- Keutamaan Bulan Muharam dalam Islam 1. Bulan Pertama dalam Kalender Hijriah 2. Bulan untuk Introspeksi Diri 3. Bulan Dilipatgandakan Amal Baik dan Buruk 4. Bulan Muharam Termasuk Empat Bulan Haram 5. Bulan Muharam adalah Bulan Allah dan Para Nabi
- 8 Amalan Bulan Muharam Sesuai Sunnah Nabi SAW 1. Melaksanakan Puasa Asyura 2. Mengerjakan Puasa Tasua 3. Memperbanyak Puasa di Bulan Muharam 4. Menyantuni Anak Yatim 5. Memperbanyak Amalan Sunnah 6. Bertobat kepada Allah SWT 7. Membaca Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Muharam 8. Melonggarkan Nafkah Kepada Keluarga di Hari Asyura
Bulan Muharam adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah yang menandai masuknya tahun baru Islam. Bulan ini dipandang sebagai bulan yang mulia yang di dalamnya terdapat banyak keutamaan dan amalan-amalan yang disunnahkan untuk dilakukan oleh umat Islam.
Dalam sejarahnya, dikutip dari Majalah Aula terbitan Nahdlatul Ulama, penetapan bulan Muharam sebagai awal bulan dalam kalender Hijriah disandarkan pada peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 M yang terjadi di bulan Muharam. Hal inilah yang menyebabkan Khalifah Umar bin Khattab menetapkan bulan Muharam sebagai penanda tahun baru Islam.
Untuk menyambut kedatangan tahun baru Islam sekaligus bulan yang penuh kebaikan ini, seyogyanya umat Islam memahami keutamaan dan amalan apa saja yang dianjurkan dilakukan pada bulan Muharam. Berikut pemaparan mengenai keutamaan dan amalan bulan Muharam yang wajib detikers ketahui.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keutamaan Bulan Muharam dalam Islam
Bulan Muharam memiliki banyak keutamaan, salah satunya ialah termasuk bulan yang dianggap suci di dalam Islam. Dirangkum dari Majalah Aula oleh Nahdlatul Ulama dan buku Lima Belas Faedah Fiqih Bulan Muharram karya Abu Asma Andre, berikut kumpulan keutamaan bulan Muharam.
1. Bulan Pertama dalam Kalender Hijriah
Keutamaan pertama dari bulan Muharam adalah perannya sebagai bulan pertama dalam kalender Islam. Hal ini berdasarkan kesepakatan para sahabat terdahulu pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab. Umar bin Khattab menyampaikan,
"Bahkan hendaklah dimulai dengan bulan Muharam, karena pada saat itu manusia telah selesai dari melaksanakan ibadah haji' dan mereka (para sahabat) menyepakati" (diriwayatkan dalam Tarikh Abu Nu'aim Fadhl bin Dukain).
2. Bulan untuk Introspeksi Diri
Bulan Muharam yang menandai pergantian tahun dalam kalender Islam memiliki keutamaan sebagai masa bagi manusia untuk bermuhasabah, evaluasi, dan introspeksi diri terhadap perjalanan hidupnya selama ini agar di masa depan menjadi lebih baik. Oleh sebab itu, sudah sepantasnya umat Islam menjadikan momen bulan Muharam sebagai waktu untuk memperbanyak evaluasi diri agar dapat menjalankan tahun yang baru dengan lebih baik lagi.
3. Bulan Dilipatgandakan Amal Baik dan Buruk
Keutamaan lainnya dari bulan Muharam adalah amalan yang dilakukan di bulan ini akan dilipatgandakan oleh Allah, baik amal kebaikan maupun yang buruk. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi kezaliman dan kemaksiatan. Anjuran untuk menjauhi keburukan di bulan Muharam juga terlihat dari adanya larangan untuk melakukan peperangan di bulan ini.
4. Bulan Muharam Termasuk Empat Bulan Haram
Bulan Muharam adalah salah satu empat bulan Haram yang disebut sebagai bulan suci dalam Islam. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam QS At Taubah ayat 36:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."
Menurut pendapat para ulama, empat bulan yang dimaksud dalam ayat ini adalah bulan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharam, dan Rajab.
5. Bulan Muharam adalah Bulan Allah dan Para Nabi
Keutamaan lainnya dari bulan Muharam adalah bulan ini disebut sebagai bulan Allah (syahrullah). Rasulullah SAW bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ
Artinya: "Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah bulan Muharam." (HR Muslim)
Selain itu, bulan Muharam juga dikenal sebagai bulannya para nabi. Hal ini dikarenakan terdapat banyak peristiwa bersejarah yang berkaitan dengan nabi terjadi di bulan Muharam. Peristiwa tersebut antara lain, diterimanya taubat Nabi Adam setelah diturunkan dari surga, diangkatnya Nabi Idris AS ke tempat yang tinggi, diturunkannya Nabi Nuh AS dari kapal setelah banjir bandang, diselamatkannya Nabi Ibrahim AS dari pembakaran api Raja Namrud, diturunkannya kitab Taurat kepada Nabi Musa AS, dikeluarkannya Nabi Yusuf AS dari penjara, disembuhkannya Nabi Ayyub AS dari sakit kulit berkepanjangan, dan diampuninya kesalahan yang telah lewat dan akan datang dari Nabi Muhammad SAW.
8 Amalan Bulan Muharam Sesuai Sunnah Nabi SAW
Dari berbagai macam keutamaan di bulan Muharam, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah di bulan ini. Dirangkum dari buku Khotbah Jumat Sepanjang Tahun tulisan M. Rouful Wahab dan S.M. Hamzah, Majalah Aula oleh Nahdlatul Ulama, dan buku Lima Belas Faedah Fiqih Bulan Muharram karya Abu Asma Andre, berikut 8 amalan yang dianjurkan di bulan Muharam.
1. Melaksanakan Puasa Asyura
Amalan yang dianjurkan di bulan Muharam salah satunya adalah berpuasa di hari Asyura. Hari Asyura adalah sebutan untuk hari kesepuluh di bulan Muharam. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 10 Muharam. Puasa sunnah ini memiliki keutamaan yang besar, yakni menghapuskan dosa setahun yang lalu.
Rasulullah SAW bersabda:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ سُئِلَ عَنْ صِيَامِ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ
Artinya: "Sungguh Rasulullah SAW bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: 'Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat.'" (HR Muslim)
2. Mengerjakan Puasa Tasua
Selain puasa Asyura yang memiliki keutamaan besar, umat Islam juga dianjurkan untuk melaksanakan puasa Tasua. Anjuran ini muncul setelah seorang sahabat memberi tahu bahwa puasa Asyura bersamaan waktunya dengan ibadah kaum Yahudi. Oleh sebab itu, puasa Tasua disunnahkan sebagai bentuk pembeda antara umat Islam dan Yahudi. Rasulullah SAW bersabda:
صُومُوا يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ صُوْمُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ
Artinya: "Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya." (HR Ahmad)
3. Memperbanyak Puasa di Bulan Muharam
Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak puasa di bulan Muharam. Selain puasa Tasua pada 9 Muharam dan puasa Asyura pada 10 Muharam, umat Islam juga dapat melaksanakan puasa sunnah pada hari-hari awal Muharam, puasa Senin dan Kamis, serta puasa Ayyamul Bidh yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.
Meski demikian, umat Islam tidak diwajibkan berpuasa sepanjang bulan Muharam. Anjuran yang dimaksud adalah memperbanyak puasa sunnah sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing, tanpa memberatkan diri.
4. Menyantuni Anak Yatim
Amalan lainnya yang disunnahkan di bulan Muharam adalah menyantuni anak yatim. Ada istilah yang menyebutkan bahwa bulan Muharam adalah bulan lebaran anak yatim atau Idul Yatama, yang bagi sebagian umat Islam di Indonesia dijadikan sebagai momen berbagi dengan anak yatim.
Menyantuni anak yatim di hari Asyura merupakan amal ibadah yang memiliki keutamaan sangat besar. Karena menyantuni anak yatim berarti seseorang telah bersedekah dan bersedekah di hari Asyura diibaratkan bersedekah selama satu tahun. Rasulullah SAW bersabda yang artinya,
"Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura seakan-akan seperti puasa satu tahun. Dan barangsiapa bersedekah pada hari Asyura maka seperti sedekah satu tahun." (HR Al-Bazzar)
5. Memperbanyak Amalan Sunnah
Selain memperbanyak puasa, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak berbagai amalan sunnah selama bulan Muharam. Sebagai salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT, Muharam menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak perbuatan baik.
Ada banyak sekali amalan sunnah yang bisa dilakukan seperti memperbanyak sholat sunnah, bersedekah, menyambung silaturahim, mandi dengan niat untuk bertaubat, memakai celak mata, menjenguk orang sakit, memotong kuku, dan membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali.
6. Bertobat kepada Allah SWT
Muharam merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah yang sering dimaknai sebagai awal lembaran baru dalam kehidupan seorang muslim. Bulan ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri dan mengevaluasi berbagai perbuatan yang telah dilakukan sepanjang tahun sebelumnya.
Oleh sebab itu, umat Islam disunnahkan untuk melakukan tobat nasuha di bulan Muharam serta memperbanyak permohonan ampun kepada Allah SWT. Hal ini menjadi usaha untuk menata kembali hidup di tahun yang baru.
7. Membaca Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Muharam
Sunnah yang bisa dilakukan di momen pergantian tahun baru Islam adalah membaca doa akhir tahun dan awal tahun. Doa akhir tahun dibaca sebelum matahari terbenam pada akhir bulan Dzulhijjah dan doa awal tahun dibaca setelah terbenamnya matahari pada 1 Muharam.
Bacaan doa akhir tahun Hijriah:
اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْ لِي وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ
Latin: Allahumma ma 'amiltu min 'amalin fi hadzihis sanati ma nahaitani 'anhu wa lam atub minhu, wa halumta fiha 'alayya bifadhlika ba'da qudratika 'ala 'uqubati, wa da'autani ilat taubati min ba'di jara'ati 'ala ma'shiyatika, fa inni istaghfartuka faghfir li. Wa ma 'amiltu fiha mimma tardha wa wa'adtani 'alaihits tsawaba fa as'aluka an tataqabbala minni wa la taqtha' raja'i minka ya Karim.
Artinya: "Ya Allah, segala amal yang telah aku lakukan pada tahun ini yang Engkau larang, sedangkan aku belum bertobat darinya, dan Engkau dengan kemurahan-Mu telah bersabar terhadapku meskipun Engkau berkuasa untuk menghukumku, serta Engkau mengajakku untuk bertobat setelah keberanianku berbuat maksiat kepada-Mu, maka sungguh aku memohon ampun kepada-Mu, karenanya ampunilah aku. Dan segala amal yang telah aku lakukan pada tahun ini yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan pahala atasnya, maka aku memohon kepada-Mu agar Engkau menerimanya dariku dan janganlah Engkau memutus harapanku kepada-Mu, wahai Zat Yang Maha Pemurah."
Bacaan doa awal tahun Hijriah:
اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَكَرِيمِ جُودِكَ الْمُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيدُ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالْاشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَىٰ يَاذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Latin: Allahumma antal-abadiyyul-qadimul-awwalu, wa 'ala fadhlikal-'azimi wa karimi judikal-mu'awwalu. Wa hadza 'amun jadidun qad aqbala, as'alukal-'ishmata fihi minasy-syaithani wa auliya'ihi, wal-'auna 'ala hadzihin-nafsil-ammarati bis-su'i, wal-isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya Dzal-Jalali wal-Ikram.
Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Kekal, Maha Dahulu, dan Maha Awal. Kepada karunia-Mu yang agung dan kemurahan-Mu yang mulia tempat kami berharap. Tahun baru ini telah datang. Aku memohon kepada-Mu perlindungan di dalamnya dari godaan setan dan para pengikutnya, serta pertolongan untuk mengendalikan nafsu yang selalu mendorong kepada keburukan. Aku juga memohon agar disibukkan dengan segala sesuatu yang dapat mendekatkanku kepada-Mu, wahai Tuhan Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan."
8. Melonggarkan Nafkah Kepada Keluarga di Hari Asyura
Amalan lainnya yang disunnahkan di bulan Muharam khususnya hari Asyura adalah melonggarkan nafkah untuk keluarga, terutama istri dan anak. Rasulullah SAW bersabda yang artinya,
"Barangsiapa memberi kelapangan bagi dirinya dan keluarganya pada hari Asyura, niscaya Allah akan memberikan kelapangan baginya sepanjang tahun itu." (HR Baihaqi)
Demikian penjelasan mengenai amalan di bulan Muharam beserta keutamaannya. Semoga bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Sri Wahyuni Oktafia peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik
(num/apu)
