Firasat Ibu Sebelum Bilqis Tewas Dibunuh Rampok: Tak Bisa Tidur

Firasat Ibu Sebelum Bilqis Tewas Dibunuh Rampok: Tak Bisa Tidur

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Sabtu, 06 Jun 2026 14:54 WIB
Ibu Bilqis, Dewi Sri Lestari, saat diwawancarai di rumahnya di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Sabtu (6/6/2026).
Ibu Bilqis, Dewi Sri Lestari di rumahnya di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Sabtu (6/6/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Sragen -

Dewi Sri Lestari (34), warga Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, tak menyangka akan menemukan putri semata wayangnya dalam keadaan tewas mengenaskan. Bilqis Rajiansyah Lestari (11), siswi kelas 5 SD ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya, Jumat (5/6) sore.

Makan mie ayam bersama menjadi momen makan malam terakhir yang dilakukan Bilqis, bersama Dewi, dan ayah sambungnya yang bernama Sukardi, Kamis (4/5).

"Sorenya habis beli mie ayam, Rp 5 ribuan 3 (porsi). Anakku yang beli. Saya tidak ada firasat sama sekali," kata Dewi kepada awak media, Sabtu (6/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Malam harinya, firasat itu mulai datang. Dewi merasakan tidak enak badan, dan perasaannya tidak enak.

ADVERTISEMENT

"Malamnya aku firasat kok badanku gak enak, gelisah. Saya ngomong sama anakku kok badanku gelisah nggak enak. Lalu saya tidur dibawah agak dingin, pindah di atas tidak bisa tidur," ucapnya.

Firasat itu masih terbawa hingga pagi hari. Dewi yang biasa berangkat kerja selepas Subuh, mendadak tidak ingin berangkat kerja karena perasaannya masih tidak enak. Namun akhirnya, Dewi tetap berangkat kerja meski sudah kesiangan.

"Sebelum kerja aku malas berangkat, berangkatnya agak siangan. Biasa berangkat habis subuh. Kalau bapak berangkat agak siang jam 07.00 WIB," ujarnya.

Sekira pukul 16.00 WIB, Dewi pulang dari tempat kerja. Dia mendapati rumahnya tertutup rapat, dan ada gembok yang tidak terkunci.

Saat masuk rumah, Dewi mencoba memanggil putrinya, namun tidak ada jawaban. Dewi kemudian mendapati putrinya tidur di kasur ruang tengah, dan coba ia bangunkan.

Berapa kagetnya Dewi mendapati anaknya sudah tewas bersimbah darah. Anaknya ditemukan tengkurap, dan setengah badannya tertutup selimut.

"Aku memanggil anakku, lalu aku bangunin. Aku panggil Bilqis Bilqis, bocahnya diam, apa sakit ya cuma diam pakai selimut kakinya setengah badan. Aku buka dikit-dikit banyak darahnya di kakinya, sprei dan selimut juga banyak darah. Aku tengkurapin, muka sudah ada luka bacok, sama tangan, dan saya menyalakan lampu, matikan kipas," ucapnya.

Dewi langsung keluar dan teriak-teriak meminta pertolongan warga sekitar. Salah seorang tetangga yang mendengar langsung mendatangi Dewi, dan melihat kondisi Bilqis. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Kades setempat yang diteruskan ke pihak kepolisian.

Saat pendalaman, diketahui sejumlah harta benda di dalam rumah juga ikut raib. Yakni, motor jenis Honda Vario, dan satu unit handphone milik korban.

"(Yang hilang) Motor dan HP anakku. Motor dipakai anak sekolah dan main. Motor lama, beli bekas," terangnya.




(ahr/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads