Tawuran di Rusunawa Kaligawe Semarang Dipicu Saling Tantang

Tawuran di Rusunawa Kaligawe Semarang Dipicu Saling Tantang

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Kamis, 21 Mei 2026 13:12 WIB
perkelahian antar anak SMA
Ilustrasi tawuran di Kaligawe Semarang. Foto: Edi Wahyono
Semarang -

Polisi mengumpulkan remaja yang terlibat tawuran di Rusunawa Kaligawe, yang sempat viral di media sosial. Polisi menyebut, tawuran dipicu saling tantang di media sosial.

Hal itu disampaikan Kapolsek Gayamsari, Kompol Yuna Ahadiyah. Ia mengatakan, tawuran yang videonya viral di media sosial itu dipicu saling tantang antarkelompok melalui media sosial dan grup percakapan.

"Dalam pendalaman, diketahui tawuran melibatkan kelompok pemuda Kaligawe dan gabungan pemuda dari wilayah Jatingaleh, Simongan, serta Banyumanik," kata Yuna dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aksi tersebut dipicu saling tantang melalui media sosial dan grup percakapan yang kemudian berujung bentrokan," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Polisi menyebut, terdapat 13 remaja yang tergabung dalam grup media sosial tersebut. Pihak kepolisian pun telah melakukan pembinaan kepada enam remaja yang terlibat tawuran, untuk mencegah aksi serupa terulang, di Aula Kantor Kelurahan Kaligawe, Rabu (20/5) malam.

Pembinaan diikuti perangkat kelurahan, babinsa, tokoh masyarakat, hingga orang tua remaja yang terlibat. Yuna meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama pada malam hari dan penggunaan media sosial.

"Orang tua harus memastikan anak sudah berada di rumah maksimal pukul 22.00 EIB, serta tidak membiarkan mereka berkumpul tanpa tujuan yang jelas," ucapnya.

Selain itu, para remaja diminta tidak mengikuti grup gangster maupun melakukan aksi tawuran yang dapat merugikan masa depan mereka.

"Permasalahan tawuran saat ini banyak dipicu dari saling ejek dan tantangan di media sosial. Karena itu kami tidak hanya melakukan pendalaman terhadap kejadian, tetapi juga mengedepankan langkah pencegahan melalui pembinaan kepada remaja dan orang tua," ujarnya.

Yuna juga meminta masyarakat, RT/RW, dan petugas keamanan Rusunawa Kaligawe ikut mengawasi aktivitas nongkrong remaja di lingkungan setempat guna mencegah gangguan kamtibmas.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," tuturnya.

"Pengawasan dari orang tua, kepedulian lingkungan, serta komunikasi yang baik dengan aparat akan sangat membantu mencegah aksi tawuran maupun kenakalan remaja berulang," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, kelompok diduga kreak melakukan tawuran di Rusunawa Kaligawe, Genuk, Kota Semarang. Gerombolan itu juga diduga menyerang rusunawa.

Kabar tersebut diunggah oleh akun Instagram @blok_jateng. Dikatakan, sekumpulan orang diduga kreak melakukan penyerangan di Rusunawa Kaligawe. Meski begitu, tidak dijelaskan secara rinci kapan kejadian berlangsung.

"Rekaman warga aksi tawuran kreak Raceto. Menyerang rusunawa Kaligawe kota Semarang," tulis akun tersebut seperti dilihat detikJateng, Senin (18/5).




(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads