Warga Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati menggelar aksi meminta agar tanggul diperbaiki. Mereka mengaku resah karena banjir rob melanda di desanya berlangsung sebulan ini belum juga surut.
Warga menggelar aksi protes dimulai pukul 14.00 WIB. Warga membentang sejumlah poster di tengah banjir rob. Poster itu bertuliskan seperti 'Rumah kami akan tenggelam Pak Prabowo, tolong kami', 'Jangan biarkan kami tenggelam', hingga 'Tolong Pak, tambak kami hilang'.
Pantauan di lokasi genangan banjir merendam puluhan rumah warga RT 5 Desa Tunggulsari. Genangan banjir rob meninggi saat siang hari. Rumah warga pun sudah kemasukan banjir rob.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu warga Rukmini mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi banjir rob ini. Pasalnya banjir ini telah berlangsung sebulan. Banjir rob tahun ini lebih parah dibandingkan dengan tahun 2025 lalu.
"Banjir setiap hari pasang surut, sekarang tanggul belum diperbaiki. Lebarnya ada 100 meter yang tanggul jebol, tolong kami Pak Prabowo," ungkap Rukmini ditemui di lokasi, Jumat (19/6/2026).
Rukmini mengaku sedih karena selama banjir rob belum ada bantuan dari pemerintah. Tanggulnya masih jebol belum bisa ditambal.
"Belum ada bantuan dari pemerintah. Segera dibantu, tanggulnya diperbaiki," ujarnya.
Rukmini mengaku untuk makan mengandalkan kiriman logistik dari relawan. Jika tidak ada, ia bersama keluarga makan seadanya.
"Makan sehari-hari ada bantuan nasi bungkus, kalau nggak makan mi," jelasnya.
Ketua RT 5, Budiamanto mengaku warganya yang kebanjiran ada 40 kartu keluarga. Kondisi ini terjadi dalam kurun waktu 2 tahun ini. Terparah banjir rob tahun 2026 ini.
"Kurang lebih ada 40 KK, berlangsung 2 tahun lebih," jelasnya.
Budi mengatakan warga saat ini membutuhkan bantuan logistik. Terutama untuk makan dan air bersih.
"Kebutuhan pokok dan air bersih," jelasnya.
Budi berharap agar pemerintah hadir memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir rob ini. "Harapannya supaya pemerintah melihat keadaan di sini dan membangun tanggul yang ada di sini," jelas dia.
Belum Surut Sejak Bulan Lalu
Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi mengatakan siklus banjir rob hari-hari ini merupakan puncaknya. Genangan banjir mulai naik sekira pukul 09.00 WIB. Permukiman warga yang terdampak ada di wilayah RT 5 kemudian meluas ke 3 RT lainnya.
"Pagi jam 9 sudah mulai naik, puncaknya dari jam 13.00 WIB sampai sore. Permukiman terendam di RT 5, tapi sekarang meluas ke 3 RT lain di wilayah Desa Tunggulsari," jelasnya.
Selain permukiman warga, seluas 80 hektar tambak ikan nila salin juga terdampak banjir. Akibatnya petambak mengalami kerugian mencapai Rp 1 miliar.
"Tambak 80 hektare praktis tidak bisa dikelola karena tanggul jebol, tambak ada yang batu tebar, ada yang sudah panen, ada yang masih nunggu minggu lagi mau panen," terang dia.
"Kerugian mencapai Rp 1 miliar," dia melanjutkan.
Setyo mengatakan banjir rob ini mulai terjadi pada tahun 2022 silam. Akan tetapi kondisi semakin parah mulai tahun 2024,2025, dan 2026 ini.
"Untuk sekarang 2026 ini terparah. Setiap tahun ada kenaikan untuk air pasang. Pada tahun ini Januari, April, Mei 2026 sampai sekarang dalam kondisi rob cukup parah. Karena genangan tidak turun di wilayah RT 5 termasuk di dalam rumah juga," terang dia.
(afn/aku)
