Gus Yusuf Siap Jadi Caketum PBNU, Klaim Sudah Keliling 10 Provinsi

Gus Yusuf Siap Jadi Caketum PBNU, Klaim Sudah Keliling 10 Provinsi

Eko Susanto - detikJateng
Senin, 15 Jun 2026 21:55 WIB
KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf di Magelang, Senin (15/6/2026).
KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf di Magelang, Senin (15/6/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf masuk menjadi calon Ketua Umum PBNU. Gus Yusuf menyebut dirinya sudah bersilaturahmi ke sekitar 12 PWNU dan 200-an PCNU se-Indonesia.

"Saya ini memang sudah hampir 6 bulan ini silaturahim ke PCNU, PWNU, sudah mungkin hampir 10 provinsi lah. Jawa alhamdulillah sudah selesai. Terus luar Jawa, kita juga ke Bengkulu, Kalteng, Kalsel, Sumsel, Lampung, Jambi," kata Gus Yusuf kepada wartawan di Ponpes API Tegalrejo, Magelang, Senin (15/6/2026).

"Tujuannya adalah untuk silaturahim. Saya menjalankan tugas dari para masyayikh, para kiai-kiai, untuk ikut bersama-sama kembali menata PBNU," sambungnya.

Gus Yusuf juga menyinggung soal beberapa hal yang terjadi di tubuh PBNU.

"Tidak hanya struktur PCNU, PWNU di daerah-daerah ini programnya macet. Banyak yang bahkan terkendala SK-nya tidak berjalan, ini di struktur. Di kultu dampaknya juga luar biasa, karena hari ini bahkan pesantren-pesantren pun juga apapun terkena dampaknya," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Karena kita melihat animo masyarakat hari ini terhadap pesantren juga mengalami penurunan. Ini menjadi keprihatinan para masyayikh, para kiai-kiai. Saya mendapatkan amanah, tugas untuk merajut itu kembali, membangkitkan semangat kebersamaan untuk mengangkat kembali marwah Nahdlatul ulama dan pesantren. Itu yang menjadi tugas saya hari ini dan ini tugas yang menurut saya berat, maka saya mohon doa restu dari teman-teman sekalian," imbuh Gus Yusuf.

Perihal dukungan dari PWNU maupun PCNU, Gus Yusuf menyatakan dirinya tidak bisa mengklaim. Menurutnya, yang terpenting ialah mencoba menawarkan gagasan dan mendengarkan yang menjadi keluhan dari teman-teman NU di daerah terutama luar Jawa.

"Saya belum berani mengklaim (soal dukungan). Kalau yang saya kunjungi ini sudah sekitar 200-an lebih PCNU, yang sudah ketemu. Kalau wilayahnya mungkin sekitar 12-an," katanya.

Dari sekitar 200-an PCNU yang telah ditemui tersebut, Gus Yusuf berujar, aspirasi yang disampaikan perihal tentang tata kelola organisasi. Diharapkan tata kelola organisasi ke depan yang lebih rapi, lebih transparan dan lebih kredibel.

"Yang kedua adalah soal perhatian PBNU terhadap pesantren, terhadap pendidikan. Karena di era transformasi ini pesantren tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri, harus kita dampingi bersama-sama. Terus juga berharap PBNU ke depan lebih konsen terhadap layanan keumatan termasuk fasilitas kesehatan. Ya berharap di setiap provinsi ada rumah sakit NU lah atau syukur di kabupaten-kabupaten bisa difasilitasi oleh PBNU untuk pendirian rumah sakit atau mungkin klinik-klinik. Karena warga NU sangat membutuhkan fasilitas kesehatan yang memadai," kata dia.

ADVERTISEMENT


"Yang ketiga tentu soal ekonomi. Hari ini masyarakat NU sebagaimana masyarakat yang lainnya sedang menghadapi tekanan ekonomi yang luar biasa. Maka berharap PBNU dalam hal ini bisa memberikan pendampingan gerakan-gerakan ekonomi keumatan, UMKM, dan juga tentang inkubator ekonomi di masyarakat. Itu yang sangat diharapkan adalah tiga tadi, pendidikan, kesehatan dan ekonomi," tegasnya.

Selain tiga hal tersebut, kata Gus Yusuf, NU hari ini sangat kering sekali dari gagasan-gagasan.

"Dulu NU itu kaya dengan wacana-wacana, tentang demokrasi, tentang lingkungan. Lha, NU hari ini absen dari isu-isu itu. Isu lingkungan, demokrasi, ini banyak teman-teman muda yang mengharapkan NU kembali menjadi kekuatan civil society untuk bisa membersamai masyarakat terutama dalam dinamika-dinamika sosial politik," pungkasnya.




(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads