2 Sumber Gas di Kasus Sekeluarga Tewas Dalam Tenda Kamping Temanggung

2 Sumber Gas di Kasus Sekeluarga Tewas Dalam Tenda Kamping Temanggung

Eko Susanto - detikJateng
Sabtu, 30 Mei 2026 11:23 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi kasus 4 orang sekeluarga tewas di dalam tenda saat kamping di Posong, Temanggung. Foto: Rachman Haryanto
Temanggung -

Empat orang sekeluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, ditemukan tewas di dalam tenda saat kamping di Posong, Kecamatan Kledung, Temanggung, Rabu (27/5) lalu. Ada dugaan mereka korban keracunan gas. Polisi mengungkap ada dua sumber gas dalam kasus ini.

"Dugaannya masih tetap (karena keracunan gas), karena belum ada perkembangan sampai sekarang. Hal yang ditunggu sekarang hanya hasil dari Labfor. Kalau sudah ada hasil dari Labfor dan Biddokkes secara resmi, walaupun secara nonresmi pun pasti kita terima, cuman belum ada," kata Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra saat dihubungi detikJateng, Sabtu (30/5/2026).

"Karena kan ini, barang buktinya banyak sekali (termasuk sisa makan dan lainnya). Banyak itu yang mau diperiksa. Jadi kemungkinan lima sampai satu mingguan baru selesai. Kita doakan semoga lima sampai satu minggu (hasil pemeriksaannya keluar). Semoga kemungkinan besar ini minggu depan bisa kita rilis. Semoga ya," sambung Komang.

Mengenai dugaan keracunan gas itu, Komang mengatakan, gas tersebut diduga berasal dari hasil pembakaran arang briket untuk penghangat maupun dari hasil pembakaran barbeque.

"Ini kan dokter langsung bilang, ini bukan dugaan saya. Hasil pemeriksaan kemarin, kan saya sudah bilang kan apa autopsi itu sudah bilang bahwa ini kemungkinannya itu dari makanan atau dari gas," ujar dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Gas itu gas apa? Ternyata gas pembakaran. Dan gas pembakaran itu pembakaran apa? Ternyata ada dua, pembakaran arang untuk yang penghangat itu dan pembakaran masakan (barbeque). Jadi dua itu. Dua itu, ada dua kemungkinan itu masih tetap ada, nggak ada kemungkinan tambahan. Sampai saat ini kita belum ada petunjuk bahwa ada kemungkinan tambahan terkait dengan penyebab kematian, nggak ada. Masih tetap dua petunjuknya," kata Komang.

Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi tidak mencium aroma gas tersebut.

"Tidak (mencium bau gas). Begini, gas CO, karbon monoksida itu tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Jadi nggak bisa. Seandainya pun ada, itu tidak bisa diketahui kasat mata, nggak bisa. Karena setelah dibuka sedikit pintu (tenda) itu, ketika kita olah TKP itu pasti oksigen sudah masuk langsung," jelasnya

ADVERTISEMENT

"Sudah habis ya (gas kompor portable). Jadi gas produknya memang sudah habis dipakai," imbuh Komang.

Komang juga meminta doa agar penyelidikan kasus ini berjalan lancar dan hasilnya bisa segera diketahui.

"Kita doakan biar semuanya lancar segera. Kalau ada perkembangan nanti kan di-update," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, mayat empat orang sekeluarga itu ditemukan petugas di lokasi wisata saat hendak mengingatkan untuk check out pada Rabu (27/5) sore. Karena tak mendapat respons, petugas itu membuka pintu tenda kamping dan menemukan keempat korban sudah terbujur kaku.

Keempat korban ialah Muhammad Ali Munawar (52) dan istrinya Maghfirah (43), beserta dua putranya, Alvino Evan Hakim (17) dan Bagas Amar Hakiki atau BAH (21). Mereka sekeluarga asal Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Jenazah keempat korban sudah dimakamkan di wilayah Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, pada Kamis (28/5) lalu.




(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads