupun diperjalanan.

Lebih lanjut Fitriyanto menambahkan,agar waktu istirahat jemaah di Asrama Haji lebih lama, pihaknya juga memangkas acara seremonial. Acara seremonial upacara penyambutan sudah tidak ada.

Setiba di Asrama Haji Donohudan dan masuk ke gedung Jeddah, para jemaah langsung mendapatkan layanan one stop service. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembagian living cost, kartu nusuk hingga pemakaian gelang haji. Kemudian para jemaah diarahkan ke kamarnya masing-masing untuk istrirahat, menunggu diberangkatkan ke Arab Saudi.

"Kita tidak berlama-lama lagi, sudah tidak ada upacara, langsung kita berikan layanan one stop service. Begitu selesai langsung jamaah masuk kamar untuk istirahat. Tentunya ini agar jemaah bisa berangkat pada saatnya dan tidak terkendala terkait dengan kesehatannya," tegas dia.




(apu/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads