Teka-teki soal kematian mahasiswa UGM sekeluarga di dalam tenda saat kamping di Taman Wisata Alam Posong, Temanggung, telah terungkap. Polisi menyebut penyebab kematian sekeluarga yang terdiri dari empat orang itu karena keracunan karbon monoksida.
Hal tersebut terungkap setelah polisi melakukan serangkaian analisis berbasis scientific crime investigation (SCI). Ahli dari Bid Dokkes Polda Jawa Tengah (Jateng) telah melakukan pemeriksaan luar dan dalam terhadap jenazah salah satu korban, Alvino Evan Hakim atau AEH (17).
"Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium kriminalistik dapat disimpulkan bahwa barang bukti berupa potongan organ urine dan darah positif mengandung karbon monoksida dan negatif sianida," kata Kapolres Temanggung, AKBP Zamrul Aini dalam keterangan persnya, Senin (15/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zamrul menjelaskan, tidak ada tanda-tanda kekerasan terhadap tubuh korban. Polisi mendapati tanda mati lemas karena keracunan karbon monoksida.
"Tidak didapatkan luka akibat kekerasan benda tumpul atau tajam, didapatkan tanda mati lemas dan pembusukan sebab kematian adalah keracunan karbon monoksida mengakibatkan mati lemas," ujarnya.
Karbon monoksida yang menyebabkan kematian korban disebut Zamrul berasal dari hasil pembakaran briket atau arang dari tungku yang disediakan oleh pengelola. Tungku tersebut berada di dalam tenda yang tertutup rapat.
"Penyelidik dan penyidik menyimpulkan kematian tempat korban karena keracunan karbon monoksida yang mengakibatkan mati lemas dari hasil pembakaran briket atau arang menggunakan tungku yang berada di dalam tenda dalam keadaan tertutup rapat dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," jelas Zamrul.
Zamrul turut memaparkan hasil pemeriksaan penunjang yaitu toksikologi. Hasil itu juga menegaskan bahwa ada tanda keracunan karbon monoksida.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan penunjang toksikologi, didapatkan tanda keracunan karbon monoksida. Tidak didapatkan keracunan sianida," ungkapnya.
Sebagai informasi, jasad satu keluarga ini ditemukan petugas saat hendak mengingatkan check out pada Rabu (27/5). Namun, karena tak mendapat respons, petugas tersebut membuka pintu kamping dan menemukan keempat korban sudah terbujur kaku.
Keempat korban yakni Muhammad Ali Munawar atau MAM (52), Alvino Evan Hakim atau AEH (17) dan Bagas Amar Hakiki atau BAH (21) yang merupakan laki-laki, serta seorang perempuan berinisial Maghfirah atau M (43). Keempatnya merupakan warga Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
(dil/afn)
