Warga Padati Balai Kota Solo Sambut Puncak Kirab Waisak Bersama Biksu Thudong

Warga Padati Balai Kota Solo Sambut Puncak Kirab Waisak Bersama Biksu Thudong

Tara Wahyu NV - detikJateng
Sabtu, 23 Mei 2026 20:46 WIB
Puluhan Biksu Thudong sampai Balai Kota Solo usai kirab dari Loji Gandrung
Puluhan Biksu Thudong sampai Balai Kota Solo usai kirab dari Loji Gandrung. Foto: Tara Wahyu/detikJateng
Solo -

Puluhan Biksu Thudong tiba di Balai Kota Solo dalam Kirab Waisak dari Loji Gandrung Solo. Sebanyak 57 Biksu Thudong melakukan kirab menyambut Hari Tri Suci Waisak 2570 BE / 2026.

Dari pantauan detikJateng, perjalanan dari Loji Gandrung sekira pukul 18.30 WIB. Tidak hanya para Biksu, rangkaian kirab dimulai dengan Reog Ponorogo, paskibraka, prajurit Mangkunegaran lalu para Biksu.

Tiba di Halaman Balai Kota Solo, para Biksu duduk di panggung yang sudah disediakan. Acara dilanjutkan pembacaan paritta. Masyarakat pun sudah memenuhi Halaman Balai Kota Solo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puncak acara Kirab yakni memandikan Rupang (patung) Siddhartha Gautama. Selanjutnya, para Biksu meninggalkan Balai Kota dan melanjutkan istirahat.

Perwakilan Biksu dari Indonesia, Bhante Tejapunno Mahathera menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran perjalanan spiritual ini, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah.

ADVERTISEMENT

"Terima kasih kepada TNI-Polri yang mengawal perjalanan ini dengan baik hingga sampai saat ini. Dan terima kasih kepada semua masyarakat Surakarta yang telah menyambut peringatan Hari Thrisuci Waisak pada kesempatan ini," ujar sebelum memulai doa, Sabtu (23/5/2026).

Dalam pesan damainya, Bhante Teja menekankan pentingnya menabur kebajikan tanpa memandang latar belakang. Menurutnya, kebajikan adalah bekal sejati manusia sekaligus solusi dari segala permasalahan hidup.

"Semoga dengan kekuatan keyakinan, kekuatan kebajikan apapun yang kita lakukan, membuahkan kebaikan, membuahkan kebahagiaan. Kebajikan akan menjadi solusi dari semua masalah yang kita hadapi," tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa kebajikan yang dilakukan diharapkan dapat mengalirkan berkah kepada orang tua, guru, leluhur, hingga saudara-saudara yang tengah tertimpa musibah dan penyakit agar segera diberikan kesembuhan.

"Semoga dengan keanekaragaman yang ada di Indonesia, ya kita semuanya tetap bisa merajut, sehingga bisa hidup rukun, hidup damai, hidup bahagia. Kedamaian yang kita harapkan semua, kedamaian dunia ini bisa terwujud oleh orang-orang yang damai," bebernya.

Terpisah, Wali Kota Solo, Respati Ardi menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya momen spiritual yang dinanti-nanti tersebut.

"Kami sangat bersyukur sekali hari ini dan sudah lama diharapkan akhirnya biksu Thudong bisa mampir dan bersinggah dan mengikuti kirab. Senang sekali," ujar Respati Ardi.

Respati juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada warga Solo yang menyambut kedatangan para biksu dengan penuh sukacita, serta kepada petugas yang berjaga demi kelancaran acara.

"Saya ucapkan terima kasih pada warga masyarakat Surakarta yang antusiasmenya luar biasa. Dan terima kasih kepada petugas yang hari ini bertugas, sehingga acara berjalan dengan baik dan lancar. Ya, saya sangat senang sekali malam ini acara luar biasa," tuturnya.

Respati menegaskan bahwa kehadiran rombongan Thudong di Kota Bengawan ini menjadi bukti nyata bahwa Solo adalah kota yang inklusif dan toleran. Ia memastikan Solo selalu terbuka bagi kegiatan keagamaan maupun adat dari seluruh umat.

"Makna untuk Kota Solo ya jelas, Kota Solo ini terbuka untuk siapapun. Bagi kepercayaan dan agama apapun untuk melakukan upacara agama, upacara adat, silakan," ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen penuh untuk terus menjaga ruang aman dan damai bagi setiap pemeluk agama yang ingin beribadah.

"Kami mendukung penuh untuk dilaksanakan di Kota Surakarta dengan penuh khidmat dan penuh dengan kedamaian," pungkasnya.




(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads