Puluhan warga Desa Tompegunung, Kecamatan Sukolilo, Pati, menggeruduk Kantor Bupati Pati. Mereka meminta agar jalan penghubung antardesa segera diperbaiki karena kondisinya rusak dan berlangsung puluhan tahun.
Pantauan detikJateng di lokasi, massa tiba di kantor Bupati Pati sekira pukul 09.30 WIB. Massa membawa sejumlah foto yang memperlihatkan kondisi jalan mereka rusak parah.
Salah satu warga Desa Tompegunung, Nardi, mengatakan kedatangan puluhan warga ingin menyampaikan kondisi jalan penghubung Desa Tompegunung Sukolilo ke Duren Sawit Kecamatan Kayen yang rusak parah. Warga minta agar jalan rusak itu segera diperbaiki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Minta jalan dibangun karena itu akses ekonomi, akses sekolah, akses rumah sakit. Kondisi jalan rusak sudah puluhan tahun sejak 2000-an. Kondisi rusak tidak hanya setahun dua tahun," kata Nardi ditemui di lokasi, Rabu (17/6/2026).
Nardi menjelaskan, jalan yang rusak sepanjang 3 kilometer. Jalan itu menjadi akses warga untuk aktivitas sehari-hari. Mulai ke sawah, pasar, rumah sakit, sampai sekolah.
"Yang rusak sepanjang 3 kilometer itu jalan Tompegunung Kecamatan Sukolilo arah ke Duren Sawit Kecamatan Kayen," jelas dia.
Nardi meminta kepada pemerintah Kabupaten Pati agar segera memperbaiki jalan rusak tersebut. "Harapannya minta dibangun lah supaya anak sekolah, orang ke pasar, rumah sakit biar menikmati jalan bagus, jalan yang layak," terang dia.
"Harapannya jalan rapat beton," lanjut dia.
Warga lainnya, Kristiana, mengatakan dengan kondisi jalan yang rusak ini berdampak para terkendalanya aktivitas warga. Bahkan warga sering terjatuh saat melintas.
"Kondisinya rusak parah, dibuat aktivitas susah. Sering ada yang jatuh karena kerusakan jalan, mohon untuk diperbaiki jalannya supaya aktivitas masyarakat, aktivitas sekolah supaya bisa jalan lancar," ungkap dia.
Warga diterima langsung oleh Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. Massa diajak berdialog dengan pemerintah di ruang dinas Plt Bupati Pati. Selepas berdialog dengan warga, Chandra mengaku menampung aspirasi warga.
Ia berencana untuk mengecek ke lokasi. Hanya Chandra irit bicara dan meminta bertanya langsung kepada Kepala DPUTR Pati Riyoso.
"Akan kami cek," jawab singkat.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Ruang dan Tata Ruang Kabupaten Pati, Riyoso, tidak mau diwawancarai. Riyoso beralasan sedang sakit.
"Nggak usah ya, lagi mules," jawab Riyoso sambil meninggalkan wartawan di kantor Bupati Pati.
(alg/apu)
