Temui Jokowi, Rismon Pamer Buku Baru 'Otentikasi Ijazah Joko Widodo'

Temui Jokowi, Rismon Pamer Buku Baru 'Otentikasi Ijazah Joko Widodo'

Tara Wahyu NV - detikJateng
Rabu, 17 Jun 2026 10:34 WIB
Rismon Sianipar temui Joko Widodo, Rabu (17/6/2026)
Rismon Sianipar temui Joko Widodo, Rabu (17/6/2026). Foto: Tara Wahyu/detikJateng
Solo -

Rismon Sianipar berkunjung ke rumah Jokowi di Solo dengan membawa buku baru. Rismon membawa buku dengan judul 'Otentikasi Ijazah Joko Widodo: Sebuah Kajian Forensik Digital'.

Dari pantauan detikJateng, Rismon tiba di kediaman Jokowi sekira pukul 09.44 WIB. Rismon didampingi kuasa hukumnya, Jahmada Girsang. Turun dari mobil, Rismon menenteng buku barunya mengenai ijazah Jokowi.

Rismon akan menyerahkan buku tersebut untuk Jokowi. Ia mengatakan hal tersebut sebagai bentuk permohonan maaf dan pertanggungjawaban moral. Rismon menegaskan bahwa langkah ini diambil berdasarkan kajian ilmiah yang mendalam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai rasa berterima kasih saya pada kebesaran hati Pak Jokowi, bahwa saya selama ini big mistake. Dan saya memperbaikinya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah," ujar Rismon kepada awak media di Kediaman Jokowi, Rabu (17/6/2026).

Rismon mengatakan bahwa dirinya kini hanya tunduk pada kaidah ilmiah, bukan lagi pada afiliasi politik atau kebencian subjektif. Ia menyebut penelitian terbarunya ini telah melalui proses yang ketat dan dapat dipertanggungjawabkan di dunia akademik.

ADVERTISEMENT

"Saya hanya tunduk pada kaidah-kaidah ilmiah. Ini semata-mata adalah karya yang tunduk pada kaidah ilmiah, bukan tunduk pada afiliasi politik, kebencian, ketidaksukaan, kesukaan, dan segala macam," tegasnya.

Dalam bukunya yang setebal 800 halaman tersebut, Rismon membedah keaslian ijazah Jokowi menggunakan teknologi pencocokan citra digital berbasis neural networks dan machine learning. Ia menggunakan metode Acface untuk membandingkan foto Jokowi saat muda dengan foto saat ini.

"Di bab 10 sudah ada pencocokan citra wajah, bagaimana analisa saya foto Pak Jokowi muda pada saat di ijazah tersebut dengan Pak Jokowi setelah jadi Presiden, 30 atau 40 tahun ke depan. Pencocokannya bagaimana pakai Acface," jelas Rismon.

"Dan saya bandingkan juga foto Pak Prabowo waktu muda dengan ketika jadi Presiden 40 tahun kemudian. Ada juga kajian meskipun sudah tidak saya tulis karena lebih dari 800 nanti, di situ juga saya coba juga uji coba juga untuk foto-foto yang orang-orang yang renowned ya, orang-orang yang public figure yang sudah dikenal di Indonesia seperti foto muda dan foto bandingkan dengan foto versi 30 tahun kemudiannya Pak SBY, Pak Luhut Binsar, Pak Anies Baswedan, Bu Megawati," sambungnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa hasil kecocokan atau cosine similarity-nya berada di rentang 35 hingga 60 persen, yang menurutnya sangat realistis secara sains.

"Jadi kecocokannya atau cosine similarity-nya ya antara 35 sampai 60 persen. Itu yang paling realistis. Jadi ya kita sudahilah ini, tidak ada lagi apa namanya penilaian-penilaian subjektivitas bahwa, Oh itu kok berkacamata, itu kok belah tengah segala macam, itu nggak ilmiah," terangnya.

Dirinya menyebut, Buku dengan cover Jokowi dan judul 'Otentikasi Ijazah Joko Widodo' ini rencananya akan didistribusikan ke perpustakaan universitas di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan agar karyanya bisa menjadi objek kajian akademis bagi mahasiswa Teknik Elektro dan Informatika.

"Ini moral obligation saya. Iya kan, makanya saya enggak mau terlalu ribut di media sosial, ya udah kita tempatkan ajalah ini di perpustakaan supaya dikaji bukan hanya generasi ini, generasi ke depan, generasi ke depan, dan ke depan. Bahwa kita bertanggung jawab untuk itu," pungkasnya.




(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads