Rangkaian Acara Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran, dari Atita hingga Anagata

Rangkaian Acara Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran, dari Atita hingga Anagata

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Kamis, 11 Jun 2026 14:47 WIB
Ketua Panitia Penyelenggara 1 Suro Be 1960 Mangkunegran, GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura, saat konferensi pers malam 1 suro di Pura Mangkunegaran, Kota Solo, Kamis (11/6/2026).
Ketua Panitia Penyelenggara 1 Suro Be 1960 Mangkunegran, GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura. Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Solo -

Ribuan orang akan dilibatkan dalam kirab malam 1 Suro Tahun Be 1960/2026 Mangkunegaran yang jatuh pada Selasa (16/6) malam. Mangkunegaran akan melibat keluarga, kerabat, abdi dalem, dan masyarakat dalam peringatan 1 Suro tersebut.

Ketua Panitia Penyelenggara 1 Suro Be 1960 Mangkunegran, GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura mengatakan, dalam perayaan ini Mangkunegaran ingin mengajak masyarakat untuk mulih atau pulang, baik pulang ke rumah, ke alam, maupun kembali ke jati diri masing-masing.

"Pulang ke rumah, pulang ke alam, pulang untuk kembali ke diri sendiri. Karena itu lah spirit atau makna dari Suro sesuai di Mangkunegaran, yaitu pulang atau mulih. Tentu pulang terkait tidak hanya secara arti pulang, tapi juga kembali ke alam, ke semesta, diri kita sendiri, dan terutama untuk memulihkan diri kita sendiri atau pulih," kata Gusti Suro saat konferensi pers di Pura Mangkunegaran, Kota Solo, Kamis (11/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam peringatan Malam 1 Suro ini, Mangkunegaran akan menggelar rangkaian acara selama 24 jam. Sebab, Suro merupakan acara sakral atau ritual adat yang dijalani bersama-sama secara sadar.

ADVERTISEMENT

Rangkaian peringatan 1 Suro di Mangkunegaran ini secara simbolis dibagi menjadi tiga kategori, yakni Atita (melepaskan yang telah berlalu), Atiki (hadir sepenuhnya di saat ini), dan Anagata (menyambut yang akan datang).

Rangkaian Atita akan dimaknai dengan doa dan santap sore (mutih) sebelum tirakat, Pameran Instalasi 1 Sura, dan Kirab Pusaka Dalem. Pada tengah malam dilanjutkan rangkai Atiki berupa semedi. Kemudian dilanjutkan Anagata yang diwujudkan dalam laku sembah catur, menulis kartu harapan, dan larasati.

"Jadi 1 Suro merupakan upacara ritual adat yang sangat sakral, penuh makna, penuh refleksi, penuh rasa syukur. Bukan hanya sekedar tontonan, tapi untuk masyarakat kembali pulang, hadir, melepaskan, dan menyambut," ucapnya.

Diperkirakan, ribuan orang akan ikut serta dalam rangkaian upacara adat peringatan malam 1 Suro di Mangkunegran. Gusti Suro belum bisa memastikan berapa pusaka yang akan dikeluarkan saat kirab nanti, termasuk tamu VVIP yang akan hadir.

"Jumlah pesertanya sampai saat ini sudah ribuan. Lalu masyarakat yang berkumpul di Pamedan kita siapkan 10 ribuan, disana bisa nonton bersama prosesi acara, dan kirab. Untuk pusaka yang keluar kami masih menunggu dawuh dari Kanjeng Gusti," jelasnya.

Rute kirab dimulai dari rombongan keluar dari gerbang utama Pura Mangkunegaran ke selatan melintasi jalan Diponegoro hingga simpang Pasar Pon. Lalu ke barat melintasi Jalan Slamet Riyadi, belok ke utara ke Jalan Kartini mengitari Pura Mangkunegaran, ke Jalan RM Said dan Teuku Umar, hingga Jalan Slamet Riyadi lalu ke barat, kembali ke Jalan Diponegoro, dan kembali masuk ke Pura Mangkunegaran.




(alg/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads