Wali Kota Solo, Respati Ardi, menanggapi permintaan Pelaksana Pelestari, Pengembangan dan Pemanfaatan Keraton Solo, KPH Panembahan Agung Tedjowulan, untuk menengahi dua kubu di Keraton Solo dalam penyelenggaraan Kirab Malam 1 Suro. Sebab, dua kubu sama-sama akan menggelar acara kirab.
Respati menilai, Pemkot Solo berada dalam posisi yang netral dalam pelaksanaan Kirab 1 Suro di Keraton Solo. Pihaknya menempatkan diri pada posisi menjaga kelancaran, ketertiban, kekhidmatan tradisi, serta menghormati seluruh proses adat yang berlangsung di internal Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
"Bagi kami, yang utama adalah bagaimana tradisi 1 Suro tetap berlangsung khidmat, aman, dan tertib. Kami menghormati dinamika yang ada di internal Keraton Kasunanan. Pemerintah Kota bersama Forkopimda akan fokus pada pengamanan, kelancaran lalu lintas, dan kenyamanan masyarakat yang ingin menyaksikan maupun mengikuti rangkaian tradisi ini," kata Respati dalam siaran pers yang diterima detikJateng, Kamis (11/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Solo terus memberikan dukungan agar prosesi Kirab Malam 1 Suro berjalan lancar. Rapat dengan instansi terkait yang melibatkan Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Pariwisata, Pihak kepolisian, dan TNI terus digelar agar acara keamanan, kenyamanan, dan ketertiban selama acara terjaga.
Respati juga meminta dukungan dari agar Kirab 1 Suro di Keraton Solo dapat berjalan lancar, sehingga nilai dari Kirab 1 Suro tetap dapat dirasakan. Menurutnya, tradisi pergantian tahun Jawa ini dapat menjadi ruang tirakat, refleksi diri, serta sarana untuk menjaga harmoni antara manusia, budaya, dan alam semesta.
"Semoga acara ini lancar. Saya berharap seluruh pihak dan seluruh masyarakat ikut mendukung kelancaran kegiatan Kirab 1 Suro. Semoga dari kesakralan ini, kita mendapatkan manfaat langsung dan menjadi ruang refleksi diri," jelasnya.
Kirab malam 1 Suro Tahun Be 1960/2026 Solo jatuh pada Selasa (16/6) malam. Selain Keraton Solo, Pura Mangkunegaran juga akan menggelar acara serupa. Respati berharap, kegiatan kebudayaan itu dapat berbuah positif untuk perekonomian.
"Kirab 1 Suro juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata. Saya berharap banyak tamu-tamu yang akan hadir di Kota Solo. Mari kita bersama-sama menjaga kelancaran Kirab 1 Suro," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan mengatakan bahwa dalam rapat tersebut menghasilkan putusan agar rapat lanjutan diakomodir oleh Wali Kota Solo, Respati Ardi. Rencananya, rapat tersebut bisa dilaksanakan pada hari Sabtu (13/6) atau Minggu (14/6).
"Sudah banyak masukan dan sudah banyak analisa, sehingga diambil kesimpulan bahwa tanggal 13 Juni atau 14 Juni nanti, saya tadi dari perwakilan Balai Kota ada, supaya dilaporkan ke Pak Wali, supaya Pak Wali mengundang kita semuanya. Itu, jadi dari saya sama Gusti Wandansari nanti, dari pihak-pihak lain yang terkait dengan masalah keraton ini," katanya ditemui di Keraton Solo, Rabu (9/6).
Disinggung mengenai rencana Paku Buwono XIV Purbaya yang juga menggelar kirab pusaka malam 1 Suro, Tedjowulan enggan banyak berkomentar. Menurutnya, nanti akan ditengahi oleh Wali Kota Solo.
"Itu tadi, tanggal 13-14 saya minta Pak Wali, waktu itu mengundang-undang kita. Itu, di tempatnya Wali Kota sana. Iya (rapat lanjutan). (PB XIV Purbaya juga menggelar di waktu yang sama?) Ya nanti Pak Wali Kota berarti," terangnya.
Tedjowulan menyebut, bahwa saat ini memang masih ada yang perlu diselesaikan untuk tegak lurus dengan pemerintah.
"Hanya sekarang itu masih ada yang perlu diselesaikan terkait dengan tegak lurus tadi, antara Keraton, Pemda Tingkat 1, Tingkat 2, sampai dengan Kementerian. Itu mesti dirembuk ben hasilnya baik, ben Kota Solo toto tentrem kerto raharjo, thukul kang sarwa tinandur," terangnya.
(alg/apl)