Alasan Pemkot Solo Belum Mediasi 2 Kubu Keraton Bakal Kirab Suro Bareng

Alasan Pemkot Solo Belum Mediasi 2 Kubu Keraton Bakal Kirab Suro Bareng

Tara Wahyu NV - detikJateng
Jumat, 12 Jun 2026 18:30 WIB
Abdi dalem membawa kerbau bule peranakan pusaka kerbau Kyai Slamet untuk mengikuti kirab Satu Sura di Keraton Kasunanan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (26/6/2025) malam. Kirab tersebut dalam rangka memperingati pergantian tahun baru Hijriah yang dalam penanggalan Jawa disebut Satu Sura. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/bar
Kirab Satu Sura di Keraton Kasunanan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (26/6/2025) malam. Foto: ANTARA FOTO /MOHAMMAD AYUDHA
Solo -

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo belum mengagendakan rapat atau pertemuan terkait kirab malam 1 Suro di Keraton Solo sebagaimana permintaan Pelaksana Pelestari, Pengembangan dan Pemanfaatan Keraton Solo, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budi Murtono, mengatakan bahwa pada prinsipnya Pemkot Solo menginginkan agar seluruh rangkaian kirab budaya di Keraton Solo dapat berjalan kondusif dan lancar.

"Sementara ini kami belum mengadakan rapat atau pertemuan dulu karena kita masih menunggu pihak di sana. Intinya, Pemkot itu ingin mengamankan jalannya pelaksanaan kirab," ujar Budi saat ditemui di Balai Kota Solo, Jumat (12/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait soal rencana mediasi antarkubu yang sempat diwacanakan oleh Gusti Tejo, Budi mengatakan bahwa Pemkot Solo telah menerima surat resmi dari pihak keraton yang ditujukan ke Wali Kota Solo. Meski demikian, koordinasi tatap muka secara resmi belum dilaksanakan karena surat serupa juga dikirimkan oleh pihak PB XIV Mangkubumi.

"Kemarin dari pihak keraton sudah ngirim surat ke kami, ke Bapak Wali Kota. Tapi sampai saat ini kita masih menunggu dulu, karena yang ngirim surat ke kita kan semua pihak. Ada dari pihaknya Gusti Tedjowulan ngirim, terus dari pihaknya Gusti Hangabehi (PB XIV Mangkubumi) juga. Nah, ini kami nunggu dulu aja," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Soal kesiapan masing-masing kubu, yang mana pihak PB XIV Purbaya sudah memiliki rencana kirab yang jelas, Budi enggan berkomentar lebih jauh.

"Nah, itu yang kita tunggu. Kami dari Pemkot sementara belum bisa berkomentar untuk itu. Intinya kita nunggu pihak mereka bagaimana pelaksanaannya. Kita nanti prinsipnya membantu dalam hal pengamanan pelaksanaannya aja," kata Budi.

Mengenai permintaan dari Gusti Tedjowulan yang berharap Pemkot Solo bisa memfasilitasi pertemuan mediasi pada akhir pekan ini, Budi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada agenda resmi yang dijadwalkan oleh Pemkot Solo untuk keperluan tersebut.

"Prinsipnya Pemkot itu kan ingin agar pelaksanaan kirab Suro, khususnya di Keraton bisa berjalan dengan baik. Lah, sementara ini kami belum mengadakan rapat atau pertemuan dulu karena kita masih menunggu pihak di sana," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan meminta Wali Kota Solo, Respati Ardi mengakomodir rapat terkait kirab 1 Suro dari dua kubu di Keraton Solo. Rapat itu diharapkan bisa dilaksanakan pada Sabtu (13/6) atau Minggu (14/6).

"Sudah banyak masukan dan sudah banyak analisa, sehingga diambil kesimpulan bahwa tanggal 13 Juni atau 14 Juni nanti, saya tadi dari perwakilan Balai Kota ada, supaya dilaporkan ke Pak Wali, supaya Pak Wali mengundang kita semuanya. Itu, jadi dari saya sama Gusti Wandansari nanti, dari pihak-pihak lain yang terkait dengan masalah keraton ini," katanya ditemui di Keraton Solo, Rabu (9/6).

Disinggung mengenai rencana Paku Buwono XIV Purbaya yang juga menggelar kirab pusaka malam 1 Suro, Tedjowulan enggan berkomentar banyak. Menurutnya, nanti akan ditengahi oleh Wali Kota Solo.

"Itu tadi, tanggal 13-14 saya minta Pak Wali, waktu itu mengundang-undang kita. Itu, di tempatnya Wali Kota sana. Iya (rapat lanjutan). (PB XIV Purbaya juga menggelar di waktu yang sama?) Ya nanti Pak Wali Kota berarti," terangnya.




(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads