Polisi mengungkap perkembangan terkait Lutfiana (33), warga Kelurahan Sukodono, Kabupaten Kendal, yang mayatnya ditemukan di semak-semak tepi jalan raya Lingkar Weleri, Minggu (14/6). Diduga, Lutfiana menjadi korban pembunuhan.
Kanit Reskrim Polsek Weleri, Ipda Agus Effendi, menerangkan, berdasarkan hasil autopsi sementara yang diterima kepolisian dari forensik, ada sejumlah luka pada jenazah korban, salah satunya bekas cekikan.
"Hasil autopsi sementara yang kami terima dari forensik itu ada luka cekikan di leher dan luka lebam di kepala," kata Agus saat dihubungi detikJateng, Kamis (18/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus menjelaskan berdasarkan autopsi sementara itu, diduga Lutfiana dibunuh. Namun, pihaknya masih menyelidikinya.
"Dugaannya korban meninggal karena dibunuh. Tapi Polsek Weleri dan Polres Kendal masih melakukan penyelidikan," tuturnya.
Sempat Pamitan kepada Suami
Adapun suami Lutfiana, Ahmad Trimulyono, mengungkapkan istrinya sebelum menghilang sempat berpamitan dengannya pada Rabu (10/6). Saat itu, korban mengaku main ke rumah temannya, Riska.
"Istri saya sempat bilang kalau besok Kamis (11/6) mau main ke rumah temannya. Waktu itu dia (korban) bilangnya hari Rabu (10/6) sore," kata Ahmad saat ditemui detikJateng di RS Bhayangkara Semarang, Senin (15/6) lalu.
Ahmad melanjutkan pada Kamis (11/6) pagi, istrinya kembali berpamitan dengannya hendak pergi main ke rumah teman selain berbelanja untuk kebutuhan kios. Saat itu, Ahmad tanpa curiga mengizinkan.
"Kamis paginya, dia (korban) pamitan mau belanja kebutuhan kios es teh dan memang sudah kebiasaan pamitan seperti itu kalau mau pergi. Lalu dia juga pamit dan bilang lagi kalau mau main ke rumah temannya," jelasnya.
"Ya saya tidak ada perasaan apapun, curiga juga tidak. Saya izinkan dan cuma bilang iya," sambungnya.
Hingga Kamis (11/6) malam, korban belum juga pulang, Ahmad pun mencoba menghubungi Lutfiana lewat pesan WhatsApp pada pukul 21.04 WIB. Namun, pesan tersebut tidak dibalas. Karena itu, Ahmad kemudian mencoba menelepon ponsel istrinya pukul 22.47 WIB.
"Saya nunggu istri sampai jam sembilan malam tapi belum juga pulang terus saya chat dia sekitar pukul 21.04 WIB. Saya tanyain masih di rumah Riska, tapi dia gak balas, lalu saya telpon dia pukul 22.47 WIB," terangnya.
Setelah ditelepon Trimulyono, 16 menit kemudian atau pukul 23.03 WIB, korban membalasnya melalui pesan singkat "Nginep Ng koncone MH liat mobil ssok (Menginap di rumah teman, mau lihat mobil besok)".
Ahmad lantas mencoba menghubungi istrinya via panggilan video beberapa kali. Korban membalas "Koncone turu rak penak. Ssok tlong uang di lemari rias TF e sek ya (Teman lagi tidur nggak enak. Besok tolong uang di lemari rias ditransfer ya)".
"Saya sudah coba terus untuk telpon dan baru dibalas dengan chat kalau dia lagi menginap di temannya dan besok mau lihat mobil. Lalu saya video call tapi hanya dijawab koncone turu rak penak sesok tulung tranferke uang yang ada di lemari rias," kata Ahmad.
"Saya tanya lagi keberadaannya terus dia balas dan jawab ada di Semarang," tambahnya.
Sudah Tidak Bisa Dihubungi Sejak Jumat
Setelah itu, korban tidak pernah lagi membalas pesan suaminya. Bahkan pada Jumat (12/6), nomor Lutfiana sudah tidak bisa dihubungi lagi.
"Saya hubungi beberapa kali meski berdering, istri saya tidak mau lagi menerima telepon dari saya. Besoknya, hari Jumat nomornya sudah tidak bisa dihubungi lagi," ucapnya.
Ahmad yang kebingungan karena istrinya sudah empat hari menghilang, puncaknya menerima kabar pada Minggu (14/6) bahwa istrinya sudah tidak lagi bernyawa.
"Selama empat hari nggak ada kabar, saya bingung mau cari ke mana lagi. Sekarang malah ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia," paparnya.
Ahmad mengungkapkan mendapat penjelasan dari dokter bahwa salah satu penyebab kematian istrinya karena kehabisan napas.
"Tadi sempat dijelasin sama bu dokter kalau salah satu penyebab kematian istri saya karena kehabisan napas. Kayak cekikan gitu," ungkapnya.
Ahmad berharap penyebab kematian istrinya bisa terungkap.
"Saya pasrah dan hanya bisa berharap penyebab kematian istri saya bisa terungkap," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, warga Desa Payung, Kecamatan Weleri, Kendal, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan yang tergeletak di pinggir jalan lingkar Weleri jalur Batang-Semarang, siang tadi.
Mayat yang ditemukan pada Minggu (14/6) sekitar pukul 12.30 WIB itu dalam kondisi masih berpakaian lengkap. Yaitu memakai kaus bergaris warna putih dan merah muda, sweater warna coklat, dan celana panjang jin warna biru.
Salah seorang warga Desa Payung, Agus, mengatakan mayat wanita itu sudah mengalami pembusukan pada bagian wajah.
"Mayatnya masih pakai baju lengkap, tapi wajahnya agak membusuk," kata Agus kepada detikJateng, Minggu (14/6).
