Histeris Ibu di Dawung Sragen Temukan Putrinya Tewas Penuh Luka Bacok

Round-Up

Histeris Ibu di Dawung Sragen Temukan Putrinya Tewas Penuh Luka Bacok

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 06 Jun 2026 05:10 WIB
Rumah yang jadi TKP ditemukannya bocah SD tewas penuh luka bacok di Dawung, Jenar, Sragen, Jumat (5/6/2026).
Rumah yang jadi TKP ditemukannya bocah SD tewas penuh luka bacok di Dawung, Jenar, Sragen, Jumat (5/6/2026). Foto: dok. detikJateng
Solo -

Insiden berdarah terjadi di Dukuh Bromoasri, Dawung, Jenar, Sragen. Seorang bocah berusia 11 tahun, inisial B, tewas mengenaskan dengan kondisi penuh luka bacok di dalam rumahnya.

Histeris Melihat Kondisi Anaknya

Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, mengungkap BeritaKlik-BeritaKlik terungkapnya peristiwa tragis itu. Berawal pada sore hari, ibu bocah yang kini duduk di bangku kelas 5 SD itu, Dewi, pulang kerja dari pabrik rokok.

"Ibunya pulang kerja sekitar jam 4 sore, lalu histeris (melihat kondisi anaknya). Mendengar itu, Mbah Wadi (warga sekitar) datang melihat, lalu langsung melapor ke RT dan diteruskan ke saya," ujar Aris saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (5/6/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Begitu mendapat laporan, Aris bergegas ke lokasi. Ia menyaksikan pemandangan brutal tersebut.

ADVERTISEMENT

"Kondisi jenazah banyak bekas bacokan, di bagian tangan dan muka. Bahkan mukanya sudah tidak berbentuk. Di lantai juga banyak bekas telapak kaki, kondisinya (darah) sudah kering. Karena itu, langsung saya suruh warga keluar semua dan melarang ada yang memfoto," jelasnya.

Sepeda Motor Juga Raib

Selain penemuan jenazah B, Aris menuturkan sepeda motor Honda Vario berwarna biru milik orang tua korban diketahui hilang dari rumah. Kuat dugaan, motor tersebut dibawa kabur oleh pelaku.

"Sepeda motor hilang," jelasnya.

Aris melanjutkan, korban sedang berada di rumah seorang diri, di mana orang tuanya sudah berangkat kerja sejak pagi hari. Lingkungan sekitar rumah korban juga cenderung sepi saat siang hari karena mayoritas tetangga bekerja sebagai petani tebu dan pedagang.

"Korban ini anak tunggal, anak bawaan dari ibunya. Ayah kandungnya sudah meninggal, lalu ibunya menikah lagi dengan Pak Sukardi. Mereka juga baru sekitar 3 bulan pindah dan menempati rumah baru ini," tambah Aris.

Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Catur Agus Yudo Praseno, ditemui di lokasi pembunuhan bocah SD di Dawung, Jenar, Jumat (5/6/2026).Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Catur Agus Yudo Praseno, ditemui di lokasi pembunuhan bocah SD di Dawung, Jenar, Jumat (5/6/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng

Korban Diduga Dibunuh di Pagi Hari

Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Catur Agus Yudo Praseno, menjelaskan pihaknya melakukan olah TKP di lokasi dugaan pembunuhan tersebut.

"Ditemukan anak perempuan dalam keadaan meninggal dunia di sebuah rumah milik orang tua korban, yang mana ada temuan tanda-tanda kekerasan. Yang pertama itu. Kemudian yang kedua, untuk olah TKP ini masih berjalan dan hasil olah TKP nanti kita evaluasi tentunya dengan langkah-langkah kepolisian secara scientific crime investigation," katanya kepada awak media di lokasi kejadian.

"Yang menemukan pertama ibu korban sekira pukul 4 sore masih mengenakan seragam," lanjutnya.

Ia menjabarkan, berdasarkan hasil penyelidikan dan olah TKP sementara, pembunuhan sadis tersebut diperkirakan terjadi beberapa jam sebelum jasad korban akhirnya ditemukan.

"Kalau berkaitan dengan kronologis kejadian sementara, kurang lebih kejadian kisaran pukul 10.00 sampai 10.30 WIB," terangnya.

Meski demikian, Catur menegaskan pihaknya masih akan terus mendalami perkiraan waktu kematian tersebut secara ilmiah melalui proses medis. Polres Sragen juga telah berkoordinasi dengan tim dokter kepolisian.

"Namun demikian, nanti akan kita dalami termasuk dari hasil penanganan Biddokkes Polda Jateng dalam rangka penanganan jenazah," sambungnya.

Sejumlah barang bukti juga turut diamankan dari rumah korban. Hanya saja, Catur enggan mengungkapkan detail barang yang dibawa.

"Kami meminta rekan-rekan media untuk bersabar memaklumi proses ini karena penyelidikan masih berjalan. Doakan kami untuk bisa mengungkap kasus ini secepatnya," tutur Catur.

Saat ini, jenazah korban dibawa ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk dilakukan autopsi.

"Jenazah korban yang kini telah dievakuasi ke RSUD Sragen untuk dilakukan autopsi," pungkasnya.




(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads