Demonstran Semarang Desak Masuk Gubernuran Dihadang Azan-Selawatan

Demonstran Semarang Desak Masuk Gubernuran Dihadang Azan-Selawatan

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Rabu, 17 Jun 2026 18:49 WIB
Demo mahasiswa di depan kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Rabu (17/6/2026).
Demo mahasiswa di depan kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Rabu (17/6/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Semarang yang berdemonstrasi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng) berupaya masuk ke halaman. Namun, upaya mereka dicegah oleh polisi yang melantunkan azan magrib.

Pantauan detikJateng di halaman Gubernuran, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, pukul 17.30 WIB, massa demonstran mulai menggoyang gerbang dan mencoba untuk masuk.

Massa menyatakan telah menyusun kajian dan menyiapkan tuntutan yang akan dibacakan. Sekitar pukul 17.50 WIB, polisi meminta mahasiswa untuk mundur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak berselang lama, polisi melantunkan azan magrib yang membuat mahasiswa langsung terdiam mendengarkan azan. Usai azan selesai, mahasiswa kemudian membakar ban sambil melantunkan selawat.

"Polisi yang tadi azan apakah asing dengan kalimat-kalimat tadi? Kami ingin masuk, kami sudah duduk, selawatan, kami telah punya kajian dan tuntutan," kata salah satu orator di atas mobil komando, Rabu (17/6/2026).

ADVERTISEMENT
Demo mahasiswa di depan kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Rabu (17/6/2026).Demo mahasiswa di depan kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Rabu (17/6/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Tak lama kemudian, polisi segera memadamkan pembakaran ban itu menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Massa sempat terdorong mundur.

Namun, massa aksi kembali merangsek maju dan duduk di halaman Gubernuran. Mereka masih menunggu agar dibukakan gerbang untuk bisa menyampaikan tuntutan.

Pukul 18.00 WIB, polisi yang menjaga di dalam halaman gubernuran menyalakan audio lantunan selawat yang mengalahkan suara orasi mahasiswa, sehingga suara mahasiswa tak lagi terdengar.

Kader PMII Komisariat UIN Walisongo, Alfani mengatakan, poin tuntutan yang dibawa masih sama seperti aksi-aksi sebelumnya, yang bertajuk 'Panca Tuntutan Rakyat' (Pantura).

Tuntutan itu mulai dari turunkan harga BBM dan stabilkan nilai rupiah, kembalikan TNI-Polri ke fungsi sebenarnya, evaluasi program MBG-KDMP, pengembalian tanah kepada rakyat, hingga pemberhentian KKN di pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Poin tuntutan sendiri sebenarnya nggak berbeda jauh dengan kondisi-kondisi yang ada. Kayak kemarin ketika aksi kolektif, berupa 5 poin Pantura (Panca Tuntutan Rakyat)," kata Alfani di halaman Gubernuran.

Demo mahasiswa di depan kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Rabu (17/6/2026).Demo mahasiswa di depan kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Rabu (17/6/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Sementara untuk aksi PMII hari ini lebih difokuskan pada tuntutan pemberhentian program MBG dan penghentian represivitas aparat.

"Itu dua hal utama yang paling menjadi poin tuntutan dalam aksi kali ini," ucapnya.

Demo di Semarang sendiri telah dilakukan tiga kali sebelumnya, yakni Jumat (5/6), Jumat (12/6), dan Senin (22/6). Menurutnya, aksi tak bisa hanya dilakukan sekali saja agar tuntutan yang disampaikan bisa tercapai.

"Karena memang demonstrasi itu bagi saya nggak bisa cukup hanya dibilang satu kali, harus terus-menerus dan ini adalah bagian upaya follow up dari kawan-kawan PMII," ucapnya.

"Tentu setelah ini juga bakal ada aksi-aksi lanjutan, enggak mungkin hanya dengan satu kali menguntungkan semuanya bisa jadi selesai. Targetnya tentu sampai tercapai," lanjutnya.




(dil/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads