Kondisi Siswa-Guru Korban Tertimpa Atap MTs Muhammadiyah Sragen

Kondisi Siswa-Guru Korban Tertimpa Atap MTs Muhammadiyah Sragen

Tara Wahyu NV - detikJateng
Selasa, 12 Mei 2026 13:11 WIB
Atap kelas 7 MTs Muhammadiyah 4 Bulu roboh, Selasa (12/5/2026).
Atap kelas 7 MTs Muhammadiyah 4 Bulu roboh, Selasa (12/5/2026). (Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng)
Sragen -

Sebanyak 7 siswa dan 1 guru dilarikan ke rumah sakit usai tertimpa runtuhan atap kelas 7 MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan. Para korban mengalami luka pada kaki dan juga kepala.

Wakil Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Cipto Waluyo mengatakan, satu siswa dilarikan ke RSI Amal Sehat karena mengalami patah kaki. Sedangkan enam siswa lainnya dan satu guru dilarikan ke RSUD Soehadi Prijonegoro.

"Kondisi semua sudah dilarikan ke rumah sakit, ada yang satu patah kaki dilarikan ke RSI Amal Sehat. Gurunya juga di apa, rumah sakit umum. Jadi yang di rumah sakit umum itu enam itu plus gurunya. Kalau yang di Amal Sehat itu ada satu anak, seperti itu," katanya kepada detikJateng di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan, Selasa (12/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain patah kaki, Cipto mengatakan beberapa siswa mengalami luka pada kepala. Sedangkan siswa lainnya yang mengalami luka ringan dipulangkan.

"Kondisi persisnya kita belum, belum tahu persis, lainnya tadi luka pada pundak sama bagian kepala," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Dirinya menyebut total siswa di kelas ada 14 orang. Siswa yang lainnya dipulangkan dan belajar di rumah.

"Totalnya ada empat belas siswa, ada yang selamat itu sudah pulang. Saya suruh pulang semuanya, baik kelas 7, 8, 9, saya suruh pulang, sementara ini nanti untuk pembelajaran di rumah dulu, sambil melihat situasi," terangnya.

Ditemui terpisah, Direktur RSUD Soehadi Prijonegoro, Iin Dwi Yuliarti mengatakan seluruh korban masih dirawat di rumah sakit. Iin mengatakan bahwa ada enam siswa dan satu guru yang masih berada di IGD.

"Kondisinya ditangani dengan baik dan tadi memang ada beberapa yang sesak napas, tapi sesak napasnya ya karena syok, ya. Kaget saja. Tapi pada prinsipnya semuanya baik-baik saja. Yang dirawat di sini ada 6 siswa dan 1 guru," katanya.

Iin mengatakan bahwa siswa mengalami luka pada kepala dan kaki. Ia menyebut, satu siswa mengalami retak pada kaki.

"Kondisi luka pada kepala bengkak dan kaki, ada satu juga yang kakinya retak kemungkinan nanti opname," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, atap ruang kelas VII di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan, Sragen, ambruk dan menimpa sejumlah siswa dan guru. Ambrolnya atap itu, diketahui saat prosesi belajar mengajar Bahasa Inggris.

Wakil Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Cipto Waluyo mengatakan bahwa saat kejadian sedang berlangsung pelajaran jam pertama Bahasa Inggris oleh guru bernama Nurul Eka Ismiyati. Di tengah pembelajaran, atap langsung roboh.

"Kronologi yang pertama, itu kan di waktu pembelajaran siswa. Karena itu jam pertama, gurunya Bu Nurul Eka Ismiyati, S.Pd., Bahasa Inggris. Waktu pembelajaran itu, tiba-tiba itu roboh," katanya ditemui detikJateng di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Selasa (12/5/2026).




(aku/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads