- Asal-Usul Tradisi Minum Susu 1 Muharam
- Apakah Minum Susu pada 1 Muharam Bisa Membawa Berkah?
- Keutamaan Susu dalam Islam 1. Minuman yang Disukai Rasulullah SAW 2. Memiliki Manfaat bagi Kesehatan 3. Minuman yang Dipilih Rasulullah SAW Saat Isra Miraj 4. Melambangkan Kesucian, Fitrah, dan Hidayah
- Doa Minum Susu 1 Muharam 1448 H
Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H, terdapat berbagai tradisi yang dilakukan oleh umat Islam di sejumlah daerah. Salah satu yang cukup populer adalah tradisi minum susu putih saat 1 Muharam.
Tradisi ini dipercaya sebagian masyarakat sebagai simbol kesucian, kebersihan hati, dan harapan akan datangnya keberkahan di tahun yang baru. Tak sedikit pula yang meyakini bahwa minum susu saat 1 Muharam dapat membawa kebaikan dan kelancaran selama setahun ke depan.
Lantas, benarkah minum susu saat 1 Muharam bisa membawa berkah? Bagaimana pandangan Islam mengenai tradisi tersebut? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asal-Usul Tradisi Minum Susu 1 Muharam
Tradisi minum susu saat menyambut 1 Muharam telah dikenal di sebagian kalangan umat Islam dan berlangsung setiap tahunnya. Meski bukan bagian dari ibadah yang diwajibkan dalam syariat Islam, tradisi ini terus dilestarikan sebagai simbol doa dan harapan memasuki tahun baru Hijriah.
Dikutip dari laman Baznas, tradisi minum susu pada malam 1 Muharam dimulai oleh Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al Maliki, seorang ulama terkemuka sekaligus keturunan Rasulullah SAW. Dalam tradisi tersebut, susu berwarna putih dimaknai sebagai lambang kesucian, kebersihan, dan awal yang baru. Oleh sebab itu, meminum susu saat pergantian tahun Hijriah diharapkan menjadi simbol dimulainya lembaran kehidupan yang lebih baik, bersih dari kesalahan masa lalu, serta dipenuhi keberkahan dan kebaikan.
Tradisi minum susu ini juga berkembang di sejumlah wilayah Timur Tengah. Dikutip dari detikHikmah, masyarakat di Jeddah, Arab Saudi, memiliki kebiasaan menyambut 1 Muharam dengan meminum susu pada pagi hari. Setelah itu, mereka menyantap Mukhliya, hidangan tradisional yang terbuat dari daun rami, sebagai bagian dari perayaan tahun baru Islam.
Rangkaian tradisi tersebut berlanjut setelah sholat Dzuhur. Masyarakat setempat biasanya menikmati kopi dan almond bersama keluarga atau kerabat. Selanjutnya, mereka saling berkunjung untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan ucapan selamat tahun baru Hijriah.
Apakah Minum Susu pada 1 Muharam Bisa Membawa Berkah?
Sebagian masyarakat yang meyakini bahwa minum susu saat menyambut 1 Muharam dapat mendatangkan keberkahan di tahun yang baru. Namun, secara khusus tidak terdapat dalil Al-Quran maupun hadits yang menyebutkan bahwa meminum susu saat 1 Muharam memiliki keutamaan tertentu yang secara langsung mendatangkan berkah.
Meski demikian, dilansir NU Online, tradisi minum susu pada awal tahun Hijriah dipahami sebagai bentuk tafa'ulan atau mengharapkan datangnya kebaikan. Dalam konteks ini, susu yang berwarna putih dijadikan simbol kesucian, kebersihan hati, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik pada tahun yang akan dijalani.
Amalan tersebut dikenal diajarkan oleh Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki, seorang ulama sufi terkemuka dari Makkah yang berasal dari kalangan Ahlussunnah wal Jamaah. Dikisahkan bahwa beliau memiliki kebiasaan membagikan susu putih kepada para santrinya setiap memasuki tahun baru Islam. Menurut beliau, meminum susu di awal tahun Hijriah merupakan simbol harapan agar sepanjang tahun dianugerahi kebaikan, keberkahan, dan kesucian, sebagaimana putihnya warna susu.
Dalam Islam, sikap optimistis dan berharap kepada Allah SWT atas datangnya kebaikan merupakan sesuatu yang dianjurkan. Rasulullah SAW bahkan dikenal menyukai tafa'ul atau pertanda baik serta membenci thiyarah (anggapan sial). Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut:
كَانَ رسول الله صلى الله عليه وسلم يُحِبُّ الْفَأْلَ الْحَسَنَ، وَيَكْرَهُ الطِّيَرَةَ
Artinya: "Nabi SAW itu menyukai tafa'ul yang baik dan membenci tiyarah."
Oleh sebab itu, minum susu pada saat 1 Muharam tidak sepatutnya dipandang sebagai amalan yang pasti mendatangkan berkah. Namun, jika dilakukan sebagai simbol doa, harapan, dan optimisme untuk menyambut tahun baru Hijriah, tradisi tersebut dapat menjadi sarana menumbuhkan semangat memperbaiki diri dan mengharapkan kebaikan dari Allah SWT.
Keutamaan Susu dalam Islam
Susu merupakan salah satu minuman yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Selain dikenal sebagai minuman yang menyehatkan, susu juga beberapa kali disebut dalam riwayat yang berkaitan dengan Rasulullah SAW. Tidak heran jika sebagian ulama memandang susu sebagai simbol kesucian, fitrah, dan kebaikan.
Dihimpun dari majalah Mimbar Jum'at terbitan Bidang Penyelenggara Peribadatan Badan Pengelola Masjid Istiqlal serta laman NU Online, berikut sejumlah keutamaan susu dalam Islam:
1. Minuman yang Disukai Rasulullah SAW
Salah satu keutamaan susu adalah menjadi minuman yang disukai oleh Nabi Muhammad SAW. Rasulullah diketahui sering mengonsumsi susu kambing maupun susu unta. Namun, susu kambing lebih sering beliau minum karena lebih mudah diperoleh dan tersedia dalam jumlah yang cukup banyak.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَ أَحَبَّ الشَّرَابِ إِلىَ رَسُوْلِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّبَنُ
Artinya: "Diceritakan dari Ibnu Abbas, ia berkata: Sungguh minuman yang paling disenangi oleh Rasulullah SAW adalah susu." (HR Abu Nuaim)
2. Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Susu juga dikenal sebagai minuman yang kaya nutrisi. Kandungan protein, kalsium, vitamin, dan mineral di dalamnya bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang, gigi, serta mendukung pertumbuhan dan daya tahan tubuh. Manfaat kesehatan inilah yang menjadikan susu sebagai salah satu minuman yang dianjurkan untuk dikonsumsi secara seimbang sesuai kebutuhan tubuh.
3. Minuman yang Dipilih Rasulullah SAW Saat Isra Miraj
Keistimewaan susu juga tampak dalam peristiwa Isra Miraj. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW diperlihatkan beberapa pilihan minuman, di antaranya susu, madu, dan khamar. Dari pilihan tersebut, beliau memilih susu dan kemudian meminumnya.
Pilihan Rasulullah terhadap susu kemudian mendapat pujian karena dianggap sesuai dengan fitrah manusia. Peristiwa ini menjadi salah satu alasan mengapa susu memiliki makna simbolis yang kuat dalam ajaran Islam.
4. Melambangkan Kesucian, Fitrah, dan Hidayah
Para ulama menjelaskan bahwa pilihan Rasulullah SAW terhadap susu dalam peristiwa Isra Miraj bukan sekadar pilihan minuman biasa. Susu dipandang sebagai simbol fitrah, kesucian, dan petunjuk yang lurus dari Allah SWT.
Pilihan tersebut menjadi isyarat bahwa umat Islam akan tetap berada di jalan hidayah selama berpegang teguh pada ajaran yang dibawa Rasulullah SAW. Karena makna simbolis inilah, susu sering dikaitkan dengan harapan akan kehidupan yang lebih baik, bersih, dan penuh keberkahan.
Berbagai keutamaan tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa sebagian ulama menganjurkan tradisi minum susu saat menyambut 1 Muharam. Tradisi ini bukan karena adanya dalil khusus yang mewajibkannya, melainkan sebagai bentuk tafa'ul atau harapan akan datangnya tahun baru yang dipenuhi kesucian, kebaikan, dan keberkahan, sebagaimana makna yang terkandung dalam susu itu sendiri.
Doa Minum Susu 1 Muharam 1448 H
Bagi detikers yang ingin mengikuti tradisi minum susu saat menyambut 1 Muharam 1448 H, terdapat doa yang dapat dibaca sebelum atau saat meminumnya. Doa ini pada dasarnya merupakan doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika mengonsumsi susu, sehingga sering diamalkan oleh umat Islam sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan akan keberkahan.
Dilansir NU Online dan detikHikmah, berikut bacaan doa minum susu yang dapat diamalkan pada saat 1 Muharam:
اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ وَزِدْنَا مِنْه
Latin: Allahumma baarik lanaa fiihi wa zidnaa minhu.
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami pada (minuman) ini dan tambahkanlah kepada kami darinya." (HR Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad, dan Ibu Majah)
Selain doa di atas, ada juga doa yang lebih panjang sebelum minum susu 1 Muharam, berikut bacaan doanya:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ، وَزِدْنَا مِنْهُ فَإِنَّهُ لَيْسَ شَيْءٌ يُجْزِئُ مِنَ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ غَيْرَ اللَّبَنِ
Latin: Allahumma baarik lanaa fiihi, wa zidnaa minhu fa innahu laisa syai'un yujzi'u minath-tha'aami wasy-syarabi ghairal laban.
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami padanya dan tambahkanlah kepada kami darinya. Sesungguhnya tidak ada sesuatu yang dapat mencukupi sebagai makanan dan minuman selain susu." (HR Ahmad dan Tirmidzi)
Itulah penjelasan mengenai tradisi minum susu putih saat 1 Muharam, mulai dari asal-usul, makna, keutamaan susu dalam Islam, hingga doa yang dapat dibaca ketika mengamalkannya. Meski tidak termasuk amalan yang diwajibkan atau memiliki keutamaan khusus yang ditetapkan syariat, tradisi ini mengandung nilai positif berupa optimisme, doa, dan harapan baik dalam menyambut tahun baru Hijriah. Semoga bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Sri Wahyuni Oktafia peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik
(num/ahr)