Polres Boyolali melakukan ekshumasi terhadap makam salah satu warga Dukuh Sindon, Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Makam Aminah (57) dibongkar untuk diautopsi karena kematiannya dicurigai tak wajar.
"Jadi dilaporkan oleh pihak keluarga terkait adanya indikasi meninggalnya orang tua pelapor ini yang tidak wajar. Kondisinya pada saat dilaporkan itu, jenazah ibunya (korban) itu sudah dikuburkan satu minggu," kata Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, dimintai konfirmasi detikJateng melalui telepon selulernya, Minggu (31/5/2026) malam.
Dijelaskan Indra, korban selama ini tinggal sendirian di rumahnya di Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak itu. Dia ditemukan meninggal dunia oleh anak-anaknya dan para tetangga. Jenazahnya kemudian dimakamkan.
"Karena awalnya tidak mencurigai ataupun tidak ada indikasi terkait dengan penyebab yang hal lain-lain terkait kematiannya. Dikebumikanlah seperti biasa. Nah, setelah satu minggu dikuburkannya itu, anak korban yang meninggal ini mendapatkan informasi dan mencurigai ada kejanggalan. Akhirnya barulah datang ke Polres melaporkan terkait hal itu," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluarga korban meminta dilakukan ekshumasi dan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian Aminah. Akhirnya Polres Boyolali melakukan pembongkaran makam bersama Biddokkes Polda Jateng untuk autopsi terhadap jenazah korban pada Sabtu (30/5) kemarin.
"Nah, ini kita sedang menunggu hasilnya (autopsi). Hasilnya belum kita dapatkan, belum kita terima, masih proses," imbuh dia.
Kapolres menegaskan kasus ini sekarang masih dalam penyelidikan. Petugas Satreskrim Polres Boyolali, juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, khususnya dari internal keluarga korban.
"Iya, ini masih dalam penyelidikan. Kan ini juga baru dilaporkan. Sementara pemeriksaan saksi-saksi juga masih dari internal keluargnya," tegas Kapolres.
Sempat Dapat Kiriman Sate Misterius
Sementara itu kuasa hukum keluarga korban, Wiwik Dwi Habsari, meminta penyidik Polres Boyolali serius menangani kasus ini dan dapat segera mengungkap teka-teki penyebab kematian Aminah. Sehingga ada titik terang apa yang sesungguhnya terjadi.
"Ini sudah ranahnya pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab kematian korban, apakah sengaja dibunuh atau disebabkan karena keracunan," ujar Wiwik kepada wartawan.
Dia mengungkapkan dari keterangan saksi-saksi, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat makan sate ayam yang dikirimkan seseorang melalui ojek online. Seseorang yang dicurigai itu, memesan ojek online atas nama salah satu anak korban, untuk mengantarkan sate itu ke rumah korban.
Sedangkan anak korban, Luriyanti, yang tinggal di Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, merasa tidak mengirimkan sate ayam kepada ibunya.
"Hal itu diketahui sebelum Aminah makan sate, lebih dahulu menghubungi Luriyanti. Lantaran awalnya tidak tahu yang mengirim sate ayam tersebut siapa, Luriyanti sempat meminta kepada ibunya agar tidak memakan sate ayam kiriman orang yang semula tidak dikenal," jelasnya.
Kala itu, Luriyanti sempat mengingatkan ibunya agar tidak mengonsumsi makanan dari orang tak dikenal. Menurut Wiwik, selain korban, lima ayam yang makan sisa sate yang dibuang juga mati.
"Dari keterangan saksi, ada 5 ayam yang mati setelah makan sisa sate itu," ujar Wiwik.
Kuasa hukum keluarga korban lainnya, Susi Widyastuti, menyerahkan kepada pihak Kepolisian untuk mengungkap kasus ini menjadi gamblang. Hasil autopsi jenazah korban juga dapat segera diketahui, sehingga apa penyebab kematian korban terungkap dengan jelas.
"Kami tidak menuduh siapapun dan kami menganut asas praduga tidak bersalah. Biarkan pihak Kepolisian yang akan mengungkap dan menjelaskan kasus ini secara gamblang dan kami berharap hasil Labfor dapat segera diketahui penyebab kematian korban karena apa," ujar dia.
(ams/ams)