Unnes Buka Suara Soal Viral Dugaan Kekerasan Seksual, Sebut Ada 3 Korban

Unnes Buka Suara Soal Viral Dugaan Kekerasan Seksual, Sebut Ada 3 Korban

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Kamis, 18 Jun 2026 13:47 WIB
Self defense, studio portrait of scared woman raising hands up in defense
Ilustrasi pelecehan. Foto: Getty Images/iStockphoto/triocean
Semarang -

Universitas Negeri Semarang (Unnes) buka suara terkait dugaan kasus kekerasan seksual oleh salah satu mahasiswa, yang viral di media sosial. Kampus mengungkap sudah ada tiga korban yang diidentifikasi.

Hal itu disampaikan Kasi Humas Unnes, Surahmat. Ia mengatakan, laporan dugaan kekerasan seksual tersebut telah masuk ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) pada Rabu (17/6) pukul 14.30 WIB melalui hotline pengaduan.

"Satgas PPK Unnes telah menangani SOP dan peraturan yang ada. Tahap awal dalam merespons laporan adalah menggali informasi dari pelapor," kata Rahmat dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah menerima laporan, Satgas PPK langsung memanggil pelapor pada hari yang sama pukul 16.30 WIB untuk mengumpulkan keterangan dan bukti awal.

"Dalam proses pemeriksaan tersebut, Satgas mengidentifikasi adanya tiga korban kekerasan seksual," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Surahmat, saat proses pendalaman berlangsung, muncul unggahan dari akun anonim di media sosial X yang menuntut terduga pelaku menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada korban.

"Terjadi eskalasi yang menyebabkan keriuhan pada Rabu malam hingga Kamis dini hari," ucapnya.

Setelah adanya eskalasi tersebut, terduga pelaku langsung diamankan oleh petugas kepolisian dari Polrestabes Kota Semarang. Unnes pun menyatakan memahami keresahan yang muncul di kalangan mahasiswa terkait kasus tersebut.

"Kapasitas Satgas PPK dalam melakukan penanganan kekerasan merujuk pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 dan Peraturan Rektor Nomor 115 Tahun 2024," kata Surahmat.

Saat ini, Satgas PPK masih melakukan pendalaman informasi terhadap laporan yang diterima. Kampus juga memastikan akan berkoordinasi dengan kepolisian dalam proses penanganan kasus tersebut.

"Satgas PPK UNNES akan bekerja sama dengan Polrestabes Semarang untuk menangani hal tersebut dan menciptakan suasana serta lingkungan akademik yang aman," jelasnya.

Status terduga pelaku sebagai mahasiswa Unnes pun belum ditangguhkan karena kampus masih melakukan pendalaman.

"(Apakah status pelaku sebagai mahasiswa Unnes ditangguhkan?) Sesuai rilis, masih proses pendalaman," kata Wakil Rektor I Unnes, Zaenuri melalui pesan singkat kepada detikJateng.

Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) diduga menjadi terduga pelaku pelecehan. Terduga pelaku sempat digeruduk oleh mahasiswa Rabu (17/6) tengah malam.

"Dini hari tadi, massa mengepung pos satpam pelaku pel*cehan terhadap seorang driver jasa titip perempuan di kawasan unnes. Pelaku berinisial MFA yang disebut-sebut mahasiswa jurusan Ilmu Keolahragaan dilaporkan mengirim pesan tidak senonoh kepada korban hingga memicu kemarahan massa," tulis akun @beritasemaranghariini, Kamis (18/6/2026).

Dalam video itu dikatakan, terduga pelaku bersembunyi di pos satpam dan tak berani keluar saat dikepung puluhan mahasiswa. Pelaku pun akhirnya diamankan pihak kepolisian.

Saat dimintai konfirmasi, Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti mengatakan massa mengepung pelaku yang ada di pos satpam sekitar pukul 23.00 WIB hingga Kamis (18/6) dini hari.

"Kemarin itu ada banyak massa kumpul di Unnes. Jadi demi keamanan pelaku, pelaku diamankan. Sudah di sini (di Polrestabes Semarang), masih proses klarifikasi," kata Sriniti saat dihubungi detikJateng, Kamis (18/6).

"(Pelaku mahasiswa Unnes angkatan berapa?) Infonya semester 2 kalau nggak salah, masih baru. Masih proses," lanjutnya.




(alg/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads