Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Temanggung Tlogorejo menyampaikan permohonan maaf atas kejadian dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa dan guru pada Senin (18/5) lalu.
Sebanyak 323 orang dilaporkan mengalami gejala keracunan, meliputi siswa TK atau KB, SMP, SMK, dan guru. Dari jumlah tersebut, paling banyak dari SMPN 4 Temanggung, yaitu 248 orang.
"Saya selaku Kepala SPPG Temanggung Tlogorejo, hari ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh siswa, orang tua, atau wali murid pihak sekolah serta masyarakat atas apa yang terjadi pada tanggal 18 Mei 2026 terkait menu yang kami sajikan," kata Kepala SPPG Temanggung Tlogorejo, Soleh Jamaludin saat dimintai konfirmasi wartawan, Jumat (22/5/2026).
"Kami sangat menyesalkan kejadian tersebut yang menyebabkan sejumlah siswa ataupun guru mengalami keluhan kesehatan. Atas dampak yang dirasakan oleh para siswa ataupun guru, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," sambungnya.
Berdasarkan data yang dikumpulkan dari sekolah per Kamis (21/5), Soleh mengatakan, jumlah total yang terdampak tercatat 323 orang. Sebagian besar sudah beraktivitas seperti biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan rincian RA atau KB atau TK 15 orang. Kemudian, SMP 288 orang dan SMK 20 orang, yaitu SMK HKTI 20 orang. Adapun untuk siswa ataupun guru yang menjalani perawatan di rumah sakit tercatat sebanyak 4 orang dari jumlah tersebut," ujar Soleh.
"Tiga orang per hari ini sudah diperbolehkan pulang. Sedangkan satu orang mulai menjalani perawatan di rumah sakit pada Kamis (21/5). Kemudian perkembangan data terkait bagaimana kondisi siswa per hari ini, sebagian besar siswa yang sebelumnya mengalami gejala sudah mulai masuk sekolah. Kami dapatkan datanya dari sekolah secara langsung dan beraktivitas seperti biasa. Saat ini hanya beberapa siswa yang masih mengalami pemulihan di rumah. Kemudian SMP 4 sejumlah 11 orang yang belum masuk sekolah," tambahnya.
Atas kejadian tersebut, Soleh mengatakan, operasional dapur SPPG Temanggung Tlogorejo sudah diberhentikan sementara atau disuspend.
"Langkah ini dilakukan tentunya untuk mendukung proses evaluasi terhadap seluruh tahapan operasional mulai dari penerimaan, pengolahan makanan, penyimpanan, sampai proses distribusi," kata dia.
Soleh mengatakan, pihaknya berkomitmen akan melakukan evaluasi internal secara menyeluruh terhadap standar operasional agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.
Ia juga menyatakan pihaknya bersikap terbuka, kooperatif, dan mengikuti arahan dari pihak-pihak terkait dalam proses penanganan dan evaluasi.
"Kami juga masih menunggu proses lab dan beberapa proses penanganan dan evaluasi terkait," ucapnya.
Soleh menambahkan, pihak SPPG terus berkomunikasi dengan pihak sekolah dan sudah mengunjungi ke rumah sakit maupun ke rumah masing-masing.
"Sudah kami kunjungi dan upayakan terkait biaya rumah sakit. Dan biaya pengobatan, dari SPPG sudah bertanggung jawab terhadap pemberian dana untuk meng-cover siswa dan guru yang di rumah sakit," kata dia.
Mengenai yang masih dirawat sampai hari ini, Soleh mengatakan ada satu orang.
"Masih satu orang dan kami sudah mengunjungi juga per kemarin. Siswa KB," ujar dia.
Perihal SPPG itu disuspend sampai kapan, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Temanggung, Ulfi Rizki Asmarani mengatakan masih menunggu hasil dari laboratorium.
"Kalau di-suspendnya itu kami masih menunggu hasil dari lab tentunya. Lalu, juga dari hasil evaluasi SPPG, nantinya pasti dari pimpinan BGN akan melaksanakan apa saja yang harus dilaksanakan oleh SPPG untuk melaksanakan evaluasi seperti itu," kata Ulfi.
Dihubungi terpisah, Sekda Temanggung Tri Winarno mengatakan per hari ini guru dan siswa SMPN 4 Temanggung yang dirawat di rumah sakit sudah pulang.
"Sudah pulang semua (dari rumah sakit)," kata Tri lewat pesan singkat.
Diberitakan sebelumnya, ratusan siswa dan guru di Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada, Senin (18/5).
Mereka tersebar dari 8 sekolah baik dari tingkat TK hingga SMK yang mendapatkan pembagian MBG dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tlogorejo.
Guru SMPN 4 Temanggung, Ismu Alim yang juga PIC MBG menerangkan, menu yang dibagikan pada Senin (18/5) meliputi nasi kuning, telur dadar, abon, tempe orek, timun, tomat, dan buah semangka. Mereka mulai mengeluhkan mual hingga diare pada malamnya.
"Kronologi dugaan keracunan paket MBG di SMPN 4 Temanggung, Senin (18/5) dengan menu nasi kuning, telur dadar, orek tempe, abon, semangka, mentimun, dan tomat," kata Ismu kepada wartawan, Kamis (21/5).
(dil/apu)