Polisi menyelidiki pencurian sepeda motor secara sadis hingga menyeret bocah SD di Desa Sidowayah, Polanharjo, Klaten. Polisi menduga, pelaku beraksi secara acak.
"Ini masih terus penyelidikan. Iya (cek CCTV) ini masih kita urutkan," ungkap Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Taufik Frida Mustofa kepada detikJateng, Selasa (9/6/2026).
Dijelaskan Taufik, setelah kejadian jajarannya diterjunkan untuk melakukan penyelidikan. Dugaan sementara pelaku beraksi random atau acak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aksinya random," lanjut Taufik.
Pantauan detikJateng di lokasi, TKP kejadian di depan rumah yang merupakan tepi jalan kampung. Di Timur lokasi ada simpang jalan yang ke arah selatan terhubung dengan Jalan Raya Tegalgondo-Janti.
Jarak lokasi dengan jalan raya tersebut hanya sekitar 50 meter. Seorang pelaku kabur lewat jalan raya tersebut, sedang satu orang ke utara membawa motor curian.
Sebelumnya diberitakan, aksi pencurian sepeda motor terjadi di Dukuh Gaten, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, tadi sore. Pelaku sempat menyeret anak perempuan korban berinisial A (12) yang saat itu mencoba melawan ketika motor Honda Beat milik keluarganya digondol.
"Kejadiannya jam 15.00 WIB, pas adzan ashar. Anak saya sedang bermain di halaman," kata korban, Reni (43) saat ditemui detikJateng di lokasi, Senin (8/6).
Reni mengatakan, saat itu tiba-tiba datang dua pria yang berboncengan motor matik. Salah satu pria itu lalu turun dan mengambil motor Beat miliknya yang berada di halaman. Namun, aksi maling itu diketahui oleh putri Reni.
"Yang satu ambil motor, anak saya yang tahu lalu teriak minta tolong. Saya lalu lari keluar rumah," ujar Reni.
Reni menjelaskan, saat itu pelaku yang membawa motor Beat miliknya kabur ke arah timur dan menyeret putrinya yang mencoba memegangi motor dari belakang.
"Saya mengejar pelaku yang ke selatan tapi tidak ketangkap. Saya kembali ke pelaku lain yang dihalangi anak saya, tapi sudah tidak ada. Anak saya juga tidak ada," ucap Reni.
Setelah dicari, ternyata putrinya ditemukan di dukuh tetangga yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya. Putrinya mengalami lecet-lecet di kaki dan tangan.
"Ya lecet-lecet dikit di kaki dan tangan karena diseret di situ (dari halaman ke timur), tapi kan terus dibonceng pelaku dan diturunkan di jalan. Ya sekitar satu kilometer," kata dia.
Reni menyebut saat kejadian kondisi kampung sedang sepi. Ada beberapa warga yang mengetahui, tetapi tidak menduga jika orang itu pencuri motor.
"Beberapa warga ya lihat, anak saya teriak-teriak minta tolong, tapi dikira dibonceng biasa," imbuhnya.
(apu/dil)