Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang ditandai dengan masuknya 1 Muharam sudah dekat. Pada momen pergantian tahun itu, beberapa pemeluk agama Islam mengerjakan puasa sunnah 1 Muharam.
Sebelum tanggalnya benar-benar tiba, detikers harus memahami hukum mengerjakan, jadwal, hingga bacaan niatnya dahulu. Jangan sampai, kita mengerjakan amalan yang sejatinya tidak dituntunkan Nabi Muhammad SAW.
Sebab, amalan yang demikian akan tertolak. Dikutip dari buku Teruntuk Perempuan Beriman tulisan Ainun Lathifah, Rasulullah bersabda:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدُّ
Artinya: "Barang siapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak." (HR Muslim)
Yuk, simak pembahasan lengkapnya yang telah detikJateng rangkumkan di bawah ini!
Hukum Puasa 1 Muharam: Boleh atau Tidak?
Menurut penjelasan dari laman Sekolah Tinggi Agama Islam Dirosat Islamiyah al-Hikmah, tidak terdapat dalil khusus berisi anjuran puasa pada 1 Muharam. Begitu pula dengan puasa pada 10 hari awal Muharam.
Apakah itu berarti puasa 1 Muharam mutlak haram? Perlu detikers ketahui, Muharam adalah 1 dari 4 bulan mulia yang ditetapkan Allah SWT. Padanya, amal baik dilipatgandakan sehingga seorang muslim disunnahkan banyak berbuat baik.
Khusus Muharam, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri yang mengatakan puasa padanya begitu utama. Diambil dari buku Catatan Fikih Puasa Sunnah karya Hari Ahadi, suatu ketika Nabi SAW ditanya mengenai puasa yang paling utama setelah Ramadan.
Beliau menjawab: "Puasa di bulan Allah, al-Muharram." (HR Muslim no 1163)
Hanya saja, Nabi SAW tidak merinci tanggal puasa Muharam. Itu artinya, detikers dapat mengerjakan puasa Senin Kamis, Ayyamul Bidh, Asyura, Tasua, hingga puasa Mutlak.
Akhir kata, puasa pada 1 Muharam hukumnya boleh. Dengan catatan, diniatkan untuk mengikuti sunnah Nabi SAW yang mengatakan puasa Muharam begitu mulia, bukan karena tanggal 1-nya. Wallahu a'lam bish-shawab.
Jadwal Puasa 1 Muharam 2026
Dilihat dari Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dikeluarkan Kementerian Agama, Juni tahun ini beririsan dengan Dzulhijjah dan Muharam. Sedianya Dzulhijjah akan berakhir pada Senin, 15 Juni 2026.
Dengan demikian, 1 Muharam 1448 H bertepatan dengan Selasa, 16 Juni 2026 M.
Bagi detikers yang berniat memperbanyak puasa sunnah selama Muharam berlangsung sebagaimana sabda Nabi SAW, dapat memulainya sejak tanggal 1. Namun, jangan berpuasa sebulan penuh karena sang Khatamul Anbiya hanya menggenapkan puasa sebulan pada Ramadan saja.
Bacaan Niat Puasa 1 Muharam 2026
Niat adalah fondasi ibadah dalam syariat Islam yang tidak boleh sampai terlewat. Tanpa niat, ibadah tidak ada bedanya dengan kegiatan biasa yang tak bernilai.
Niat wajib ada di hati, tanpa dipersyaratkan untuk diucap. Meski begitu, ada ulama yang menganggap pelafalan niat sebagai sunnah.
Seperti sudah dijelaskan di atas, tidak ada puasa khusus 1 Muharam. Yang ada adalah anjuran berpuasa sunnah selama Muharam masih berlangsung.
Diambil dari laman NU Online, niat puasa Muharam adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta'âlâ.
Arti: "Saya niat puasa Muharram karena Allah Ta'âlâ."
Demikian pembahasan ringkas puasa 1 Muharam 2026, mulai dari hukum mengerjakan, jadwal, hingga bacaan niatnya. Semoga bermanfaat, ya, detikers!
(num/afn)
