Ortu Siswa Semarang Sambat Tak Bisa Akses Sang Juara, Disdik Buka Suara

Ortu Siswa Semarang Sambat Tak Bisa Akses Sang Juara, Disdik Buka Suara

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Sabtu, 20 Jun 2026 11:58 WIB
Ilustrasi Siswa Libur Sekolah
Ilustrasi sekolah. (Foto: Gemini AI)
Semarang -

Sebuah unggahan di media sosial menampilkan sebuah surat terbuka seseorang yang mengaku sebagai orang tua siswa berprestasi di Kota Semarang. Ortu tersebut mengeluh tidak dapat mengakses situs Sang Juara. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang pun buka suara.

Surat terbuka itu diunggah oleh akun Instagram @beritasemaranghariini. Dalam surat tersebut disebutkan penulis merasa resah karena tidak dapat memasukkan sejumlah prestasi yang diperoleh anaknya semasa SD ke laman Sang Juara.

Surat tersebut ditujukan kepada Wali Kota Semarang, Disdik, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dituliskan dalam surat itu, pihak sekolah mengaku lalai saat mengunggah data ke website tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya menulis ini sebagai orang tua yang resah sekaligus mewakili suara hati wali murid di Kota Semarang. Kita selalu bicara tentang mencetak generasi emas. Namun, apa yang terjadi ketika pintu bagi anak-anak berprestasi justru tertutup rapat oleh sistem?" demikian bunyi surat terbuka itu, dilihat detikJateng pada Sabtu (20/6/2026).

"Saat ini, kami menghadapi kenyataan pahit. Prestasi gemilang anak-anak kami-yang telah mengharumkan nama sekolah dan daerah-terancam sia-sia karena tidak terinput ke dalam sistem Website Sang Juara. Pihak sekolah telah mengakui adanya kelalaian dalam proses input data tersebut," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Dikatakan pula pihak terkait menjelaskan bahwa portal laman Sang Juara ditutup sejak 4 Mei 2026. Melalui surat itu, dia pun melempar beberapa pertanyaan.

Dia juga meminta Wali Kota Semarang dan Disdik untuk kembali membuka portal website dengan dalih Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP masih dibuka pada 22 Juni 2026.

"Jarak antara 4 Mei (penutupan sistem) ke 22 Juni 2026 (pendaftaran SMP) adalah waktu yang cukup panjang untuk sebuah kebijakan diskresi. Kami mohon Ibu Walikota dan Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk membuka kembali akses atau memberikan solusi darurat bagi anak-anak kami," tulisnya.

Terkait hal itu, Kepala Disdik Kota Semarang, Muhammad Ahsan, pun memberikan klarifikasi. Ahsan mengatakan memang SPMB jenjang SMP dibuka sejak 22 Juni 2026.

Ahsan menjelaskan, Sang Juara merupakan portal untuk mengunggah beragam prestasi siswa tingkat SD. Website tersebut dibuka agar memudahkan verifikasi pendaftaran siswa ke jenjang SMP.

"Website Sang Juara itu adalah website yang dikhususkan untuk menampung, mengupload piagam-piagam kejuaraan anak-anak SD, MI, Paket A, agar nanti ketika melanjutkan ke jenjang SMP memudahkan dalam verifikasi," terang Ahsan saat dihubungi hari ini.

Terkait pengunggahan di portal itu, Ahsan menerangkan, dapat dilakukan semasa siswa tersebut duduk di bangku SD.

"Waktu menguploadnya itu cukup lama. Jadi kalau dia mulai kelas 4 berarti ada waktu sekitar hampir 3 tahun kesempatan untuk mengupload piagam-piagam kejuaraan di website Sang Juara tersebut. Setiap saat bisa upload," bebernya.

Kendati demikian, Ahsan menjelaskan, portal tersebut seharusnya telah ditutup April lalu. Karena ada kendala, maka Disdik Kota Semarang memperpanjang tenggat hingga 4 Mei kemarin.

"Namun sesuai dengan Permendikdasmen tentang SPMB bahwa verifikasi untuk kejuaraan seperti ini harus itu sudah diselesaikan di bulan April tahun berjalan. Kami sebenarnya menyelesaikan itu, nutup itu, di akhir bulan April," katanya.

"Tapi karena ada kendala di website Sang Juara, maka di akhir-akhir bulan April itu, maka kami berikan perpanjangan sampai 4 Mei 2026," lanjutnya.

Ahsan mengaku telah membaca surat terbuka tersebut. Dia mengatakan kesalahan bukan pada sistem, namun pihak sekolah.

"Sesuai dengan surat terbuka itu, kesalahan sudah ada di pihak sekolah atau madrasah yang bersangkutan. Jadi kesalahan bukan di sistem kami. Sistem kami sudah berjalan sesuai dengan ketentuan, sesuai dengan jadwal, sesuai dengan regulasi yang ada," terangnya.

Soal permintaan dibukanya kembali laman Sang Juara, Ahsan mengatakan, pihaknya tidak dapat melakukannya. Pertimbangannya adalah terkait keadilan bagi seluruh siswa.

"Kalau ada kelonggaran kasihan yang sudah upload duluan. Berarti kami tidak fair play nanti. Waktunya kita buka, ya buka dengan pemberitahuan yang jelas gitu kan. Waktunya selesai sesuai ketentuan dan jadwal harus kita close, ya harus kita close. Sama nanti waktunya memulai pendaftaran, ya kita buka," ucapnya.

"Dengan alasan apapun pendaftaran tidak akan kita buka lagi ketika memang sudah selesai waktunya pendaftaran," imbuhnya.




(aku/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads