Rismon Sianipar Beberkan Isi Buku 'Otentikasi Ijazah Joko Widodo'

Rismon Sianipar Beberkan Isi Buku 'Otentikasi Ijazah Joko Widodo'

Tara Wahyu NV - detikJateng
Rabu, 17 Jun 2026 16:51 WIB
Rismon Sianipar temui Joko Widodo, Rabu (17/6/2026)
Rismon Sianipar temui Joko Widodo, Rabu (17/6/2026). Foto: Tara Wahyu/detikJateng
Solo -

Rismon Hasiholan Sianipar membuat buku yang berjudul 'Otentikasi Ijazah Joko Widodo'. Buku setebal 800 halaman itu mempunyai 10 bab yang salah satunya membahas foto Jokowi dalam ijazah.

Dilihat detikJateng dari cover buku, Bab 1 berjudul Uji Emboss dan Watermark, Bab 2 Uji Ela (Error Level Analysis), Bab 3 Analisa Lapisan Visual, Bab 4 Uji Overlay, Bab 5 Analisa Glyph.

Kemudian Bab 6 Analisa Pola Derau (Noise Pattern Analysis), Bab 7 Uji Proportional Spacing dan Kerning, Bab 8 Overlapping Detection, Bab 9 Uji Lintasan Stempel, dan Bab 10 Pencocokan Citra Wajah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rismon menjelaskan, inti dari bukunya bukan lagi soal pengamatan mata telanjang, melainkan analisis citra digital.

"Yang objektif adalah pencocokan citra digital berbasis neural networks atau yang lebih mudah lagi berbasis machine learning," kata Rismon di Sumber, Banjarsari, Solo, Rabu (17/6/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam Bab 10 buku tersebut, Rismon menyebut secara khusus mengulas teknik pencocokan wajah atau face matching menggunakan perangkat lunak. Ia membandingkan foto Jokowi di ijazah saat muda dengan foto Jokowi saat ini dengan rentang waktu 30 hingga 40 tahun. Hasilnya, ia menemukan angka cosine similarity (derajat kemiripan) yang sangat masuk akal secara ilmiah.

"Di bab 10 sudah ada pencocokan citra wajah, bagaimana analisa saya foto Pak Jokowi muda pada saat di ijazah tersebut dengan Pak Jokowi setelah jadi Presiden, 30 atau 40 tahun ke depan, pencocokannya bagaimana pakai apa namanya Acface. Jadi kita sudahi penilaian subjektif seperti berkacamata atau belah tengah, itu nggak ilmiah," tegasnya.

Rismon mengungkapkan, dalam kajiannya ia membandingkan foto masa muda dan masa tua sejumlah tokoh untuk mendapatkan standar kemiripan yang realistis.

"Saya bandingkan juga foto Pak Prabowo waktu muda dengan ketika jadi Presiden 40 tahun kemudian. Saya uji coba juga untuk foto tokoh seperti Pak SBY, Pak Luhut Binsar, Pak Anies Baswedan, hingga Bu Megawati," ungkap Rismon.

Ia mengaku juga ditemukan bahwa angka kecocokan wajah seseorang setelah puluhan tahun berada di angka 35 hingga 60 persen. Angka inilah yang ia jadikan rujukan untuk mengesahkan bahwa foto pada ijazah Jokowi adalah asli, meski terdapat perubahan fisik akibat usia.

"Jadi kecocokannya atau cosine similarity-nya ya antara 35 sampai 60 persen. Itu yang paling realistis. Jadi ya kita sudahilah ini, tidak ada lagi apa namanya penilaian-penilaian subjektivitas bahwa," bebernya.

Dalam buku barunya, Rismon menyebut klaim kemiripan 92 persen yang pernah dilontarkan pihak lain adalah hal yang menyesatkan publik.

"Apa yang dikatakan Bu Tifa, Bayesian itu tidak cocok. 92 persen itu menyesatkan publik," ucapnya.

Melalui buku 800 halamannya, Rismon ingin meluruskan bahwa perubahan wajah dari muda ke tua tidak bisa diukur secara sembarangan. Ia menekankan bahwa bukunya hadir sebagai pertanggungjawaban ilmiah agar hiruk-pikuk di media sosial berakhir dan berganti menjadi kajian akademik di perpustakaan universitas.

"Artinya orang bisa memilih tidak lagi berkacamata, orang juga bisa memilih tidak lagi berkumis. Tetapi itu bukan poin, itu subjektif. Yang objektif adalah pencocokan citra digital berbasis neural networks atau yang lebih mudah lagi berbasis machine learning," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Rismon datang ke kediaman Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi) dan membawakan buku tersebut.

"Sebagai rasa berterima kasih saya pada kebesaran hati Pak Jokowi, bahwa saya selama ini big mistake. Dan saya memperbaikinya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah," ujar Rismon kepada awak media di kediaman Jokowi.

Diberitakan sebelumnya, Rismon Sianipar hari ini berkunjung ke rumah Jokowi di Solo sambil membawa buku yang baru ditulisnya. Dia memperoleh tanda tangan Jokowi di buku tersebut.




(alg/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads