Buru Pembunuh Bilqis, Polres Sragen Dalami Petunjuk di TKP

Buru Pembunuh Bilqis, Polres Sragen Dalami Petunjuk di TKP

Tara Wahyu NV - detikJateng
Minggu, 07 Jun 2026 15:18 WIB
Polisi saat melakukan olah TKP temuan bocah SD tewas di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Sabtu (6/6/2026).
Polisi saat melakukan olah TKP temuan bocah SD tewas di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Sabtu (6/6/2026). Foto: Dok. detikJateng
Solo -

Polres Sragen masih mendalami kasus pembunuhan bocah perempuan di Sragen, Bilqis Rajiansyah Lestari (11) yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya. Hingga saat ini, tim Satreskrim Polres Sragen masih berada di lapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti.

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indiyasari, mengungkapkan bahwa identitas pelaku memang belum bisa dibeberkan secara gamblang karena proses penyelidikan masih berjalan dinamis.

"Untuk pelaku belum dapat kami ungkap," ujar Kapolres saat dihubungi detikJateng, Minggu (7/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, ia menegaskan bahwa personelnya tidak tinggal diam. Polisi saat ini tengah menyisir dan mendalami segala petunjuk yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Namun demikian, kami masih terus mendalami petunjuk-petunjuk yang ada di TKP. Dan sampai saat ini tim kami masih terus bergerak di lapangan," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Pihak kepolisian pun meminta dukungan dan partisipasi masyarakat agar kasus ini bisa segera menemui titik terang dan pelaku dapat secepatnya diamankan.

"Mohon doanya njih (ya)," pungkas Dewiana.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Sragen digegerkan oleh penemuan jasad seorang bocah perempuan berusia 11 tahun di dalam rumahnya. Korban yang diketahui berinisial Bilqis Rajiansyah Lestari (11), seorang siswi kelas 5 SD, ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi tubuh penuh luka.

Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, mengonfirmasi adanya peristiwa dugaan penganiayaan berat tersebut. Sepeda motor milik orang tua korban juga dilaporkan hilang dari lokasi kejadian.

Aris menceritakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya sendiri, Dewi, sepulang bekerja dari pabrik rokok sekitar pukul 16.00 WIB.

"Ibunya pulang kerja sekitar jam 4 sore, lalu histeris (melihat kondisi anaknya). Mendengar itu, Mbah Wadi (warga sekitar) datang melihat, lalu langsung melapor ke RT dan diteruskan ke saya," ujar Aris saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (5/6) malam.

Saat dirinya tiba di lokasi, kondisi rumah sudah ramai. Ia langsung bergegas masuk dan mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan luka parah di beberapa bagian tubuhnya.

"Kondisi jenazah banyak bekas bacokan, di bagian tangan dan muka. Bahkan mukanya sudah tidak berbentuk. Di lantai juga banyak bekas telapak kaki, kondisinya (darah) sudah kering. Karena itu, langsung saya suruh warga keluar semua dan melarang ada yang memfoto," tutupnya.




(apl/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads