Mahasiswa Demo di Kartasura Sukoharjo Bubarkan Diri

Mahasiswa Demo di Kartasura Sukoharjo Bubarkan Diri

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Rabu, 17 Jun 2026 19:57 WIB
Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, dan Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, temui mahasiswa demo di Tugu Kartasura, Rabu (17/6/2026).
Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, dan Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, temui mahasiswa demo di Tugu Kartasura, Rabu (17/6/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Sukoharjo -

Wakil Bupati Sukoharjo dan Kapolres Sukoharjo menemui aliansi mahasiswa yang berdemo di simpang tiga Tugu Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Setelah berdialog, mahasiswa kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Dalam demo itu, mahasiswa menuntut 8 hal terkait isu nasional dan lokal, yaitu pencabutan RUU Polri, evaluasi total MBG, tolak KDMP, penguatan rupiah dan stabilisasi harga BBM, pengesahan RUU Perampasan Aset, sengketa PT RUM, perbaikan infrastruktur Jalan Adi Sumarmo Kartasura, dan kesejahteraan guru.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, menanggapi sejumlah isu yang disuarakan mahasiswa, termasuk soal pencabutan RUU Polri. Menurutnya, rencana undang-undan itu berasal dari kajian dalam beberapa kurun waktu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait pasal kontroversial, mungkin bisa dibantu, ada yang namanya yudisial review, untuk melihat kembali pasal-pasal yang ada," kata Anggaito kepada massa, Rabu (17/6/2026).

Terkait isu ekonomi, Anggaito menjelaskan pihaknya mencoba berkontribusi lewat peningkatan pengamanan dan kondusifitas wilayah. Dengan situasi yang aman di Sukoharjo, diharapkan bisa meyakinkan investor untuk menanamkan modal di Sukoharjo.

ADVERTISEMENT

Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, mengatakan soal MBG memang masih banyak hal yang perlu diperbaiki. Pihaknya juga terus melakukan monitoring dan melaporkan masalah yang ada ke Badan Gizi Nasional (BGN).

"Momennya adalah liburan ini, mudah-mudahan benar program ini sementara akan dievaluasi total, sehingga akan banyak penyesuaian agar sesuai dengan ekspektasi kita semua," kata dia.

Soal jalan rusak, Sapto mengatakan, Jalan Adi Sumarmo masuk dalam 10 program prioritas Pemkab Sukoharjo, sehingga segera dilakukan perbaikan. Terkait tata kelola anggaran pendidikan, ia mengatakan saat ini di Sukoharjo sudah tidak ada lagi yang berstatus honorer, karena sudah diangkat jadi PPPK.

Sapto menyatakan siap mengajak mahasiswa untuk berdialog atau berdiskusi jika masih memiliki aspirasi yang akan disampaikan. Pemkab Sukoharjo siap memfasilitasi forum tersebut.

Sementara itu mahasiswa berharap agar tuntutan mereka segera direalisasikan pemerintah. Perwakilan massa dari IMM Sukoharjo, Azhar Ardiansyah, mengatakan pihaknya akan memberi waktu seminggu untuk melihat langkah konkret pemerintah.

"Demonstrasi kali ini tidak seperti biasanya, tanda tangan langsung pergi. Kita akan ada jilid 1, 2, 3, karena ini berangkat dari keresahan bersama, bukan kepentingan kita pribadi. Kurang lebih kita beri tenggang waktu 7x24 jam," kata Azhar.

Setelah berdialog, mahasiswa kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Diberitakan sebelumnya, Sejumlah aliansi mahasiswa Sukoharjo menggelar aksi demo di simpang tiga Tugu Kartasura, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Mahasiswa datang sekira pukul 16.30 WIB, dan langsung memblokade jalan putar dari arah barat ke selatan.

Mahasiswa demo dengan membentangkan sejumlah spanduk yang bertulisan "BERANTAS KKN!", "RAKYAT HEMAT KORUPTOR NIKMAT". Serta membawa sebuah keranda yang bertuliskan "PENJABAT KAYA RAKYAT SENGSARA".

Massa juga melakukan aksi bakar keranda dan sejumlah kardus. Mereka membuat lingkaran lebih besar sehingga semakin menutup ruas jalan. Imbasnya, kepolisian terpaksa melakukan rekayasa lalu lintas.




(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads